Wajib Tahu Kalau Kerja di Jepang Perlu Pembentukan Sikap, Bukan Hanya Skill Bahasa!
![]() |
| Kurikulum pelatihan kerja di Jepang peru pembentukan sikap juga agar peserta lebih siap! Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama. |
Kerja di Jepang perlu pembentukan sikap, terutama bagi anak
muda lulusan SMA atau SMK yang baru pertama kali memasuki dunia kerja. Sebab,
bekerja di negara lain bukan hanya soal bisa melakukan pekerjaan, tetapi juga
mampu mengatur diri, memahami aturan, dan beradaptasi dengan lingkungan yang
berbeda.
Bayangkan seseorang yang sebelumnya masih tinggal bersama orang
tua, kemudian harus hidup sendiri di Jepang. Ia harus bangun tepat waktu,
berangkat kerja sesuai jadwal, mengurus kebutuhan pribadi, menjaga kebersihan
tempat tinggal, berkomunikasi dengan atasan, dan menyelesaikan masalah tanpa
selalu mengandalkan keluarga.
Di sinilah kedewasaan dan kemandirian mulai diuji! Kalau gak
siap dari aspek ini, jangan harap bisa kuat kerja di Jepang ya!
Kerja di Jepang Perlu Pembentukan Sikap Sejak Sebelum
Berangkat
Karena itu, persiapan kerja ke Jepang tidak berhenti pada
kemampuan bahasa atau keterampilan teknis. Program seperti IM Japan bahkan
memasukkan aspek kehidupan di Jepang, perilaku sopan, budaya, dan gaya kerja
dalam pelatihan pra-keberangkatan. Peserta juga menjalani pelatihan intensif
sebelum benar-benar berangkat ke Jepang.
Pada tahapan resmi IM Japan di Indonesia, peserta menjalani
pelatihan pra-pemberangkatan Tahap I selama sekitar 2 bulan 10 hari dan Tahap
II selama 2 bulan di pusat. Materinya mencakup bahasa Jepang, percakapan,
kedisiplinan, serta pembiasaan budaya kerja Jepang.
Nih, bukti program IM Japan memang mampu kirimkan calon-calon pemagang Indonesia yang berkualitas ke Jepang:
@kemnaker.imjapanid Minasan, menyelesaikan program magang di Jepang selama 3 tahun adalah pencapaian yang patut dibanggakan! 🇯🇵✨ Selamat untuk seluruh peserta yang telah menyelesaikan masa magangnya. Semoga pengalaman dan keterampilan yang didapat menjadi bekal untuk masa depan yang lebih cerah 🙌🏻 #AmanMagangJepang #MasaDepanCemerlang #IMJapan #KemnakerRI #IndonesiaJepang ♬ suara asli - Magang IM JAPAN
Artinya, persiapan di IM Japan memang dirancang untuk
membuat peserta lebih siap menghadapi kehidupan dan lingkungan kerja yang
sebenarnya.
Bukan Karena Anak Muda Indonesia Tidak Dewasa
Lalu, apakah ini berarti anak muda Indonesia dianggap kurang
dewasa? Tidak sesederhana itu!
Setiap orang membutuhkan proses untuk beradaptasi ketika
memasuki lingkungan baru. Apalagi jika lingkungan tersebut berada di negara
lain dengan bahasa, kebiasaan, aturan kerja, dan pola kehidupan yang berbeda.
Bahkan Kementerian Ketenagakerjaan menekankan bahwa
pemagangan ke Jepang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga
kedisiplinan dan etos kerja. Peserta juga diingatkan untuk mematuhi aturan,
menjaga kesehatan, menghargai budaya Jepang, serta mengembangkan soft skills.
Karena itu, pelatihan kerja di Jepang seharusnya tidak hanya
membentuk orang yang bisa bekerja, tetapi juga orang yang siap bertanggung
jawab atas dirinya sendiri.
Skill Bisa Dipelajari, Sikap Harus Dibiasakan
Bahasa Jepang bisa dipelajari melalui buku. Keterampilan
teknis bisa dilatih melalui praktik. Namun, disiplin, tanggung jawab,
kemandirian, dan kemampuan beradaptasi membutuhkan pembiasaan.
Itulah mengapa banyak lembaga pelatihan kerja ke Jepang
memberikan perhatian pada pembentukan karakter peserta. Tujuannya bukan
mengubah kepribadian seseorang, melainkan membantu anak muda memahami tuntutan
dunia kerja sebelum benar-benar menghadapinya.
Pada akhirnya, kerja di Jepang bukan hanya tentang seberapa
hebat kemampuan yang kita miliki, tetapi juga seberapa siap kita bertanggung
jawab terhadap pilihan dan kehidupan kita sendiri. Karena itu, kerja di Jepang
perlu pembentukan sikap sejak sebelum keberangkatan.
Makanya, untuk lebih siap berangkat ke Jepang, program pelatihan di LPK Saitama sudah disesuaikan. Harapnnya, setelah ikut pelatihan
di sini dan masuk ke program IM Japan, kamu sudah jadi individu yang siap
dengan tantangan kerja di Jepang!


