Teknologi Face Recognition di Stasiun Jepang Mulai Dipakai, Akankah Gantikan Kartu Suica?
![]() |
| Teknologi face recognition di stasiun Jepang merupakan kemajuan teknologi yang sangat menguntungkan! Kredit Gambar: mrhayata/Flickr |
Selama ini, naik kereta di Jepang identik
dengan kartu Suica di Jepang atau PASMO. Cukup tempelkan kartu ke gerbang
tiket, kamu sudah bisa masuk dan
melakukan perjalanan dengan kereta.
Namun, Jepang kini mulai menguji cara yang
lebih praktis. Penumpang cukup berjalan melewati gerbang tanpa mengeluarkan
kartu sama sekali. Kamera akan mengenali wajah dan gerbang otomatis terbuka. Dari hasil scan wajah tersebut, akun
pembayaran kamu otomatis akan dipotong sesuai biaya tiket kereta.
Inilah awal hadirnya teknologi face recognition
di stasiun Jepang yang sedang jadi
sorotan banyak orang!
Berawal dari Jalur Lokal Sebelum Masuk Tokyo
Banyak orang mengira sistem ini pertama kali
muncul di Stasiun Ikebukuro. Faktanya tidak demikian. Hitachi dan Tobu Railway
lebih dulu mengujinya di Tobu Utsunomiya Line untuk memastikan tingkat akurasi
dan kecepatan sistem. Setelah hasilnya dinilai memuaskan, teknologi tersebut
mulai diterapkan di Ikebukuro Station pada Juli 2026. Inilah pertama kalinya
sistem itu digunakan di terminal besar Tokyo.
Dikembangkan Bersama Sejumlah Perusahaan Besar Jepang
Pengembangan sistem ini melibatkan beberapa
perusahaan teknologi Jepang.
Hitachi menjadi pengembang utama teknologi pengenalan
wajah, sedangkan Tobu Railway menjadi operator pertama yang menggunakannya.
Proyek ini juga didukung produsen gerbang tiket seperti Toshiba Infrastructure
Systems & Solutions dan Panasonic Connect.
Menariknya, operator tidak perlu mengganti
seluruh gerbang lama. Mereka cukup menambahkan kamera dan perangkat pendukung
sehingga biaya implementasi menjadi lebih efisien.
Berikut adalah pemberitaan di Jepang seputar uji coba lanjut teknologi pengenal wajah ini:
Face Recognition Bukan Pengganti Suica
Banyak orang langsung mengira kartu Suica di
Jepang akan pensiun dengan adanya
teknologi ini. Kenyataannya belum ada keputusan pasti penggantian Suica.
Sebelum menggunakan sistem ini, penumpang
tetap harus mendaftarkan data wajah beserta informasi commuter pass miliknya.
Jadi, hak perjalanan tetap berasal dari kartu langganan yang sudah didaftarkan.
Wajah hanya menjadi cara baru untuk melakukan verifikasi identitas saat
melewati gerbang.
Artinya, Suica dan PASMO masih tetap digunakan
bersamaan dengan sistem baru ini.
Namun, hal ini juga bisa berubah di masa depan.
Visi Masa Depan
Seputar Teknologi Pengenal Wajah Sebagai Kunci Digital
Hitachi melihat teknologi ini sebagai langkah
menuju kehidupan yang lebih praktis.Ke depannya, identitas wajah diharapkan
dapat dipakai untuk berbagai layanan lain, mulai dari masuk gedung, hotel,
pusat kebugaran, hingga pembayaran tanpa perlu membawa kartu fisik. Karena itu,
layanan hands-free gate di stasiun Jepang dipandang sebagai awal dari ekosistem
identitas digital yang lebih luas.
Masih Ada Tantangan Besar
Walaupun teknologinya sudah siap, tantangan
terbesarnya justru datang dari kepercayaan masyarakat. Data wajah termasuk
informasi biometrik yang sangat sensitif. Banyak warga Jepang masih
berhati-hati soal penyimpanan dan keamanan data tersebut. Karena itu,
penggunaan sistem ini masih bersifat sukarela. Penumpang tetap bebas memakai
Suica atau PASMO seperti biasa.
Selain itu, operator juga harus memastikan
kamera tetap mampu mengenali pengguna secara akurat di tengah keramaian, maupun
ketika seseorang memakai topi atau masker.
Teknologi Siap, Tinggal Menunggu Kepercayaan Masyarakat
Hadirnya teknologi face recognition di stasiun
Jepang menunjukkan bahwa sistem transportasi Jepang terus berkembang menuju
layanan yang semakin praktis.
Namun, secanggih apa pun teknologinya,
keberhasilan layanan hands-free gate di stasiun Jepang tetap bergantung pada
satu hal, yaitu kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan data biometrik mereka.
Jika tantangan ini berhasil diatasi, bukan
tidak mungkin suatu hari nanti wajah akan menjadi cara baru untuk naik kereta di
Jepang. Menarik bukan teknologi
face recognition di stasiun Jepang?


