Jangan Sampai Kena Tegur Tidak Sopan Akibat Pelanggaran Sepele di Jepang, Berikut 5 Kelakuan yang Wajib Dihindari!

Jangan sampai lakukan pelanggaran sepele di Jepang, wajib ikuti aturan dan baca rambu yang tersedia!
Kredit Gambar: HONG FENG/Unsplash

Banyak aturan kecil yang harus kamu ikuti di Jepang. Pelanggaran sepele di Jepang tidak akan beri tilang ataupun hukuman, tapi kamu bisa malu dilirik negatif oleh orang sana. Maka dari itu, coba belajar 5 kelakuan yang harus dihindari agar tidak melakukan pelanggaran sepele selama di Jepang!

Makan Sambil Jalan di Jepang

Pelanggaran sepele pertama adalah soal makan sambil jalan di Jepang. Di Jepang banyak tempat jajan dan tidak banyak tersedia tempat duduk. Akibatnya, banyak wisatawan dan warga asing memilih makan sambil jalan. Hal ini sayangnya menyalahi norma sopan di Jepang.

Jika ingin makan, kamu harus duduk atau minimal berdiri tetap di satu tempat. Tempat yang paling pas untuk berdiri sambil makan adalah lokasi dekat vending machine di Jepang. Di situ pasti ada tempat sampah dan biasanya teduh. Walaupun tidak dapat tempat duduk, lokasi ini minimal mengurangi lirikan negatif dari orang Jepang.

Boncengan Saat Naik Sepeda  di Jalanan Jepang

Sekedar naik sepeda saja bisa kena masalah jika boncengan di Jepang. Aturan tidak boleh berboncengan sudah berlaku sejak tahun 2025. Aturan ini sebelumnya hanya sekedar saran saja, tetapi sekarang bisa jadi catatan criminal bila kamu langgar.

Aturan bersepeda di Jepang mirip dengan kendaraan lain. Kalau kamu langgar dan nekat berboncengan, siap-siap kena tilang di Jepang nantinya! Kecelakaan akibat naik sepeda berboncengan terjadi terlalu banyak di Jepang. Jadi, pastikan hindari berboncengan jika kamu naik sepeda di Jepang.

Menyebrang Jalanan Sepi di Jepang Tanpa Ikuti Lampu Merah

Pelanggaran aturan di Jepang lainnya yang ringan tapi sering terjadi adalah soal menyeberang. Di Jepang, kamu harus ikuti aturan lampu merah apapun situasinya. Walaupun jalan sepi dan tidak ada mobil, lampu merah selalu jadi patokan.

Jalanan sepi kalau lampu belum hijau, ya belum boleh menyeberang. Kamu juga harus pakai jalan zebra cross untuk menyeberang. Tidak boleh asal menyeberang jalan tanpa ada rambu khusus ini. Berikut adalah contoh video ilustrasi bagaimana orang Jepang mematuhi aturan sederhana menyeberang ini!

Sekarang, kamu bisa lihat kalau di Jepang sangat menjujung tinggi aturan. Mereka sangat malu jika melanggar aturan walaupun tidak ada yang melihat. Kondisi menyeberang jalan sepi saja masih ikut rambu lampu, padahal jarak menyeberang hanya beberapa langkah.

Kalau di Indonesia, jarak seperti itu tidak perlu pikir lagi. Selama sepi yang menyeberang. Perduli amat sama lampu, toh tidak ada kendaraan sama sekali! Namun, pemikiran seperti ini buruk jika di Jepang. Makanya, kamu harus ubah mindset biar gak kena teguran akibat sering menyeberang sembarangan di Indonesia.

Duduk di Pinggir Toko Atau Trotoar Jalan Saat di Jepang

Selama di Jepang, coba hindari duduk di pinggir toko dan trotoar. Kalau lelah dan ingin istirahat, coba cari tempat seperti café, taman ataupun halte. Duduk di depan toko atau pinggir trotoar dipandang tidak sopan oleh orang Jepang biasanya.

Dulu sempat ada masalah WNI di Jepang yang berkerumun dan duduk di pinggir trotoar. Mereka hanya hangout ngobrol tapi hal ini viral di Jepang sebagai hal negatif. Duduk di pinggir jalan adalah tindakan yang identik dengan gang atau preman di Jepang. Maka dari itu, kamu harus hindari tindakan ini.

Duduk di depan toko juga negatif, karena ini bisa mengganggu operasi jualan si pemilik toko. Kalau mau istirahat, mengapa tidak coba masuk ke dalam toko sekalian. Daripada duduk tidak jelas di depan atau pinggir toko milik orang Jepang, masuk sambil istirahat biasanya lebih diterima.

Pelanggaran duduk seperti ini tentu sederhana, tapi masih masuk pelanggaran aturan di Jepang. Walaupun sekedar melanggar norma kesopanan, tindakan ini tetap masuk ke arah pelanggaran di mata orang sana!

Wajib Pakai Alas Kaki Indoor Saat Ada di Jepang

Orang Indonesia kebiasaan tidak pakai alas kaki saat masuk area indoor. Kalau di Jepang, kamu perlu pakai alas kaki indoor saat masuk apartemen ataupun rumah orang. Jika lupa pakai alas kaki, kamu bisa dikira tidak sopan.

Pelanggaran sederhana ini sering terjadi pada warga asing lain. Contoh saja, wisatawan Australia sering lupa lepas alas kaki dan masuk rumah orang Jepang dengan sepatu outdoor. Kalau masalah WNI di Jepang, sering masuk rumah orang tanpa alas kaki. Dua hal ini sama-sama perilaku yang salah.

Sekarang kamu lebih tahu ada 5 pelanggaran sepele di Jepang yang membuat kamu dipandang tidak sopan. Maka dari itu, coba pelajari sebanyak-banyaknya aturan, normal dan batasan kesopanan yang ada di Jepang. Semakin paham soal budaya tinggal di sana, makin mudah kamu berbaur dan dipandang orang baik selama di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *