Anak Muda yang Mau Kerja ke Jepang Pada Anti LPK Sekarang, Apakah Akibat Tidak Ada LPK yang Bagus?
![]() |
Pandangan mau kerja ke Jepang tidak harus lewat LPK makin menyebar dan menjadi anti LPK sekarang ini. Kredit Gambar: Dokumentasi LPK Saitama. |
Anak muda yang mau kerja ke Jepang sekarang tidak pada daftar LPK ternyata. Kebanyakan mencari jalur mandiri yang terkadang lebih susah daripada jalur LPK. Mengapa hal ini terjadi? Apakah anak muda Indonesia pada hardcore cari jalan yang lebih susah? Ternyata ada penjelasan tersendiri soal ini!
Penyebab Pandanga Anti LPK Muncul di Anak Muda yang Mau
Kerja ke Jepang
Banyak anak
muda yang anti LPK ini tumbuh karena banyaknya kabar gagal ke Jepang akibat LPK
yang bermasalah. LPK yang bagus memang mempermudah kerja ke Jepang, sayangnya
masih banyak juga LPK yang kurang mampu mendorong siswanya berangkat ke Jepang
dengan lancar.
Kasus LPK
bermasalah dan mengenakan biaya mahal juga banyak. Di era serba informasi ini,
para anak muda mudah sekali sharing dan berbagi tips untuk kerja ke Jepang.
Ternyata sekarang, jalur kerja ke Jepang tidak lagi harus melalui LPK. Jalur
mandiri dan otodidak bisa juga untuk kerja ke Jepang.
Dari
sinilah, gerakan anti LPK makin menyebar. Banyak akun sosial media yang
mengarahkan anak muda untuk belajar otodidak dan lebih kerja keras berangkat ke
Jepang sendiri. Biaya bisa dibuat ringan jika mandiri, tapi masalah motivasi
dan kemampuan belajar menjadi masalah pada jalur ini.
Banyak anak
muda sekarang lebih memilih jalur susah daripada harus berurusan dengan LPK.
Mengapa demikian? Sekedar informasi, banyak orang tidak suka LPK akibat
banyak yang memiliki pengalaman negatif mengguankan jasa mereka. Masalah LPK
kerja Jepang di Indonesia ini sangat banyak, bahkan sampai ada istilah penipuan
kerja ke Jepang yang berasal dari LPK juga.
Daripada
ribet bayar mahal LPK, lebih baik berat tapi gak kena tipu. Lagipula jika gagal
langsug tahu kalau yang salah diri sendiri, bukan karena salah diajar oleh LPK.
Pandangan Anti LPK Tidak Sepenuhnya Negatif Ternyata
Di sisi lain
ada perspektif yang berubah sekarang. Selain mencari opsi kerja ke Jepang
secara mandiri. Ada pandangan juga untuk lebih selektif seputar LPK yang bagus.
Ukuran LPK yang bagus saat ini adalah memiliki banyak lulusan tanpa meminta
bayaran tinggi ataupun janji manis saja.
Pandangan
marketing soal LPK saat ini tidak bisa seperti dulu yang hanya menunjukan
potensi kerja ke Jepang. Sekarang para LPK yang kompeten harus mau bongkar
prosedur proses secara transparan dan juga memberikan info pahit dan sulitnya
cari kerja di Jepang.
Pandangan anti LPK kerja Jepang adalah tanda bahwa kaum muda
sekarang lebih kritis dan mau research lebih dalam. Para lulusan SMA/SMK yang
cari kerja ke Jepang sekarang tidak buta hanya lihat tawaran LPK. Mereka
research dulu di sosial media dan membandingkan nasip dengan para pemuda lain
yang sudah ikut LPK ataupun kerja di Jepang!
Dari informasi yang disediakan para alumni LPK dan yang
sudah kerja di Jepang, kondisi jalur kerja ke Jepang makin jelas. Hal sepeti
standar harga, lama belajar dan juga benefit yang diberikan LPK, bisa diukur
dengan baik.
Praktek seperti ini bagus tentunya untuk memilah LPK yang
melakukan praktek negatif ataupun tidak punya izin. Merekalah yang membuat nama
LPK di mata anak muda jadi jelek, jadi menyingkirkan mereka dari pasar
persaingan LPK tentu baik.
Kunci Sukses LPK Sekarang di Tengah Anak Muda yang Makin
Kritis
LPK yang
sekarang masih ingin berjuang mengirimkan siswa ke Jepang harus mau bersaing
dengan pandangan negatif ini. Walaupun LPK mereka terbukti mampu mengirimkan
siswa ke Jepang dan tidak tipu-tipu, image mereka sebagai LPK tetap dipandang
negatif biasanya.
Untuk
menghapus pandangan negatif ini, LPK harus mampu menggunakan marketing jujur
yang sesuai dengan keinginan anak muda. Keuntungan yang manis tidak akan
menjual sekarang, pendekatan dengan memperlihatkan benefit dan beratnya proses
kerja ke Jepang adalah hal yang wajib saat ini.
Bagi yang mau
kerja ke Jepang, tidak perlu terlalu takut daftar LPK. Selama jelas informasi
yang mereka berikan dan transparan soal sisi negatifnya, tempat tersebut masih
bisa dipercaya. Cek juga bayaran yang diperlukan oleh LPK. Pilih LPK yang
sesuai kebutuhan kamu dan harganya sesuai kemampuan. Jangan sampai sudah utang
sana-sini bayar LPK mahal tapi gagal berangkat karena salah pilih!
Semoga informasi ini membantu kamu lebih paham mengapa ada pandangan negatif soal LPK di anak muda yang mau kerja ke Jepang. Semoga kamu sekalian yang mau kerja ke Jepang, dilancarkan jalurnya menurut pilihan masing-masing!