Kondisi Krisis Rumah Kosong di Jepang Masih Parah, Tapi Kenapa Banyak Orang Sana Malah Senang?
![]() |
| Krisis rumah kosong di Jepang masih parah tapi perlahan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kredit Gambar: /Unsplash |
Rumor soal krisis rumah kosong di Jepang sudah mendunia. Mulai dari kabar sosial media sampai para pengamat akademik banyak membahas seputar ini. Dari banyak sumber, banyak yang bilang kondisi krisis rumah kosong di Jepang ini masih parah hitungannya. Namun, di sisi lain kok banyak orang Jepang yang merasa senang soal ini?
Penjelasan Soal Kondisi Krisis Rumah Kosong Jepang Saat
Ini
Kalau kamu berjalan di area kota kecil Jepang, kamu tetap
akan temukan rumah kayu dan jenis tradisional. Banyak rumah astetik ini tampak
indah, tapi ada juga yang seakan-akan terbengkalai. Rumah yang terlihat tidak
terawat inilah yang disebut akiya (空き家).
Jumlah akiya di Jepang ternyata tinggi. Menurut Badan
Statistik Jepang (Statistics Bureau of Japan), per 1 Oktober 2023, ada
sekitar 9 juta rumah kosong di Jepang, yang setara dengan 13,8% dari total stok
rumah di Jepang. Persenan tersebut diambil dari 65 juta rumah secara
keseluruhan di Jepang. Artinya, hampir 1 dari 7 rumah di Jepang tidak
berpenghuni dan bisa disebuat akiya.
Di beberapa wilayah pedesaan, kondisinya bahkan lebih parah.
Ada kota-kota kecil dan desa yang punya rumah kosong lebih dari 30% dari total
bangunan di area tersebut. Rumah-rumah kosong tersebut dibiarkan rapuh dimakan
usia tanpa ada yang merawat!
Dari kondisi ini kok banyak pihak di Jepang yang menunjukan
wajah gembira saat bahas krisis rumah kosong di Jepang? Ternyata hal ini
berhubungan dengan perbaikan kondisi properti kosong di Jepang beberapa tahun
terakhir!
Jumah Rumah Kosong di Jepang Melambat Berkembang
Data tahun 2023 yang menunjukan 13,8% rumah kosong di Jepang
adalah hasil yang lebih bagus daripada prediksi sebelumnya. Pada tahun 2015,
para ilmuan di Jepang prediksi pada 2023 ada 20,1% rumah dengan status akiya di
Jepang.
Dari perbandingan ini tentu kamu tahu dari mana asal
kegembiraan orang Jepang. Usaha mereka selama bertahun-tahun ternyata berhasil
memperlambat bertambahnya jumlah akiya. Walaupun belum berhasil menghilangkan
krisis rumah kosong di sana, progress kecil ini sudah dinilai baik.
Keberhasilan menekan perkembangan akiya disebabkan akan
banyak faktor seperti:
·
Pemberlakuan
aturan khusus melawan rumah kosong di Jepang oleh pemerintah. Menggunakan
aturan ini, pemerintah daerah di Jepang bisa ikut ambil alih rumah yang memiliki
resiko merusak lingkungan. Contoh saja rumah yang beresiko rubuh ke arah jalan,
rumah yang bisa rubuh menimpa tetangga dan menjadi sumber penyakit.
·
Pembuatan
situs “Akiya Bank” dari pemerintah Jepang. Website ini mencantumkan rumah
kosong yang ada di Jepang. Pencantuman rumah di situasi ini gratis dan rumah
tersebut bisa dijual ataupun disewakan dengan harga murah. Jadinya, orang bisa
cari rumah murah di Jepang lebih mudah menggunakan situs ini daripada
membiarkan rumah jadi akiya yang tidak terurus.
·
Pemerintah
Jepang juga ubah aturan pembebasan pajak properti. Pembebasan pajak fokus
diberikan untuk permudah urus pembongkaran rumah, renovasi, pengurusan properti
untuk urusan warisan hingga pengurusan hibah rumah kepada pemerintah jika tidak
ada yang urus.
·
Banyaknya
gerakan dari banyak pihak soal kesadaran masalah rumah kosong di Jepang. Kamu
mudah temukan komunitas dan organisasi non-profit yang melayani pengurusan
rumah kosong. Mereka bahkan ada yang menyediakan layanan alih fungsi rumah
tersebut agar rumah tidak ditinggalkan kosong.
