Netizen Jepang Debat Akibat Dua Restoran Ramen di Kyoto Dipaksa Tutup, Emang Apa Sih Masalahnya?

Akibat dua restoran ramen di Kyoto tutup, netizen Jepang malah jadi debat hebat soal kejelasannya.
Kredit Gambar: 1Click/Unsplash

Ada berita besar soal dua restoran ramen di Kyoto akan dipaksa tutup. Mereka tutup karena dilaporkan oleh seorang customer soal kecoa di makok ramen pesanannya. Pihak customer tidak sekedar complain tapi melaporkan kejadian tersebut.

Setelah pelaporan di usut oleh departemen kesehatan di Jepang, akhirnya dua restoran ramen ditutup. Dua restoran ramen tersebut ternyata cabang dari franchise terkenal yaitu Tenkaippin. Akibat libatkan franchise toko terkenal, akhirnya beritanya meledak!

Berita ini cukup besar karena tidak hanya menyebar di internet tapi juga menjadi liputan berita TV di Jepang. Berikut adalah cuplikan laporannya dalam bentuk video YouTube:

Pada liputan berita restoran ramen tutup tersebut disampaikan penyebabnya dengan jelas. Namun, pemberitaan ini malah menumbuhkan keraguan. Debat akhirnya muncul di bagian komentar video berita tersebtu dan juga di sosial media seperti X.com.

Di satu sisi ada yang bersyukur restoran tidak bersih dilaporkan hingga ditutup. Namun, ada juga yang meragukan berita tersebut. Tentu masalah kebersihan restoran Jepang ada yang parah, tapi kalau kecoa sampai masuk ke mangkok ramen terasa tidak masuk akal.

Salah satu komentar yang tidak percaya muncul di sosial media sepeti X.com. Berikut adalah salah satu komentar yang meragukan laporan si customer:

Pada postingan tersebut, akun @snow2030 meragukan bagaimana kecoa bisa masuk mangkuk tanpa terlihat oleh petugas. Apakah kecoa masuk saat menuang kuah? Saat menaruh toping? Atau saat dibawa ke meja customer? Dalam setiap tahapannya, harusnya kecoa itu terlihat sebelum sampai ke customer.

Rasa ragu ini diperkuat dengan banyaknya konten prank anak muda yang melakukan berbagai aksi negatif di restoran. Mulai dari menjilat botol kecap ataupun menambahkan garam di bubuk merica meja. Keraguan ini muncul apakah si customer sendiri yang menaruh kecoa di mangkok?

Namun, keraguan ini hanya teori semata. Buktinya, restoran ramen di Kyoto memang ditutup oleh pihak yang bertaggung jawab.

Suara ragu tidak hanya disuarakan oleh satu akun saja, berikut ada akun @korowakunayami mengutarakan keraguan yang sama:

Postingan ini mengungkapkan bagaimana kecoa hanya bisa masuk ke mangkok jika pihak restoran memang tidak perduli. Tahapan bikin mangkok ramen itu banyak. Kalau dalam setiap tahapan gak ngeliat kecoa, ada kemungkinan petugasnya tahu tapi tetap cuek.

Dulu sempat ada kasus koki yang sengaja mencampur makanan dengan serangga sebelum disajikan ke orang yang dia tidak suka. Kondisi seperti ini personal dan bukan salah toko. Jadi, seharusnya pihak toko tidak kena hukuman sampai harus ditutup selama pelakunya tertangkap.

Perdebatan antara ada yang dukung toko ditutup, ada yang curiga customer yang buat masalah dan ada juga yang curigai staff tidak bertanggung jawab. Bagaimanapun teori mereka, debat soal ini jadi hangat di netizen Jepang.

Bagaimana menurut kamu soal kasus restoran ramen di Kyoto yang ditutup ini? Mudah-mudahan kedepannya kasus menjadi jelas dan restoran ramen ini dapat perbaiki diri dan menjadi ramai kembali!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru