Jepang Ikut Pertemuan ASEAN di Juli 2025, Akankah Ini Buka Kesempatan Kerja ke Jepang Lebih Besar?
![]() |
Kehadiran Jepang di pertemuan ASEAN Juli 2025 dapat membuka kesempatan kerja ke Jepang lebih besar! Kredit Gambar: /Unsplash |
Banyak orang berharap ada kesempatan kerja ke Jepang lebih besar setelah berita Jepang akan hadiri pertemuan ASEAN. Dikabarkan pertemuan ASEAN pada pertengahan bulan Juli 2025 akan bahas banyak bentuk kerja sama.
Tentu saja,
sejarah Jepang kerja sama dengan
ASEAN sudah lama dilakukan. Namun, berdasarkan kondisi ekonomi sekarang, kerja sama yang lebih intensif
bisa terwujud antara dua belah pihak ini! Mulai dari kerja sama perdagangan,
teknologi, militer dan bahkan tenaga kerja bisa jadi opsi kerja sama yang lebih
erat.
Pertemuan
tersebut tidak hanya libatkan Jepang, tapi juga negara Asia Timur lainnya
seperti Korea Selatan dan China. Dikabarkan, ketiga negara Asia Timur akan
menjalin kerja sama lebih kuat lagi di tahun-tahun mendatang dengan ASEAN.
Dorongan
kerja sama dengan ASEAN ini tentu saja karena kondisi Amerika. Sekarang
perdagangan dengan Amerika tidak lagi kondusif akibat tarif, para negara Asia
Timur termasuk Jepang, butuh partner perdagangan dan industri baru.
Nah, topik
yang mendapat banyak lirikan adalah soal hubungan tenaga kerja antara negara
ASEAN dan negara Asia Timur. Terutama, banyak yang penasaran apakah kesempatan
kerja orang-orang ASEAN di Jepang, China dan Korea Selatan bisa lebih tinggi.
Sepertinya
Korea Selatan dan Jepang akan membuka kesempatan menyerap tenaga kerja lebih
besar di tahun mendatang. Negara di ASEAN seperti Vietnam dan Indonesia,
direncanakan akan menyumbang lebih banyak tenaga kerja di tahun 2026 nanti.
Dipastikan Korea Selatan dan Jepang lebih terbuka menerima para pekerja tersebut!
Berdasarkan
kondisi Korea Selatan dan Jepang yang membutuhkan banyak tenaga kerja di banyak
lowongan kerja, kesempatan kerja pasti lebih baik. ASEAN bisa manfaatkan kesempatan kerja ke Jepang dan Korea Selatan
lebih baik jika kerja sama pihak-pihak tersebut makin erat.
Walaupun
bahasan tenaga kerja terlihat positif, hal ini bisa berubah tergantung
perubahan pada kondisi Jepang dan Korea Selatan. Berdasarkan berita terkini,
Amerika telah mengenakan tariff baru bagi dua negara tersebut sebesar 25%.
Tarif ini
akan mengurangi banyak penjualan barang di Jepang dan Korea Selatan. Penurunan
angka ekspor dan penyempitan pasar, dapat menekan perusahaan di sana untuk
mengencangkan ikat pinggang. Apakah proses stabilisasi perusahaan tersebut
melibatkan PHK dan pengurangan tenaga kerja? Banyak orang tidak tahu bagaimana
kelanjutannya.
Mari b erharap saja, kerja sama lapangan kerja antara ASEAN dan Jepang serta negara Asia Timur lain berjalan baik. Jika kesempatan kerja ke Jepang, banyak muda-mudi Indonesia yang kesulitan cari kerja pasti terbantu dan menjadi lebih sejahtera.