Terlambat 1 Menit, Gagal Selamanya? Inilah Alasan Disiplin Sangat Dijunjung di Jepang!
![]() |
| Budaya Kerja Disiplin Waktu yang Sangat Penting di Jepang Kredit Gambar : Wikipedia |
Disiplin kerja di Jepang bukan sekadar aturan
tertulis, melainkan nilai hidup yang melekat kuat dalam budaya kerja Jepang. Di
negara dengan julukan Negeri Sakura ini, keterlambatan satu
menit saja bisa menjadi penilaian serius, terutama dalam wawancara kerja di
Jepang. Buat banyak pekerja
asing, hal ini sering dianggap berlebihan, tapi
bagi orang Jepang, justru ini menunjukkan sikap dan
karakter seseorang.
Dampak Kecil, Penilaian Besar
Dalam budaya kerja Jepang, datang lebih awal dianggap
sebagai bentuk rasa hormat kepada perusahaan dan pewawancara. Terlambat, meski
hanya satu menit bisa diartikan sebagai kurangnya keseriusan, ketidakmampuan
mengatur waktu, dan minimnya rasa tanggung jawab. Itulah sebabnya disiplin
kerja di Jepang sering dianggap lebih penting daripada kemampuan teknis semata.
Bahkan, ada pepatah tidak tertulis di Jepang: “Datang tepat waktu berarti
sudah terlambat.” Idealnya, kandidat sudah hadir 10–15 menit sebelum jadwal
dimulai.
Dalam wawancara kerja di Jepang, pewawancara tidak hanya
menilai jawaban, tetapi juga bahasa tubuh, cara duduk, nada bicara, hingga
ekspresi wajah. Keterlambatan sekecil apa pun langsung memberi kesan negatif
dan sulit diperbaiki, meskipun kemampuan bahasa atau pengalaman kerja pelamar
tergolong baik. Di tengah proses seleksi, perusahaan Jepang sering kali lebih
memilih kandidat dengan attitude baik dan disiplin tinggi dibandingkan kandidat
yang pintar namun dinilai kurang sopan atau ceroboh.
Mengapa Orang Jepang Sangat Menghargai Disiplin?
Akar dari budaya kerja Jepang berasal dari nilai
kolektivitas. Satu orang yang terlambat bisa mengganggu ritme tim dan dianggap
merugikan orang lain. Oleh karena itu, disiplin kerja di Jepang bukan hanya
kewajiban pribadi, tetapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan kerja secara
keseluruhan. Nilai ini ditanamkan sejak kecildi sekolah, klub, hingga dunia
kerja sehingga menjadi standar yang tidak bisa ditawar.
Tips Agar Tidak Gagal di Wawancara Kerja Jepang
Agar sukses menghadapi wawancara kerja di Jepang, berikut
beberapa tips penting:
·
Datang minimal 10–15 menit lebih awal
·
Gunakan pakaian formal dan rapi
·
Lakukan ojigi (membungkuk) saat memberi salam
·
Duduk tegak, tidak bersandar atau menyilangkan
kaki
·
Gunakan bahasa sopan dan nada serius
Langkah-langkah sederhana ini menunjukkan bahwa kamu
memahami dan menghormati budaya kerja Jepang. Bagi kamu yang bercita-cita
berkarier dan mendapatkan pengalaman langsung di Jepang, Program
Magang IM Japan melalui LPK resmi
bisa menjadi jalur aman dan terarah. Melalui LPK, peserta tidak hanya dibekali
bahasa Jepang, tetapi juga pelatihan etos kerja Jepang,
sikap profesional, disiplin waktu, hingga etika wawancara yang sesuai standar
perusahaan Jepang.


