Wah, Unik Ada Konsep Café Nenek dan Kakek di Tokyo dengan Staff Berusia Sekitar 70an Tahun!

 

Tampilan staff cafe nenek dan kakek di Tokyo, tepatnya pada Cafe G-cha and Ba-cha!
Kredit Gambar: PRTimes.JP

Konsep baru café nenek dan kakek di Tokyo menjadi sorotan. Pemberitaan soal café ini dimulai dari liputan PR Times dan SoraNews24. Berdasarkan liputan dua media ini, ada café unik di Jepang yang menggunakan konsep trendi tapi diisi oleh staff usia lansia!

Lokasi café ini ada di Shibuya, Tokyo dan menggunakan menu kreatif, estetika pop dan gaya staff stylist layaknya café modern anak muda. Namun, setelah kamu berkunjung, kamu akan bertemu dengan sekelompok nenek dan kakek Jepang. Ini menjadi kontras karena café dengan konsep ini biasanya berisi anak muda dan remaja!

Nama tempat ini adalah G-cha and Ba-cha atau sering disingkat G&B. Nama ini diambil karena dalam bahasa Jepang “ji-chan” dan “ba-chan” (bisa dibaca G-cha dan Ba-cha dalam bahasa Inggris) artinya kakek dan nenek. Selain itu, panggilan keakraban bahasa Jepang yaitu –chan terdengar mirip kata teh dalam bahasa Jepang yaitu “cha”, kombinasi inilah yang menghasilkan nama unik Café G-cha and Ba-cha!

Konsep café ini juga serius karena para staff di sini usianya sekitar 70an tahun. Katanya yang tertua melayani di sini usianya bahkan sudah 80 tahun! Pegawai lansia di café Jepang ini tetap terlihat aktif dan ramah setiap kali menerima pelanggan baru. Patut diacungi jempol masih aktif di usiayang tergolong tua tersebut!

Café ini tidak sekedar gimik! Dedikasi pada usaha bisa dilihat pada menu yang tidak terkesan kuno. Dalam Café G-cha and Ba-cha, kamu akan temukan menu kombinasi era lama dan modern. Contoh saja teh tradisional Jepang yaitu teh hijau diolah dengan aroma melati dan jahe sehingga menunjukan cita rasa unik.

Selain itu, teh hijau di sini disajikan dalam bentuk latte matcha yang khas café modern. Kreasi-nya tidak behenti di situ karena latte matcha bisa kamu pilih dengan opsi tambahan salty caramel, cokelat ataupun kopi. Kamu yang mau hidangan penutup juga bisa pesan es krim matcha di café ini!

Walaupun terlihat astetik, café ini tidak menyediakan tempat makan di tempat. Model beli di sini adalah takeout, jadi kamu pesan dan barang akan kamu terima langsung. Model ini populer sekarang karena ringkas dan lebih cocok dengan trend pesan makanan dengan aplikasi delivery. Hal yang unik adlah desain kemasan dan gelas dari café ini unik. Jadi, walaupun pesan takeout, keunikan café tetap terasa dari packaging-nya!

Tentu saja karena konsep café unik di Jepang, banyak orang sudah mencoba datang langsung. Para staff di café juga melayani dengan nyaman. Kamu bisa meliaht para staff melayani pelanggan sambil duduk demi mengurangi beban pada lutut, punggung dan sendi para kakek dan nenek.

Para kakek dan nenek yang bekerja di sini juga bergantian. Mereka bekerja dengan sistem fleksible setengah hari shift. Kamu yang datang ke café nenek dan kakek di Tokyo ini tidak perlu kawatir dengan keadaan mereka karena memang sudah diatur agar nyaman melayani pembeli.

Catatan yang unik lainnya dari operasi café ini adalah proses pemesanan yang lewat tulisan kertas. Para pelanggan tidak disarankan memesan secara lisan agar para staff tidak terbebani harus mengingat pesanan. Untuk pembayaran juga dilakukan dengan scan kartu atau device alias non-tunai agar para staff tidak perlu mengoperasikan mesin kasir terlalu berlebihan.

Para kakek dan nenek di café ini lebih bertugas untuk melayani di depan. Untuk proses pembuatan pesanan dan hal teknis lain, staff yang lebih mudah sudah siap bekerja. Kombinasi dua aspek inilah yang membuat operasi café G-cha and Ba-cha tetap lancar per harinya!

Semoga café unik ini bisa laku keras. Mereka memang menciptakan konsep café unik ini demi menjadi tempat para lansia aktif, produktif dan terhubung dengan komunitas. Cara dengan bekerja di café adalah salah satu bentuk mencapai tujuan tersebut sambil mencoba usaha unik.

Di era populasi menua Jepang, konsep seperti ini banyak dibutuhkan. Jangan sampai ada golongan nenek dan kakek di Jepang yang merasa kesepian. Para lansia tetap butuh kegiatan dan teman, jadi konsep café ini bisa jadi kegiatan unik positif bagi mereka juga. Semoga konsep café seperti ini menyebar tidak hanya di kota besar seperti Tokyo, tapi juga banyak daerah lainnya di Jepang!

Kalau kamu mau datang, lokasi café ini bisa ditempuh dengan jalan kaki dua menitan dari Stasiun Shibuya. Kamu yang datang ke area ini bisa juga mampir ke area populer seperti Toko Nintendo dan persimpangan Shibuya yang terkenal untuk foto-foto. Jelas mudah diakses tempatnya!

Berikut info lebih lengkap soal café ini:

·         G-cha and Ba-cha

·         Alamat: Tokyo-to, Shibuya-ku, Shibuya 1-12-24

·         東京都渋谷区渋谷1-12-24 707

·         Jam operasional: 11.00 – 19.00 WIB

Sebagai note, café nenek dan kakek di Tokyo ini memiliki kebijakan khusus. Saat para staff memutuskan beristirahat bersama, layanan di café ini akan berhenti alias tutup sementara. Jadi, kalau kamu berkunjung ke lokasi dan ternyata tutup, jangan kaget! Ini tanda kalau para kakek dan nenek yang bekerja sedang pada istirahat bersama-sama!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru