Jangan Terlena Jalur Kerja TG Jepang Bagi yang Tidak Berpengalaman! Emang Apa Masalah Jalur Ini?

Jalur kerja TG Jepang banyak daya tariknya dari magang, tapi jangan cuma lihat enaknya!
Kredit Gambar: Simona Sergi

Banyak orang Indonesia tertarik ambil jalur kerja TG Jepang. Hal ini karena TG menawarkan gaji yang lebih besar dan juga benefit yang lebih tinggi dibandingkan sekedar magang. Namun, memilih jalur TG tidak selalu bagus untuk kamu. Mengapa demikian? Kamu harus ingat bahwa TG adalah kerja penuh dan tanggung jawabnya lebih besar daripada magang.

Bagi kamu yang belum pernah memiliki pengalaman kerja, TG tidak disarankan. Kamu yang kerja jalur ini akan dianggap sebagai orang yang bisa diajak kerja dan tahu prosedur kerja langsung di Jepang. Hasilnya, banyak tenaga kerja Indonesia jalur TG kena hukuman lebih berat dibandingkan yang magang saat lakukan kesalahan.

Kalau ambil kerja ke Jepang jalur magang, kamu dianggap masih latihan alias belum bisa kerja secara penuh. Pelatihan dan arahan akan terus diberikan dari perusahaan sampai kamu lancar kerja. Kalau TG, kamu akan dilepas dan dibiarkan bekerja sendiri. Tidak ada istilah mengajari ataupun mengarahkan seperti saat kamu belum tahu apa-apa soal kerjaan. Hasilnya, saat kamu lakukan kesalahan, hukuman potong gaji ataupun surat SP bisa turun.

Kalau magang Jepang, kamu paling hanya kena warning jika lakukan kesalahan. Selain itu, kamu boleh tanya-tanya dan minta panduan saat tidak mengerti seputar pekerjaan. Beban kerjanya juga lebih ringan dibanding jalur kerja TG Jepang pada bidang yang sama.

Syarat magang Jepang juga lebih ringan dibandingkan TG. Kamu yang baru lulus SMK/SMA bisa magang ke Jepang hanya dengan ikut pelatihan. Tidak perlu cari sertifikat kerja SSW seperti untuk berangkat TG. Jadi, beban persyaratan-pun lebih ringan!

Banyak pekerja Indonesia menyadari masalah TG. Makannya, banyak yang rekomendasikan kamu ambil jalur magang dulu saat belum punya pengalaman kerja. Proses magang akan ajarkan kamu budaya kerja di Jepang, panduan kerja, adaptasi hidup di sana dan beri gambaran jelas lingkungan kerja di Jepang juga.

Nah, saat sudah terbiasa kerja magang dan selesaikan kontrak 3 tahun, kamu bisa loncat jalur kerja TG. Kamu bahkan tidak perlu cari SSW bidang kerja jika memilih jalur TG yang sama dengan bidang kerja magang.

Walaupun kerja magang gajinya tidak sebesar TG, kamu masih terima uang besar kok. Jadi, selama kerja 3 tahun kontrak magang, kamu masih menikmati bisa menabung banyak. Tabungan banyak bisa jadi modal untuk kerja jalur kerja TG Jepang nantinya.

Bagaimana? Sudah jelas bukan kalau kerja magang ke Jepang merupakan pilihan yang lebih tepat bagi kamu yang pemula soal kerja. Daripada kena masalah terus ambil jalur TG, lebih baik mulai karir di Jepang dari magang!


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru