Industri Jamur Shittake di Jepang Terancam Krisis Tenaga Kerja, Kesempatan Orang Indonesia Nih!

Industri jamur shittake di Jepang memiliki potensi serap banyak tenaga kerja Indonesia.
Kredit Gambar: yao oo/Unsplash

Industri jamur shiiktake di Jepang cukup besar. Katanya, produksi jamur shiitake di Jepang banyak supply pasar global. Jadi tidak heran jika Jepang antusias mendorong pengembangan industri pertanian dan pengolahan jamur shiitake.

Walaupun mendatangkan banyak pemasukan, industri jamur ini terancam masalah besar. Seperti yang sudah kamu ketahui, Jepang menghadapi krisis tenaga kerja. Industri jamur shiitake di Jepang mulai dipenuhi pekerja lansia dan butuh darah baru. Krisis tenaga kerja di Jepang hanya bisa diobati dengan supply pekerja muda bukan hanya pekerja lansia.

Krisis kerja industri jamur shiitake belum sampai level parah karena banyak lansia yang masih aktif bekerja di situ. Namun, beberapa tahun lagi, industri ini bisa kekurangan tenaga kerja yang sangat banyak. Bayangkan jika para lansia yang aktif sekarang pada pensiun, siapa yang menggantikan?

Seperti di jelaskan pada video YouTube dari Channel Business Insider, industri jamur shiitake Jepang bisa menggerakan ekonomi dengan nilai 740 juta US Dollar secara global. Jika industri jamur shiitake ini melemah hanya karena kurang tenaga kerja, jaringan global juga terancam masalah.

Jepang sudah menjadi supplier tetap banyak industri global yang butuh jamur shiitake. Terutama untuk industri kuliner high class yang menggunakan bahan mahal. Restoran-restoran berbintang pasti tidak mau ganti menu jika sudah cocok pakai bahan Shittake otentik dari Jepang tentunya!

Nah, bagaimana untuk solusinya? Jepang sudah punya jawaban, yaitu menyerap tenaga kerja asing. Pekerja Indonesia pasti mau berkarya di industri shiitake ini. Baik dari proses penanaman, pengolahan, pengemasan dan bahkan delivery, semua bisa dilakukan tenaga kerja Indonesia.

Industri jamur shiitake di Jepang tidak hanya soal pengolahan makanan, tapi juga proses budidaya-nya. Jamur shiitake memang sulit dikembangkan natural, tetapi tetap ada jalan untuk memperbanyak jumlahnya. Banyak situs hutan di Jepang menjadi tempat budidaya shiitake. Orang Indonesia bisa berperan menjaga hutan tersebut dan mengolahnya untuk hasilkan lebih banyak shiitake.

Orang Indonesia juga bisa kerja untuk panen area hutan yang luas untuk dapatkan jamur shiitake kualitas tinggi. Selanjutnya, orang Indonesia bisa isi job pengolahan jamur shiitake juga di pabrik. Pengolahan jamur shiitake untuk dikeringkan dan dikemas, bisa dilakukan di pabrik.

Jepang yang kekurangan sopir juga bisa serap tenaga kerja Indonesia untuk distribusi produk jamur shiitake tersebut. Jadi, dapat dipastikan ada peluang besar masalah Industri jamur shiitake di Jepang teratasi jika serap tenaga kerja dari Indonesia.

Mudah-mudahan kedepannya Industri ini terus berkembang dan tidak mati hanya karena masalah tenaga kerja. Banyak kok orang yang mau isi lowongan tersebut, selama menyerap tenaga kerja asing, pasti tidak masalah! Bagaimana, kamu sekarang lebih paham bukan kondisi Industri jamur shiitake di Jepang? Apakah tertarik kerja di industri ini?

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru