Harga Sento di Tokyo Naik Mulai Agustus 2026, Beneran Jadi Mahal Karena Selalu Ramai?
![]() |
| Kenaikan harga sento di Tokyo berhubungan juga dengan kenaikan kualitas pemandian di sana. Kredit Gambar: Wikipedia |
Harga sento di Tokyo naik mulai 1 Agustus 2026. Kenaikannya memang
hanya 20 yen, dari 550 yen menjadi 570 yen untuk pengunjung dewasa. Namun di
balik kenaikan angka harga yang terlihat kecil ini, ada cerita menarik tentang bagaimana
Jepang berusaha mempertahankan salah satu budaya yang sudah bertahan selama
ratusan tahun.
Bagi orang Indonesia, kenaikan ini mungkin terlihat sepele.
Namun bagi masyarakat Jepang, perubahan tarif sento selalu menjadi perhatian
karena tempat ini bukan sekadar lokasi untuk mandi.
Kenaikan Harga Sento Akibat Biaya Operasional Terus
Meningkat
Kenaikan tarif dilakukan karena biaya operasional pemandian
umum Jepang terus bertambah. Harga energi, air, bahan bakar, hingga biaya
perawatan fasilitas mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagian besar sento tradisional juga masih menggunakan ketel berukuran besar untuk memanaskan air setiap hari. Proses tersebut membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar sehingga biaya yang harus ditanggung pengelola semakin tinggi.
Meski begitu, Pemerintah Metropolitan Tokyo tetap mengatur
batas tarif maksimum agar harga tidak naik terlalu tinggi. Setiap sento memang
boleh menentukan tarif sendiri, tetapi tidak boleh melebihi batas yang telah
ditetapkan. Dalam praktiknya, sebagian besar sento memilih mengikuti tarif
maksimum tersebut.
Sento Masih Menjadi Bagian dari Kehidupan Jepang
![]() |
| Lukisan tua pemandian umum di Jepang yang menjadi bukti penggunaan sento sudah lama ada. Kredit Gambar: Wikipedia |
Bersama dengan perkembangan zaman, fasilitas sento sudah berkurang karena kamar mandi personal makin umum dimiliki. Walaupun begitu, fasilitas sento yang di Tokyo masih banyak dicari ternyata!
Di tengah rumah-rumah modern yang sudah memiliki kamar mandi
pribadi, pengguna sento di Tokyo ternyata masih cukup banyak. Ternyata kebiasaan mandi bersama yang dulunya dianggap akan mati, masih banyak dinikmati!
Sebagian orang datang untuk menikmati kolam pemandian yang
lebih luas, ada yang ingin melepas penat setelah bekerja, dan ada pula yang
mempertahankan kebiasaan mandi bersama yang sudah menjadi bagian dari budaya
Jepang.
Namun jumlah sento terus menurun dalam beberapa dekade
terakhir. Perubahan gaya hidup membuat semakin sedikit orang yang bergantung
pada fasilitas mandi umum.
Harga Naik, Tapi Budaya Sento Tetap Dipertahankan
Harga sento di Tokyo naik bukan berarti pemerintah atau
pengelola ingin membebani masyarakat. Justru mereka sedang berusaha menjaga
agar sento tetap bisa beroperasi di tengah biaya yang terus meningkat.
Bagi wisatawan maupun calon pekerja Indonesia yang tinggal
di Jepang, sento juga bisa menjadi pengalaman budaya yang menarik untuk dicoba.
Selain menikmati pemandian air panas yang nyaman, kamu juga bisa melihat
bagaimana fasilitas publik sederhana ini masih memiliki tempat khusus di hati
masyarakat Jepang.
Karena itu, meski harga sento di Tokyo naik, keberadaan
sento tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari sekaligus warisan
budaya yang terus dijaga hingga sekarang.