·
Banyak
influencer dan konten creator di sosial media Jepang bahas soal akiya juga. Ada
yang buat konten memperbaiki rumah akiya hingga layak dijual kembali. Ada juga
yang membuat vlog berpetualang cek akiya yang masih menarik untuk dibeli atau
dijadikan tempat tinggal.
·
Promosi pada sosial media juga
menggerakan warga asing yang mau tinggal di Jepang. Sebagai contoh saja, banyak
warga asing beli rumah di Jepang dan memilih reparasi akiya daripada beli rumah baru. Banyak orang asing
suka astetik rumah tradisional Jepang ternyata!
Semua hal ini ternyata berhasil menggerakan kondisi krisis
rumah kosong di Jepang. Sekarang banyak pihak mempertimbangkan beli rumah akiya
di kota kecil karena harganya murah daripada jari yang di kota besar. Selama
area kota kecil tersebut mudah akses ke tempat kerja ataupun ke kota besar,
rumah tersebut pasti laku.
Walaupun Membaik, Masalah Krisis Rumah Kosong di Jepang
Masih Nyata
Kondisi yang membaik bukan berarti masalah krisis rumah
kosong di Jepang akan menghilang. Proses mengurangi masalah ini hingga tidak
muncul lagi masih panjang. Masalahnya, tantangan kedepannya akan lebih sulit
dilakukan.
Kamu harus tahu Jepang punya populasi lansia yang
presentasenya terus naik. Sekarang tercatat 29% penduduk Jepang berusia 65
tahun ke atas. Saat para lansia meninggal, siapa yang akan urus rumah mereka?
Generasi muda banyak yang pindah ke kota-kota besar seperti
Tokyo atau Osaka untuk berkembang. Mereka pasti tidak mau pindah lagi ke
pedesaan tempat para lansia hanya untuk urus rumah mereka. Hasilnya, jumlah
akiya di pedesaan tetap lebih banyak di Jepang.
Birokrasi mengurus properti masih mahal dan ribet di Jepang.
Hal inilah yang mendorong banyak pemilik rumah di Jepang memilih meninggalkan
rumah tersebut kosong tidak terurus. Bila diurus serius, para pemilik harus
rela rugi waktu, tenaga dan uang agar rumah bisa dikelola agar mudah djual atau
disewakan.
Kondisi Akiya Bisa Jadi Peluang Bagi Para Warga Asing di
Jepang
Sebenarnya
kondisi di akiya di Jepang bisa dimanfaatkan oleh warga asing yang ingin
tinggal di Jepang. Saat krisis rumah kosong di Jepang terjadi, harga
rumah terbengkalai pasti murah. Jika punya modal untuk renovasi dan perbaikan,
kamu lebih baik memilih akiya daripada beli rumah baru.
Rumah baru di Jepang rata-rata lebih mahal daripada sekedar
perbaikan akiya. Apalagi jika akiya kondisinya masih cukup bagus. Antusiasme warga
asing beli rumah di Jepang juga tinggi. Banyak warga dari negara barat sering
cek Akiya Bank untuk cari rumah.
Akiya di website tersebut ada yang harganya 5 jutaan Rupiah
atau bahkan gratis dengan syarat tertentu. Syarat biasnaya berupa mau renovasi
dan mau menempati rumah tersebut sendiri. Dibandingkan full beli rumah baru,
opsi seperti ini jelas lebih menarik!
Bagi tenaga kerja Indonesia yang sudah dapat visa TG2, kamu
berkesempatan memiliki rumah di jepang dengan cara tersebut. Membawa keluarga
ke Jepang bisa jadi impian tersendiri bagi banyak orang Indonesia tentunya!
Bagaimana Masa Depan Rumah di Jepang?
Pakar memprediksi kalau tren krisis ini akan terus
berlanjut. Sebagai catatan, Jepang bisa punya 12 juta rumah kosong pada tahun
2033 atau sekitar 1 dari 5 rumah di seluruh negeri terbengkalai. Walaupun
begitu, pemerintah Jepang sudah mulai membenahi regulasi properti dan mendorong
program revitalisasi desa demi mencegahnya lebih parah.
Jika gerakan melawan krisis rumah kosong di Jepang bisa berjalan baik, hasilnya pasti akan lebih positif. Seperti prediksi 2015 yang meleset, mudah-mudahan prediksi yang saat ini disuarakan juga tidak tepat. Mari dukung usaha pihak Jepang memperbaiki kondisi krisis properti di sana!


