Pentingnya Kedewasaan untuk Kerja ke Jepang, Jangan Sampai Drama di Apato Bikin Kamu Dipulangkan Perusahaan!
![]() |
| Demi hindari masalah relasi bekerja, kamu harus tahu pentingnya kedewasaan untuk kerja ke Jepang! Kredit Gambar: /Unsplash |
Selalu ingat pentingnya kedewasaan untuk kerja ke Jepang! Hal ini penting diingat karena kasus mentalitas orang Indonesia jadi masalah saat ke Jepang. Kabarnya bahka ada yang kena masalah dengan perusahaan hanya soal drama dengan teman satu apato.
Masak mau hanya karena masalah sikap jelek, kamu dipulangkan kembali ke Indonesia? Pergi ke Jepang gak murah lho! Kalau
kamu melewatkan kesempatan kerja di luar negeri hanya masalah sikap dan gengsi
seperti ini, kamu artinya membuang jalur rejeki sendiri!
Kasus Pekerja Indonesia Dipulangkan Perusahaan Jepang
Akibat Drama Apato
![]() |
| Gara-gara gak mau bersih-bersih piring dan ruangan, kamu bisa dipulangkan oleh perusahaan Jepang. Kredit Gambar: James White/Flickr |
Bahasan ini
menjadi ramai di sosial media setelah ada berita pekerja Indonesia
dipulangkan setelah beberapa bulan bekerja di Jepang. Ternyata dirinya
dipulangkan hanya karena tidak masuk satu hari saja di tempat kerja.
Kalau menimbang umur dan masalah bolos ini, terlihat bukan
hal besar bukan dari perspektif orang Indonesia. Namun, buat orang Jepang, hal
ini sudah sangat parah. Apalagi saat diusut, dirinya bolos bukan karena masalah
urgent, tapi hanya stress kondisi hidup di apato.
Dari informasi sementara, orang yang stress itu merasa
dikucilkan di tempat tinggal. Dirinya memang introvert dan sulit bergaul. Hal
inilah yang membuat drama di apato dan sering hasilkan perseteruan. Apalagi soal
tanggung jawab tinggal bersama. Urusan bersih-bersih, jadwal masak dan tugas
cuci piring, jadi drama tiap hari.
Bayangkan kehilangkan kesempatan kerja ke Jepang hanya
karena sumber masalah seperti ini? Kalau sudah memiliki sikap dan mental
dewasa, urusannya pasti gak akan meledak jadi stress apalagi dipulangkan
perusahaan Jepang!
Pentingnya Belajar Kedewasaan Untuk Kerja ke Jepang
Sikap dan
mental memang salah satu syarat penting bisa kerja. Gak cuma di Jepang, tapi di
berbagai tempat profesional juga. Sayangnya pentingnya kedewasaan untuk
kerja ke Jepang ini sering terlupakan bagi anak muda Indonesia yang mau kerja
ke sana.
Bahasan kedewasaan ini mendapat sorotan setelah adanya
veteran WNI kerja di Jepang yang membahasnya. Berikut adalah salah satu akun yang
ikut diskusi dalam masalah tersebut:
Akun hohoardiyan_ di Instagram memang memberikan perspektif
yang tepat. Dalam kondisi tinggal bersama dan merantau kerja Jepang, setiap
individu harus bisa bersikap dewasa. Jangan sampai hal-hal kecil mejadi drama
dan merusak mental ataupun relasi.
Tinggal di apato dengan rekan kerja harus bisa bersikap,
adaptasi, berkomunikasi dan menjaga harmonisasi. Setiap orang pasti punya gaya
hidup dan sikap sendiri-sendiri, tapi bukan berarti gak bisa tinggal bersama
secara harmonis!
Kalau kamu orangnya suka menyendiri, minimal tetap jalankan
tanggung jawab hidup bersama dan salam-salam juga sama teman satu apato. Jangan
terlalu memisah diri dan gak perduli soal kondisi hidup bersama.
Bagi orang yang suka gaul, kamu jangan menyudutkan orang
yang terlihat suka menyendiri. Tetap coba komunikasi dan jalin relasi. Minimal
salam dan komunikasi soal tugas tinggal bersama. Kalau orang penyendiri itu
baik, pasti kondisi hidup tetap aman dan damai kok!
Gak perlu drama-drama gak jelas hanya karena masalah kecil
seperti lupa bersih-bersih, lupa buat nasi ataupun gak mau ikut kumpul hangout
bareng! Selama semua bisa bersikap dewasa dan normal, masalah kecil tinggal
bersama gak akan meledak hingga urusan perusahaan!
Solusi Bisa Lebih Dewasa dan Siap Kerja ke Jepang Memang
IM Japan!
![]() |
| Kamar berantakan adalah tanda kurang kedewasaan untuk kerja ke Jepang menurut IM Japan. Kredit Gambar: /Unsplash |
Masalah
kedewasaan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan latihan dan pembangunan
mental. Makanya, penting bagi kamu yang ingin kerja ke Jepang untuk ikuti
pelatihan. Salah satu pelatihan yang pas dan memang fokus bangun mental adalah
IM Japan.
Pelatihan
IM Japan melibatkan asrama wajib dan proses panjang yang melatih pesertanya gak
cuma aspek bahasa. Mulai dari tugas, interaksi dengan pelatih, kebiasaan
laporan dan pembiasaan tinggal di asrama adalah ciri khas IM Japan. Semua ini
dilakukan untuk biasakan peserta berada di tekanan situasi kerja Jepang.
Kalau sudah
terbiasa dengan kondisi tersebut, perspektif peserta bisa berubah dan lebih
dewasa setelah pelatihan. Hal inilah yang menjadikan lulusan IM Japan jarang
kena masalah drama kecil yang meledah hingga dipulangkan.
Jangan remehkan pendidikan mental IM Japan dan prosesnya!
Jalur IM Japan memang ketat, tapi semua ini dapat membantu kamu lebih siap
kerja di Jepang.
Bagaimana, sudah jelas soal bahasan pentingnya kedewasaan
untuk kerja ke Jepang? Sekarang waktunya kamu memilih jalur kerja ke Jepang
kamu! Kalau terarik program IM Japan, gunakan pelatihan LPK yang tepat juga
agar kamu lancar seleksinya, ya!




