5 Pertanyaan untuk Perusahaan Saat Mensetsu IM Japan yang Perlu Kamu Tanyakan!
![]() |
| Kalau ada peluang, pastikan pertanyaan untuk perusahaan saat mensetusu IM Japan ini dibahas! Kredit Gambar: /Unsplash |
Pertanyaan untuk perusahaan saat mensetsu IM Japan sering kali justru terlupakan oleh calon peserta. Padahal, ketika perusahaan Jepang sudah berada di hadapanmu, ini bukan hanya kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal kamu.
Kamu juga punya kesempatan untuk mengetahui seperti apa
perusahaan, pekerjaan, dan kehidupan yang mungkin akan kamu jalani di Jepang.
Dalam proses IM Japan, seleksi memang mencakup wawancara
untuk melihat motivasi, tujuan mengikuti program, pengetahuan, dan rencana
peserta setelah kembali ke Indonesia. Setelah itu, peserta yang lolos akan
ditempatkan pada perusahaan penerima dan mulai menjalani pelatihan di
perusahaan tersebut.
Pastikan manfaatkan kesempatan bertanya pada perusahaan saat
sesi wawancara ya! Berikut ada beberapa hal yang justru penting kamu ketahui.
1. Apakah Ada Orang Indonesia yang Sudah Bekerja di
Perusahaan Ini?
Pertanyaan pertama yang bisa kamu ajukan adalah apakah
perusahaan sudah memiliki peserta atau pekerja dari Indonesia.
Misalnya, kamu bisa bertanya, apakah perusahaan sebelumnya
sudah menerima pekerja magang dari Indonesia?
Pertanyaan ini sederhana, tapi jawabannya bisa memberikan
gambaran apakah perusahaan sudah memiliki pengalaman menerima orang Indonesia.
Kalau ada pekerja Indonesia, kamu juga bisa mengetahui
apakah nantinya ada orang yang bisa membantu beradaptasi dengan lingkungan
baru. Namun, jangan menganggap perusahaan yang belum pernah menerima orang
Indonesia berarti kurang baik.
Hal yang ingin kamu ketahui adalah seberapa familiar
perusahaan dengan pekerja asing dan lingkungan kerja multibahasa.
2. Seperti Apa Pekerjaan yang Akan Saya Lakukan?
Ini justru salah satu pertanyaan untuk perusahaan saat
mensetsu IM Japan yang paling penting. Jangan hanya fokus bertanya tentang
fasilitas. Kamu perlu memahami pekerjaan yang akan dilakukan setelah sampai di
Jepang.
Kamu bisa bertanya, seputar pekerjaan yang akan dilakukan
sehari-hari dan juga apakah tersedia pengarahan dari staff untuk pekerjaan di
perusahaan. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa kamu serius ingin memahami tanggung
jawabmu.
Dalam program Technical Intern Training, perusahaan penerima
memang harus memiliki lingkungan, fasilitas, instruktur teknis, dan pembimbing
kehidupan yang mendukung pelaksanaan pelatihan.
Jadi, mengetahui siapa yang akan membimbingmu dan seperti
apa pekerjaan sehari-hari merupakan bagian penting sebelum berangkat.
3. Bagaimana Tempat Tinggal dan Transportasi ke
Perusahaan?
Bayangkan kamu sudah sampai Jepang, tetapi baru mengetahui
bahwa tempat tinggal ternyata cukup jauh dari perusahaan.
Karena itu, kamu bisa bertanyalah seputar lokasi tempat
tinggal yang diberikan perusahaan serta bagaimana transportasi ke tempat kerja.
Situasi ini penting untuk menggambarkan jarak dan waktu untuk berangkat dan
pulang dari kerja.
Jangan langsung menganggap perusahaan pasti memberikan
apartemen atau kendaraan gratis. Tanyakan sistemnya.
Dalam Technical Intern Training, perusahaan penerima harus
memastikan akomodasi yang sesuai dan biaya yang dibebankan kepada peserta harus
dijelaskan secara tepat. Kondisi tempat tinggal juga termasuk hal yang
diperiksa dalam pengawasan program.
Pertanyaan seperti ini bukan berarti kamu terlalu banyak
menuntut. Kamu sedang berusaha memahami kehidupan yang akan dijalani.
4. Apakah Ada Tempat atau Waktu untuk Menjalankan Ibadah?
Bagi peserta Muslim, kehidupan di Jepang tentu tidak hanya
soal pekerjaan. Jika perusahaan memberikan kesempatan bertanya, kamu dapat
menanyakan dengan cara yang lebih halus, seputar kebutuhan ibadah kamu.
Cara halusnya bisa dengan kata-kata, apakah memungkinkan
peserta magang Muslim menjalankan ibadah? Pertanyaan seperti ini bukan meminta
perusahaan menyediakan fasilitas agama tertentu, tetapi mengetahui bagaimana
kehidupan sehari-hari peserta nantinya.
Ini penting karena pertanyaan mengenai agama sebaiknya tidak
ditempatkan sebagai bagian dari penilaian kemampuan peserta dalam proses
rekrutmen. Pedoman MHLW Jepang menyebut agama sebagai salah satu hal yang pada
prinsipnya tidak semestinya ditanyakan untuk menilai pelamar.
Karena itu, kalau kamu ingin mengetahui soal ibadah, arahkan
pertanyaannya pada kondisi kehidupan setelah diterima, bukan pada identitas
agama sebagai bahan seleksi.
5. Bagaimana Kondisi Tempat Tinggal dan Lingkungan
Sekitarnya?
Terakhir, jangan lupa bertanya tentang kehidupan di tempat
tinggal. Kamu bisa menanyakan, soal kondisi tempat tinggal dan kondisi
lingkungannya.
Kemudian tanya hal-hal lebih spesifik, misalnya apakah
tersedia dapur, kamar mandi, mesin cuci, berapa orang yang biasanya tinggal
bersama, dan apakah ada supermarket atau konbini di sekitar tempat tinggal.
Hal-hal kecil seperti ini mungkin terlihat sepele saat masih
di Indonesia. Namun, setelah tinggal di Jepang selama berbulan-bulan, kondisi
tempat tinggal bisa sangat memengaruhi kenyamanan sehari-hari.
Program magang IM Japan sendiri memberikan perhatian pada
kondisi akomodasi peserta, termasuk kebersihan dan lingkungan tempat tinggal.
Peserta juga mendapatkan panduan mengenai cara menjaga kebersihan, menggunakan
fasilitas rumah, dan beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di Jepang.
Jadi, bertanya bukan berarti kamu hanya mencari kenyamanan. Justru,
ini salah satu trick wawancara dengan perusahaan Jepang yang sering dilupakan:
manfaatkan kesempatan bertanya untuk menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan
kehidupan dan pekerjaanmu setelah sampai di Jepang.
Pada akhirnya, proses wawancara kerja buat ke Jepang bukan
hanya tentang bagaimana menjawab pertanyaan perusahaan. Ketika diberi
kesempatan bertanya, gunakan momen tersebut untuk memahami pekerjaan, tempat
tinggal, lingkungan, dan tanggung jawab yang akan kamu jalani.
Karena sebelum berangkat jauh ke Jepang, semakin banyak hal
penting yang kamu pahami sejak awal, semakin siap pula kamu menghadapi
kehidupan yang sebenarnya.
Kalau kamu ingin jalur kerja Jepang yang pasti aman, IM Japan bisa jadi program yang tepat. Program ini diawasi KEMNAKER RI dan terbukti aman sejak 1993. Kalau mau masuk program ini, LPK Saitama siap membantu kamu!


