Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Berhasil Terbit di Jepang! Kok Bisa Ya Sampai Jepang?


Bangga lihat buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati bisa terbit di Jepang dari penulis Indonesia!
Kredit Gambar: @briankhrisna/X.com

Tahukah kamu kalau buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati berhasil terbit di Jepang? Buku dengan judul unik ini sudah terkenal di Indonesia dan terus mendapatkan perhatian para pembaca. Namun, tidak disangka buku ciptaan penulis Indonesia ini akan menembus pasar Jepang!

Bangga banget bisa lihat orang Indonesia berkarya dan sukses di Jepang. Memang sekarang ini banyak WNI di Jepang juga sukses dan diakui kehebatannya sama orang Jepang! Mudah-mudahan, kabar baik seperti ini terus muncul.

Pengumuman cetakan buku ini akan sampai Jepang sudah diposting dari Desember 2025 lalu. Berikut contoh postingan yang mengumumkan

Pengumuman ini menjadi tanda bahwa karya anak bangsa bisa go internasional selama memiliki kualitas baik. Buat info aja, Buku ini bukan debut pertama karya sastra Indonesia terbit di Jepang. Sebelumnya sudah ada judul seperti:

·         Gentayangan (Ayu Paramaditha)

·         Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan)

·         Laskar Pelangi & Sang Pemimpi (Andrea Hirata)

·         Filosofi Kopi & Supernova (Dewi Lestari)

·         Saman (Ayu Utami)

·         Rumah Kaca (Pramoedya Ananta Toer)

Tentu buku lain yang lebih tua masih ada banyak lagi yang sampai Jepang. Namun, buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati ini terasa spesial karena popularitasnya di dalam negeri juga tinggi. Di era sekarang ini, sangat jarang ada karya bangsa yang bisa tembus ke luar negeri, apalagi Jepang yang bahasannya sangat berbeda dengan model Indonesia.

Sebelum buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati berhasil terbit di Jepang, pasti butuh di-translate dulu. Proses ini dilakukan oleh Keiko Nishino dan sepertinya menghadapi banyak tantangan.

Pada salah satu postingan Keiko, dirinya mengaku menghadapi tantangan terutama untuk istilah bahasa Indonesia yang gak umum. Kata “Jembut Firaun” adalah istilah yang sangat sulit dijelaskan dalam bahasa Jepang. Berikut postingan dirinya yang mengakui hal tersebut:

Proses translate bahasa Indoensia ke Jepang terkadang menjadi sulit. Bahasa Indonesia memiliki struktur yang sangat berbeda dengan bahasa Jepang. Kalau soal bahasa baku, cukup mudah diterjemahkan, tapi kalau sudah ngebahas istilah gaul atau slang, pasti bingung juga kalau mau jadi bahasa Jepang.

Biasanya, terjemahan yang akhirnya digunakan, adalah modifikasi bahasa Jepang dan belum tentu translate makna-nya secara utuh. Bagaimana pun juga, kita tetap harus bangga ada buku Indonesia tembus pasar Jepang.

Bagi kamu yang belum pernah dengar soal buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, coba cari di toko buku terdekat kamu. Buku ini sudah terjual banyak dan bahkan sudah dapat request cetakan ke 94 lho!

Mudah-mudahan dengan buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati berhasil terbit di Jepang, orang sana makin tertarik dengan Indonesia. Kalau budaya dua negara sering berinteraksi satu sama lain, lama-lama bisa jadi harmonis dan pengertian. Kalau sudah jadi seperti itu, orang Indonesia pasti lebih mudah kerja ke Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru