Gak Nyangka Gubernur Tokyo Bela Warga Asing di Tengah Iklim Politik Jepang yang Makin Anti Pendatang
![]() |
Foto Yuriko Koike, Gubernur Tokyo yang bela warga asing di tengah iklim kampanye pemilihan di Jepang. Kredit Gambar: Wikipedia |
Gubernur Tokyo bela warga asing dalam pernyataanya di acara dialog terbuka pada 11 July 2025 lalu. Dukungan ini disuarakan karena iklim politik yang makin negatif terhadap warga asing akhir-akhir ini di Jepang.
Banyak
politisi yang memanfaatkan viralnya kelakuan negatif warga asing di Jepang
untuk mengankat kampanye mereka. Kampanye yang menyuarakan bahwa warga asing
menyusahkan Jepang makin banyak muncul. Padahal, hal-hal negatif yang viral
tersebut hanya oknum kecil dari keseluruhan orang asing di Jepang.
Fakta yang
paling nyata adalah jumlah pekerja asing di Jepang di 2024 sudah mencapai 2,3
juta orang. Jika Jepang makin anti warga asing, siapa yang akan menggantikan
para pekerja ini
Kondisi
Jepang sekarang sedang krisis tenaga kerja. Sebagian besar pekerjaan yang diisi
warga asing umumnya tidak menarik bagi orang lokal. Jika pihak Jepang semakin
tidak suka warga asing, bisa-bisa kondisi ekonomi mereka makin buruk karena
banyak pekerjaan penting tidak terisi.
Pekerjaan
yang diisi warga asing di Jepang contohnya buruh, petani, mekanik mesin dan
petugas konstruksi. Anak muda Jepang jarang ada yang mau pekerjaan tersebut.
Apakah yang mengisi pekerjaannya jadi orang tua di Jepang kalau anak muda gak
mau isi?
Jepang
sekarang memang sedang panas karena masuk ke era pemilihan umum. Banyak
kubu-kubu politik menjanjikan banyak hal dan bahkan rela mengorbankan image WNA
di Jepang demi dapat suara. Apalagi di sosial media lebih mudah menjual
kebencian dibandingkan image positif, jadi banyak politisi Jepang yang memakai
strategi ini!
Nah, di
tengah iklim politik di Jepang yang makin panas dengan warga asing, Gubernur
Tokyo angkat bicara. Gubernur Tokyo sekarang adalah Yuriko Koike. Beliau sangat
kecewa melihat proses kampanye yang menyebarkan hate speech terhadap warga
asing di Jepang.
Beliau juga
mengharapkan solusi yang lebih baik antara warga asing dan masyarakat Jepang.
Tidak semua masalah bisa disalahkan ke warga asing. Kasus kegiatan negatif dan
berita kriminal warga asing memang ada, tapi masalah tersebut sudah
diselesaikan secara hukum.
Sama halnya
jika orang Jepang ada yang membuat kekacauan ataupun bertindak kriminal. Pasti,
pihak hukum akan berjalan. Bukan berarti semua warga Jepang bisa dicap negatif
hanya karena kelakuan sebagian orang tesebut.
Berdasarkan
pernyataan Yuriko Koike, banyak netizen Indonesia yang ikut bicara. Kamu bisa
menemukan komentar tersebut di sosial media. Berikut salah satu pemberitaan di
Instagram yang dapat banyak komentar netizen Indonesia:
Komentar yang muncul dari pemberitaan akun kaorinusantara di
Instagram fokus bahas masalah WNI di Jepang. Seperti yang sempat viral
dulu, orang Indonesia sempat dipandang negatif oleh pejabat di Jepang.
Pemberitaan ini muncul dari Youtuber bernama Neo Japan.
Dia bercerita dapat curhatan langsung dari pejabat tersebut
soal masalah orang Indonesia di Jepang. Video ini akhirnya menyebar dan membuat
banyak orang Indonesia malu. Pada akhirnya, bahasan ini bahkan memunculkan rumor
Jepang blacklist WNI di 2026.
Walaupun ada pejabat Jepang yang memiliki pandangan negatif
soal WNI, Gubernur Tokyo sepertinya berbeda. Dari pemberitaan Gubernur Tokyo
bela warga asing di atas, kamu bisa yakin beliau juga terbuka mau menerima WNI
juga.
Perlu ditekankan bahwa Jepang membutuhkan warga asing. Tidak
mungkin di kondisi sekarang, Jepang bekerja tanpa dukungan pekerja asing.
Banyak pihak sayangnya termakan rumor dan kampanye dari politikus di internet.
Maka dari itu, berita Gubernur Tokyo bela warga asing adalah
hembusan segar bagi warga asing di Jepang. Kamu yang mau kerja di Jepang jangan
takut karena banyak orang sana masih hangat mau menerima warga asing!