Popularitas Spot Worker di Jepang Terus Naik, Apakah Pekerja Asing Akan Kehilangan Kesempatan Kerja?
![]() |
| Popularitas spot worker di Jepang mudah ditemukan saat ada event besar yang butuh staff. Kredit Gambar: /Unsplash |
Popularitas spot worker di Jepang buat banyak pekerja asing resah. Bagi yang belum pernah dengar istilah spot worker, ini bisa dijelaskan sebagai pengambil pekerja jangka pendek untuk kebutuhan perusahaan.
Apa Itu Spot Worker di Jepang?
Pemahaman apa itu spot worker kurang umum diketahui orang
Indonesia, tapi bisa ditranslasi mirip part time dan freelancer. Pemenuhan
pekerja jangaka pendek ini tentu beragam. Ada yang hanya bekerja beberapa jam,
setengah hari, atau satu hari penuh.
Berbeda dengan pekerja tetap maupun pekerja part time biasa
yang memiliki jadwal rutin, spot worker bisa memilih pekerjaan sesuai waktu
luang yang mereka miliki oleh pelaku-nya
Sistem ini berkembang pesat berkat aplikasi seperti Timee dan berbagai platform serupa. Lewat aplikasi
tersebut, perusahaan dapat mencari tenaga tambahan secara cepat tanpa harus
membuka proses rekrutmen yang panjang. Bagi pekerja Jepang, sistem ini juga
menarik karena memberikan fleksibilitas tinggi.
Alasan Spot Worker Populer di Jepang
Banyak orang mengira alasan spot worker populer di Jepang
adalah karena meningkatnya jumlah wisatawan. Padahal penyebab utamanya jauh
lebih besar.
Jepang sedang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja
akibat menurunnya jumlah penduduk usia produktif dan meningkatnya jumlah
lansia. Akibatnya, banyak restoran, hotel, toko, event organizer hingga perusahaan logistik
sering kekurangan pekerja dalam waktu singkat.
Nah, itulah yang membuat spot worker menjadi solusi menarik.
Daripada membiarkan operasional terganggu karena kekurangan tenaga kerja
mendadak, perusahaan cukup membuka lowongan melalui aplikasi dan mendapatkan
pekerja tambahan dalam hitungan jam.
Spot Worker Banyak Digunakan di Sektor Jasa
Saat ini spot worker paling sering digunakan pada pekerjaan
yang membutuhkan tenaga tambahan secara cepat. Misalnya:
·
Restoran
·
Kafe
·
Convenience store
·
Hotel
·
Pergudangan
·
Logistik
·
Retail
·
Event dan pameran
Saat jumlah pelanggan meningkat atau ada pegawai yang
mendadak tidak masuk kerja, perusahaan bisa langsung mencari bantuan melalui
aplikasi. Akibatnya, popularitas spot worker di Jepang terus meningkat dalam
beberapa tahun terakhir.
Apakah Spot Worker Mengurangi Kesempatan Kerja Bagi Orang
Asing di Jepang?
Nah, ini bagian yang paling sering disalahpahami. Spot
worker memang membantu perusahaan mengatasi kebutuhan tenaga kerja harian.
Namun mereka tidak dirancang untuk menggantikan pekerja jangka panjang.
Bayangkan saja sebuah pabrik, perusahaan konstruksi,
pertanian, atau panti lansia. Apakah pekerjaan di sana bisa dijalankan oleh
pekerja yang hanya datang beberapa jam? Pastinya ini sulit bukan?
Makanya, Jepang masih membutuhkan pekerja asing untuk
berbagai sektor seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, pengolahan makanan,
perhotelan, hingga perawatan lansia.
Bidang-bidang tersebut membutuhkan pelatihan, pengalaman,
dan komitmen kerja jangka panjang.
Jepang Masih Sangat Membutuhkan Pekerja Asing
Kalau dilihat lebih jauh, spot worker sebenarnya bukan
ancaman bagi pekerja asing. Justru keberadaan mereka menunjukkan bahwa Jepang
masih kekurangan tenaga kerja.
Pemerintah Jepang sendiri masih terus membuka berbagai jalur
kerja melalui program Tokutei Ginou dan skema tenaga kerja asing lainnya.
Artinya, kebutuhan pekerja asing belum hilang.
Pada akhirnya, popularitas spot worker di Jepang bukan
berarti peluang kerja orang asing semakin sempit. Spot worker membantu
kebutuhan tenaga kerja harian yang mendadak, sementara pekerja asing tetap
dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tenaga kerja jangka panjang.
Kalau mau, pekerja asing juga bisa ambil kesempatan jadi spot worker selama memenuhi persyaratan dan sesuai visa! Jadi, bukan persaingan tetapi bisa jadi jalan baru untuk kesempatan kerja di Jepang.


