Gak Nyangka Produk Makanan Indonesia di Jepang Makin Laku, Apa Ya Penyebabnya?

Ilustrasi produk makanan Indonesia di Jepang yang makin laku hasik UMKM.
Kredit Gambar: Wikipedia

Produk makanan Indonesia di Jepang semakin dapat sorotan karena makin mudah ditemukan. Para pekerja Indonesia di Jepang mengaku kalau kangen makanan Indonesia, bisa cari mudah di toko-toko khusus ASEAN.

Bayangkan bisa makan camilan khas Bandung yaitu basreng saat sibuk kerja di Jepang? Pasti bisa sembuhkan rasa kangen tersendiri. Soalnya, camilan pedas seperti basreng ini, jarang sekali ada di Jepang.

Kemudahan akses beli produk Indonesia di Jepang mendapatkan apresiasi dari Bea Cukai Indonesia. Kenaikan ekspor produk seperti makanan kemasan, frozen food dan bahkan bawang goreng, adalah bukti produk Indonesia itu bagus!

Bawang goreng adalah salah satu produk makanan Indonesia di Jepang yang laku keras ternyata.
Kredit Gambar: Wikipedia

Saking mudahnya cari makanan produk Indonesia, ada lho pedagang keliling yang khusus jual produk ini. Pedagang keliling seperti ini biasanya ada di area yang gak banyak sediakan makanan halal!

Banyak ternyata produk makanan Indonesia yang sampai ke Jepang adalah hasil usaha para UMKM.  Salah satu contoh-nya adalah Mama Yon, UMKM asal Bekasi, yang pada akhir 2025 berhasil mengekspor 1,9 ton camilan ke Jepang.

Makanan yang berhasil dijual ini bukan makanan mewah, tapi justru yang biasa masyarakat Indonesia nikmati sehari-hari. Misal saja produk basreng pedas, keripik taro, dan batagor kering. Produk ini dikirim secara resmi lewat kontainer ukuran besar, dan disebut “laris manis” oleh bea cukai. Bukti bahwa orang Jepang ternyata bisa cocok dengan rasa pedas-gurih khas Indonesia.

Bukan cuma Mama Yon. UMKM Bandung juga ikut bersinar lewat merek Bechips, yang beberapa kali mengirim ribuan bungkus keripik talas dan basreng ke Jepang. Repeat order menunjukkan kalau produk ini bukan sekadar coba-coba, tapi sudah punya pasar loyal di negeri sakura.

Bahkan perusahaan ayam olahan seperti Belfoods sudah pernah mengekspor chicken nuggets ke Jepang hingga 6 ton jumlahnya. Sudah jelas kalau ini menandakan dunia kuliner Jepang makin terbuka pada produk olahan Indonesia dengan standar mutu tinggi.

Produk lain yang mencuri perhatian adalah bawang goreng dari Probolinggo. Tahun 2020, ekspornya ke Jepang meningkat hingga hampir dua ton, membuktikan bahwa gaya masakan Jepang pun butuh sentuhan renyah dan gurih khas Indonesia.

Makin ke sini, produk-produk seperti sambal kemasan, keripik tempe, hingga frozen durian pun mulai tembus pasar Jepang berkat kontribusi pameran internasional seperti Foodex di Tokyo. Acara World Expo Osaka 2025 kemarin juga memperkenalkan kopi-kopi khas lewat Pavilliun Indonesia dalam acara tersebut.

Kenapa ini bisa terjadi? Selain kualitas produk yang makin baik, ada peran besar dari inovasi rasa, peningkatan kemasan, dan bantuan ekspor dari instansi seperti Bea Cukai.

Aspek lain yang mendukung adalah trend orang Jepang yang berani coba-coba makanan eksotis negara lain. Banyak masyarakat Jepang mulai penasaran dengan cita rasa Asia Tenggara, terutama dari Indonesia. Rasa ingin tahu inilah yang membuat produk makanan Indonesia jadi laku di Jepang.

Buat pelaku UMKM, ini kabar baik. Artinya, peluang ekspor makin terbuka lebar. Asal kualitas terjaga, kemasan menarik, dan sertifikasi terpenuhi, kamu juga bisa kirim ekspor produk ke Jepang. Buat konsumen di Indonesia, mungkin ini pengingat bahwa makanan ringan yang sering kita anggap “biasa” punya potensi go international.

Bagipekerja Indoensia di Jepang yang kangen makanan khas negara sendiri, kamu sekarang tidak perlu bingung. Produk snack Indonesia bakal semakin mudah kamu beli di sana. Bagi yang tertarik kerja ke Jepang, langsung gas aja. Gak perlu takut gak bisa cari makanan Indonesia di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru