Penghematan Keluarga Low Income di Jepang Memprihatinkan, Rela Prihatin Pas Liburan Musim Panas!

Usaha penghematan keluarga low income di Jepang ternyata banyak di saat liburan musim panas.
Kredit Gambar: Towfiqu barbhuiya/Unsplash

Penghematan keluarga low income di Jepang menjadi salah satu sisi kehidupan yang jarang diketahui orang luar. Banyak yang membayangkan semua masyarakat Jepang hidup berkecukupan. Padahal, saat musim panas tiba, tidak sedikit keluarga berpenghasilan rendah yang harus mengurangi kebutuhan sehari-hari agar tetap bisa bertahan.

Survei organisasi nirlaba Kidsdoor terhadap 1.449 keluarga penerima bantuan menunjukkan bahwa tekanan ekonomi semakin terasa ketika sekolah memasuki liburan musim panas. Bagi banyak keluarga, berhentinya program makan siang sekolah membuat pengeluaran rumah tangga langsung meningkat.

Makanan Dikurangi, AC Pun Ikut Dibatasi

Data Kidsdoor menunjukkan sekitar 64% keluarga mengaku harus mengurangi porsi makan anak selama liburan sekolah. Sekitar 61% memperkirakan akan lebih jarang membeli daging atau ikan, sementara 44% mengatakan anak mereka berisiko tidak bisa makan tiga kali sehari.

Kondisi ini semakin berat karena kondisi musim panas di Jepang dikenal sangat panas dan lembap. Namun ironisnya, sekitar 38% keluarga mengaku akan membatasi penggunaan AC meski cuaca sedang terik. Bahkan, 6% responden mengatakan hampir tidak akan menyalakan pendingin ruangan demi menghemat biaya listrik.

Bagi keluarga dengan penghasilan di bawah 1 juta yen per tahun, situasinya lebih memprihatinkan. Sebagian orang tua mengaku anak-anak mereka sering kekurangan makan hingga memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan.

Pelajaran Penting bagi WNI yang Ingin Kerja di Jepang

Fenomena ini menunjukkan bahwa biaya hidup di Jepang tetap harus dikelola dengan baik, meski penghasilannya relatif lebih tinggi dibanding Indonesia.

Bagi WNI yang bekerja di Jepang, pengeluaran liburan musim panas juga perlu direncanakan sejak awal. Penggunaan listrik, belanja makanan, hingga aktivitas saat musim panas bisa membuat pengeluaran meningkat jika tidak dikendalikan.

Karena itu, biasakan menyusun anggaran bulanan, menabung sejak menerima gaji, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kamu bisa menikmati pengalaman bekerja di Jepang tanpa harus mengalami tekanan ekonomi seperti yang kini dirasakan sebagian kondisi keluarga kelas bawah di sana.

Jepang memang menawarkan banyak peluang kerja, tetapi kisah ini mengingatkan bahwa hidup nyaman di sana bukan hanya bergantung pada besarnya gaji. Kemampuan mengatur keuangan tetap menjadi bekal penting agar masa bekerja di Jepang benar-benar memberikan manfaat untuk masa depan.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru