Kenapa Wisata ke Don Quijote Jepang Sering Dijauhi WNI? Berikut Penjelasannya!
![]() |
| Wisata ke Don Quijote Jepang memang seru, tapi untuk para WNI sudah gak begitu menarik lagi. Kredit Gambar: Wikipedia |
Sudah sejak lama wisata ke Don Quijote direkomendasikan ke
wisatawan yang mau belanja. Namun, kenapa beberapa tahun terakhir para WNI gak
mau wisata ke sini? Padahal pergi wisata Jepang umumnya direkomendasi coba ke Don Quijote!
Walaupun masih banyak wisatawan yang mampir ke Donki, untuk
beli pernak-pernik unik di sini, pamornya memang turun. Kok bisa jadi gak
populer lagi? Mari baca penjelasannya pada artikel berikut ini!
Masalah Harga Don Quijote Sudah Tidak Semurah Dulu
Dulu, Don Quijote terkenal sebagai surga barang murah. Mulai
dari camilan, kosmetik, obat-obatan, hingga oleh-oleh Jepang bisa ditemukan
dengan harga yang cukup menarik.
Namun setelah pariwisata Jepang kembali ramai pasca pandemi,
banyak warga lokal merasa harga barang di Don Quijote mulai naik.
Bagi wisatawan yang datang dengan mata uang asing seperti US
Dollar atau Euro, kenaikan harga ini mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi orang
WNI yang ke sana, Don Quijote bukan lagi menjadi pilihan paling hemat seperti
beberapa tahun lalu.
Don Quijote Terlalu Ramai untuk Menikmati Belanja
Banyak wisatawan sharing cerita pernah masuk Don Quijote dan
merasa sulit bergerak. Walaupun sensasi wisata belanja di Jepang identic dengan
kerapian antri, tetap saja kalau banyak orang tidak akan nyaman.
Popularitas Don Quijote yang terus meningkat membuat banyak
cabangnya dipenuhi wisatawan setiap hari. Akibatnya, pengalaman belanja menjadi
kurang nyaman.
Lorong yang sempit terasa semakin padat, antrean kasir
semakin panjang, dan terkadang sulit melihat barang dengan santai karena harus
berbagi ruang dengan banyak pengunjung lain.
Kalau udah gak pada nyaman, tentu saja mereka jadi
menghindari wisata ke Don Quijote pada kunjungan berikutnya.
Jepang Punya Banyak Tempat Belanja yang Menarik
Alasan lain mengapa WNI tidak terlalu merekomendasikan Don
Quijote adalah karena Jepang punya banyak alternatif. Kalau tujuanmu mencari oleh-oleh atau suasana
belanja khas Jepang, ada banyak pilihan yang tidak kalah menarik.
Misalnya kawasan Togoshi Ginza di Tokyo yang terkenal
sebagai salah satu shotengai atau jalan pertokoan terpanjang di Jepang. Di
tempat seperti ini, kamu bisa menemukan toko-toko lokal yang menawarkan
pengalaman belanja yang lebih autentik.
Waktu Wisata Bisa Dipakai untuk Pengalaman yang Lebih Seru
WNI yang di Jepang kebanyakan karena magang atau kerja.
Mereka hanya punya waktu libur terbatas. Kalau cuma belanja dan berdesakan di
Don Quijote pasti rugi dong! Makanya, banyak yang memilih mencoba pengalaman
yang lebih khas Jepang.
Misalnya berburu kuliner di Tsukishima Monja Street,
menjelajahi kawasan tradisional, atau menikmati suasana kota yang tidak bisa
ditemukan di negara lain.
Sudah Jelas Bukan Soal Don Quijote Sudah Turun Pamor di
Mata WNI?
Bukan berarti wisata ke Don Quijote tidak layak dicoba. Tempat
ini tetap menarik, terutama bagi wisatawan yang pertama kali datang ke Jepang.
Namun, kunjungannya tidak lagi seperti dulu yang harus coba!
Sudah jelas kalau wisatawan WNI melihat Don Quijote sebagai salah satu pilihan saja.
Jepang punya jauh lebih banyak hal menarik untuk dinikmati daripada sekadar
berbelanja di satu toko yang sama dengan jutaan wisatawan lainnya.


