Beredar Rumor Syarat Bahasa Visa Kerja Jepang Bakal Makin Sulit, Apa Aja yang Bakal Berubah?

 

Ada kabar syarat bahasa visa kerja Jepang akan makin ketat, khususnya yang tergolong Gijinkoku.
Kredit Gambar: Kiya Golara/Unsplash

Pemerintah Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan syarat bahasa visa kerja Jepang. Kabarnnya visa jenis Gijinkoku yang meliputi visa Engineer, Specialist in Humanities dan International Services bakal kena perubahan ini. Pihak SoraNews24 juga mengabarkan tentang rumor ini!

Sebelumnya visa Gijinkoku selama ini hanya menentukan syarat latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja tanpa kewajiban sertifikat kemampuan kerja. Jadi, selama bisa kerja, sudah punya bukti pendidikan tertentu dan bisa komunikasi minimal, kamu sudah bisa pakai visa kerja ini yang tergolong Gijinkoku.

Namun kedepannya, ada kemungkinan pemegang visa kerja tersebut harus memiliki sertifikat bahasa JLPT N2 atau level B2 (CEFR). Level bahasa ini tergolong cukup tinggi karena umumnya membutuhkan waktu lama agar orang yang tidak bisa bahasa Jepang mencapati standar level tersebut.

Perubahan ini berpotensi berdampak besar, terutama bagi lulusan perguruan tinggi baru dari luar negeri yang ingin langsung bekerja di Jepang. Tanpa persiapan bahasa yang matang sejak awal, peluang mereka bisa berkurang signifikan.

Selama ini, banyak pekerja asing bisa masuk ke Jepang bahkan tanpa kemampuan bahasa Jepang sama sekali. Aturan baru syarat bahasa visa kerja Jepang bisa dibilang “game changer” dalam proses rekrutmen global.

Dulu sempat ada trend lulusan perguruan tinggi barat bekerja langsung jadi guru bahasa Inggris di Jepang. Tanpa kemampuan yang matang, banyak lulusan baru yang tetap berhasil bekerja di sana. Namun, sekarang hal seperti ini tidak akan mungkin bisa dilakukan jika peraturan baru berlaku!

Walaupun perubahan aturan visa Jepang ini terlihat seram, ternyata efeknya hanya pada golongan pencari kerja dari luar negeri. Jika ada mahasiswa asing yang sekolah di perguruan tinggi Jepang dan lulus, mereka bisa dikecualikan untuk beralih ke visa kerja.

Kamu juga jagang kawatir. Detail implementasi aturan ini masih belum jelas dan masih dalam tahapan perancangan. Pemerintah Jepang belum memastikan apakah lulusan perguruan tinggi luar harus menunjukan sertifikat resmi bahasa seperti JLPT atau bisa menggunakan bukti lain. Jika bisa menggunakan bukti lulus dengan nilai mata kuliah bahasa Jepang, banyak mahasiswa asing akan terbantu.

Secara keseluruhan, kebijakan perubahan visa kerja di Jepang ini menunjukkan arah baru Jepang dalam menerima tenaga kerja asing. Mereka  tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga integrasi bahasa dan komunikasi. Makannya, penting persiapkan lebih matang mulai dari sekarang soal syarat bahasa ini!

Jika diterapkan, syarat bahasa visa kerja Jepang ini bisa meningkatkan kualitas adaptasi pekerja asing, tetapi sekaligus memperketat akses bagi mereka yang belum siap secara bahasa. Makanya, kalau mau kerja ke Jepang, pastikan belajar dengan giat untuk mendapatkan sertifikasi bahasa yang kamu butuhkan!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru