Topic Masalah Cover Lagu Jepang Jadi Viral di Twiter! Kenapa Cover Lebih Populer dari Aslinya?

Diskusi masalah cover lagu Jepang sempat viral di Twitter, sumbernya adalah jumlah view YouTube ternyata.
Kredit Gambar: Alvaro Reyes/Unsplash

Tahukah kamu kalau ada diskusi viral soal masalah cover lagu Jepang? Diskusi ini terjadi di sosial media X.com dan melibatkan banyak netizen Jepang. Bahasan viral di sosmed Jepang ini bahkan sampai dapat 10 juta views pada akhir 28 Agustus 2025 lho! Penasaran apa yang buat diskusinya populer? Nih, bahasannya!

Awal Mula Masalah Cover Lagu Jepang

Di platform X (dulu Twitter), seorang pengguna Jepang dengan akun @MxwksoEuf, memicu diskusi panas. Ia kesal karena banyak cover lagu di YouTube justru memiliki jumlah penonton lebih tinggi dibandingkan versi asli.

Nih, postingan yang jadi awal mula permasalahan dan diskusi viral soal cover lagu ini:

Pada postingan berikutna si user juga merasa kecewa pada views lagu Aimer "RE: I AM" yang kalah jumlahnya dibanding view video lagu cover dari Vtuber. Inilah yang kemudian disebut banyak orang sebagai masalah cover lagu Jepang. Menurut mereka fenomena ketika cover mendominasi membuat pencipta asli terasa kurang dihargai.

Reaksi Netizen Jepang Terhadap Masalah Ini

Berdasarkan percakapan di Twitter hasil tangkapan tanggal 27 Agustus 2025, respons warganet Jepang beragam, mulai dari frustrasi hingga santai. Berikut adalah beberapa contoh respon mereka:

Tidak Sedikit yang Tunjukan Rasa Frustrasi & Kecewa

Beberapa ada yang mengaku agak gak terima versi asli dari artis mendapatkan view yang di bawah video cover. Mereka anggap hal ini sebagai hal yang disayangkan, padahal lagu tersebut adalah hasil artis originalnya. Tanpa hasil kerja yang original, tidak mungkin cover bisa dihasilkan.

Ajakan Untuk Mendukung Seniman Asli

Banyak yang promosikan artis dan pencipta lagu asli di tengah diskusi ini. Golongan ini merasa orang harus cari tahu lebih dalam jika menyukai lagu di YouTube. Jangan cuma dengar tapi pahami baik. Contoh saja orang sempat kira Ado adalah penyanyi yang cover Usseewa, padahal itu lagu asli dari penyanyi ini!

Suka Kolaborasi yang Bisa Jadi Peluang

Dalam diskusi, tidak sedikit yang berpendapat lagu cover bisa membuka kesempatan kolaborasi. Kebanyakan penyanyi asli dan orang yang cover berinteraksi di internet dan terlihat rukun. Hal ini bisa dilihat dari aspek positif.

Contoh saja interaksi Iori Kanzaki, pembuat lagu asli “Life Hates Us Now” dengan Mafumafu yang cover lagu tersebut. Walaupun video Mafumafu lebih populer, kedua orang ini masih rukun dan interaksi positif di sosial media.

Banyak yang Bahas Fans Jadi Pemicu Masalah

Dalam diskusi, banyak kritik ditujukan pada perilaku fans. Biasanya fans mudah sekali tinggalkan komentar seperti “cover ini lebih bagus dari yang asli” atau bahkan memberi cap cover sebagai “versi original”.

Hal seperti inilah yang bisa membuat komunitas pecinta musik originalnya marah. Coba jangan buat komentar seperti ini  karena menunjukan tidak hormat pada pembuat musik aslinya!

VTuber dan Lonjakan Cover Lagu Jepang di YouTube

Hal yang menyebabkan diskusi soal cover ini menarik adalah hubungannya dengan vtuber. Ternyata jumlah cover lagu Jepang di YouTube naik pesat pada masa pandemi. Pada masa ini, trend jadi vtuber banyak muncul di YouTube.

Vtuber sering membuat cover lagu untuk menunjukan kemampuan bernyanyi mereka. Nah, fans vtuber banyak yang nonton akhirnya. Dari sinilah jumlah view lagu cover vtuber bisa lebih tinggi dibanding pencipta aslinya.

Fenomena VTuber dan penyanyi cover di YouTube menjadi faktor besar dalam masalah cover lagu Jepang. Menurut YouTube Culture and Trends Report 2025, video VTuber mencapai 50 miliar penayangan sejak 2022, dan sebagian besar adalah cover lagu populer.

Masalah Cover Jepang itu Ancaman atau Promosi Gratis?

Meski disebut masalah, tidak semua dampaknya negatif. Banyak label musik di Jepang melihat cover sebagai cara promosi: bisa meningkatkan streaming lagu asli hingga 20–30%, asalkan kredit kepada pencipta tetap jelas.

Selain itu, banyak cover Jepang yang membuat lagu lebih dikenal dan akhirnya dinikmati lebih banyak orang. Pencipta lagu tentu akan terbawa menjadi terkenal dan bisa mendapatkan perhatian lebih karena cover yang terkenal tadi.

Masalah cover lagu Jepang di YouTube menunjukkan pergeseran cara orang menikmati musik. Bagi sebagian orang, ini merugikan pembuat lagu dan penyanyi asli. Namun bagi kelompok yang lain, ini peluang untuk memperkenalkan musik ke generasi baru.

Bagaimana menurutmu? Apakah cover lagu merusak penghargaan terhadap karya asli, atau justru membuat musik Jepang makin dikenal dunia? Apakah menurut kamu masalah cover lagu Jepang ini menarik?

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *