Hujan Ekstrim di Nagoya Jepang Bikin Banjir Parah, WNI Di Situ Sudah Amankan Diri?
![]() |
| Kompilasi tampilan hujan ekstrim di Nagoya Jepang yang membuat banjir parah. Kredit Gambar: @miodesudesu; @ilyasilukhan; @sustainme_in; @RitikV2/X.com |
Jepang kembali menghadapi cuaca ekstrem. Kali ini, hujan ekstrim di Nagoya Jepang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah dan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Hujan deras yang terjadi pada Selasa, 8 September 2026
tersebut bahkan menghasilkan curah hujan lebih dari 100 mm dalam satu jam.
Kondisi ini membuat sejumlah jalan tergenang, kendaraan terjebak, hingga
transportasi umum sempat berhenti beroperasi.
Bagi orang yang tinggal di Jepang, kejadian seperti ini
tentu bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.
Hujan Ekstrem Membuat Nagoya Terendam
Hujan yang turun di Nagoya terjadi akibat terbentuknya senjo
kosuitai atau garis hujan yang memanjang dan menghasilkan hujan deras secara
terus-menerus di wilayah yang sama.
Badan Meteorologi Jepang mencatat hujan satu jam di Nagoya
mencapai lebih dari 100 mm. Media lokal melaporkan angka 104,5 mm hingga pukul
16.53, melampaui rekor 97 mm per jam yang tercatat ketika Tokai Heavy Rain pada
2000. Akibatnya, air dengan cepat menggenangi berbagai jalan di kota.
Kalau mau melihat tampilan area Nagoya waktu hujan ekstrim
datang dan mulai banjir, video ini bisa jadi gambarannya:
名古屋やばいよ
— み (@miodesudesu) September 8, 2026
#名古屋 #大雨 pic.twitter.com/2dJ4U733Ts
Sejumlah wilayah seperti kawasan Sakae bahkan mengalami
genangan hingga batas jalan dan trotoar sulit dibedakan. Ada pula kendaraan
yang terjebak karena air naik dengan cepat. Kondisi ini menunjukkan bagaimana
cuaca di Jepang bisa berubah sangat cepat.
Sungai Meluap di Nagoya dan Picu Peringatan Tertinggi
Masalah tidak hanya terjadi di jalanan. Hujan dengan
intensitas tinggi membuat debit sungai meningkat dengan cepat. Pada 8
September, Badan Meteorologi Jepang bersama Kementerian Pertanahan Jepang mengeluarkan
peringatan banjir Level 5 untuk Sungai Shonai, sungai yang mengalir melewati
wilayah Aichi dan Gifu.
Berikut adalah postingan yang menunjukan seramnya luapan air
di area sungai tersebut:
🚨🇯🇵 EXTREME FLOODING HITS NAGOYA, #JAPAN
— GlobeUpdate (@Globupdate) September 8, 2026
Nagoya has issued its highest-level flood warning as heavy rain continues to threaten parts of central Japan
104.5 mm of rain fell in one hour — the highest hourly rainfall since records began in 1890
緊急速報 #ゲリラ豪雨 #名古屋豪雨 pic.twitter.com/mlji3c8XXi
Luapan sungai yang besar menekan beberapa saluran air dan
gorong-gorong di area sekitarnya. Tekanan tinggi ini membuat semburan air kuat
yang terlihat menakutkan di tengah banjir. Berikut tampilannya:
保育園帰りやばかった
— kota@7y+koji@4y+sabuco@1y(めそ (@kota40w) September 8, 2026
マンホール爆発
うちの前海なんだけど𓇼𓆡𓆉 ⋆ pic.twitter.com/UkbJg7uEAp
Bagi yang belum tahu, peringatan Level 5 merupakan level
tertinggi dalam sistem peringatan bencana Jepang. Artinya, kondisi sudah sangat
berbahaya dan masyarakat yang berada di daerah terdampak diminta segera
mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan JMA mengingatkan bahwa
menunggu sampai peringatan tertinggi muncul untuk mulai mengungsi bisa
terlambat.
Di Nagoya sendiri, pemerintah sempat mengeluarkan Level 5
Emergency Safety Measures untuk sejumlah wilayah.
Kondisi Banjir Nagoya Mulai Membaik, Tapi Tetap Harus
Waspada
Lalu bagaimana kondisi banjir Nagoya sekarang? Pada 9
September, beberapa kondisi mulai membaik. Pemerintah Kota Nagoya telah
mencabut perintah evakuasi Level 4 untuk wilayah sekitar Sungai Yada pada pukul
02.45 setelah kondisi air turun di bawah batas yang ditentukan. Namun, bukan
berarti seluruh risiko sudah hilang.
Hujan deras sebelumnya membuat sejumlah wilayah tergenang
dan transportasi umum sempat mengalami gangguan. Bus kota dan kereta bawah
tanah bahkan sempat berhenti beroperasi, menyebabkan banyak orang kesulitan
pulang.
Pemerintah juga membuka fasilitas sementara bagi orang yang
tidak dapat kembali ke rumah. Sekitar 3.500 orang juga dilaporkan mencari
perlindungan di tempat evakuasi akibat hujan tersebut.
Inilah yang perlu dipahami calon pekerja Indonesia. Pergi ke
Jepang bukan berarti seseorang akan terbebas dari risiko bencana.
Mudah-mudahan dengan pengarahan dari KBRI Tokyo ini, WNI di
area tersebut bisa mengungsi baik dan mendapatkan bantuan yang tepat.
Jepang Aman, Tapi Tetap Ada Risiko Bencana
Jepang memang dikenal sebagai negara maju dengan sistem
mitigasi bencana yang sangat baik. Namun, kondisi tersebut bukan berarti Jepang
bebas dari bencana.
Gempa bumi, tsunami, topan, hujan ekstrem, banjir dan
longsor tetap menjadi bagian dari risiko hidup di Jepang. Yang membedakan
adalah bagaimana seseorang menghadapi risiko tersebut.
Karena itu, calon pekerja Indonesia tidak cukup hanya
belajar bahasa Jepang dan keterampilan kerja. Pastikan cari info dan belajar soal
bencana di Jepang untuk
bisa amankan diri dengan baik di sana.
Pekerja harus tahu apa yang dilakukan ketika alarm
peringatan berbunyi, bagaimana mencari lokasi evakuasi, memahami informasi
pemerintah setempat dan tidak mengambil keputusan berbahaya ketika kondisi
cuaca memburuk.
Persiapan seperti ini justru akan membuat kehidupan di
Jepang menjadi jauh lebih aman. Saat di kantor, kamu pasti diberi arahan soal
kondisi darurat bencana. Namun, kalau gak latihan dari waktu di Indonesia,
banyak yang susah paham. Makanya, pelatihannya mulai dari sekarang aja!
Jangan Tunggu Sampai di Jepang untuk Belajar
Kejadian hujan ekstrim di Nagoya Jepang menjadi pengingat
bahwa tinggal dan bekerja di Jepang membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan
bekerja.
WNI yang sudah mempersiapkan diri sejak Indonesia akan
memiliki bekal lebih baik ketika menghadapi situasi tidak terduga.
Mulai dari sekarang, pelajari budaya hidup di Jepang, bahasa
Jepang, aturan keselamatan kerja sampai pengetahuan dasar menghadapi bencana.
Ke Jepang memang ada risiko bencana. Namun, semakin baik
persiapan yang dilakukan dari sekarang, semakin besar pula kesempatan untuk
menghadapi kondisi tersebut dengan tenang dan aman.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di
Jepang, jangan berangkat hanya bermodal nekat.
Latih kemampuan dan persiapkan diri terlebih dahulu bersama
LPK Saitama. Belajar dari Indonesia bisa menjadi langkah awal untuk membuat
kamu lebih siap menghadapi kehidupan dan pekerjaan di Jepang.
Karena persiapan terbaik bukan dilakukan setelah sampai di
Jepang, tetapi dimulai sebelum keberangkatan. Kalau mau lebih siap di Jepang, yuk daftar
sekarang!


