Beneran Ada Aturan Penggunaan HP di Jepang Cuma Boleh 2 Jam? Pusing Nih Pekerja Indonesia di Sana!

Jika aturan penggunaan HP di Jepang dibatasi, banyak masalah akan muncul pada masyarakat dan pekerja Indonesia di sana!
Kredit Gambar: Jezael Melgoza/Unsplash

Beberapa waktu lalu, rumor soal aturan penggunaan HP di Jepang akan dibatasi mulai muncul. Ternyata sumbernya adalah berita dari pemerintah Kota Toyoake di Prefektur Aichi mengusulkan pembatasan waktu pemakaian smartphone.

Ide dari pihak Kota Toyoake adalah membatasi penggunaan HP sekitar 2 jam per hari di luar jam kerja dan sekolah. Jadi, saat santai-santai, masyarakat Toyoake diharapkan tidak selalu sering ada di depan smartphone.

Walaupun hanya berupa ide dan ditegaskan hanya sebagai himbauan, diskusi seputar aturan ini meledak di internet. Tidak hanya warga Toyoake saja yang panas, tapi sebagian warga Jepang dan bahkan tenaga kerja asal Indonesia ikut terjun dalam bahasan soal ini.

Bagi para tenaga kerja Indonesia, masalah HP sangat sensitif. Biasanya, orang Indonesia hanya punya hiburan dari alat elektronik tersebut. Bagi orang Indonesia, fungsi HP sudah menggantikan komputer. Mau itu urus keuangan, masalah belanja, cari hiburan, koneksi ke internet dan bahkan komunikasi dengan keluarga di Indonesia, semua pasti lewat HP. Tanpa HP, dijamin masalah kesepian tenaga kerja Indonesia bisa makin parah!

Jika ada aturan pembatasan penggunaan HP, apakah tenaga kerja Indonesia bisa nyaman aktivitas hidup di Jepang? Tentu saja tidak! Pihak yang menolak aturan seperti ini ternyata tidak hanya datang dari orang Indonesia di Jepang, tapi juga warga asli sana.

Dalam rancangan awalnya, aturan ini akan diberlakukan pada Oktober 2025 dengan isi aturan membatasi penggunaan HP 2 jam per hari di luar jam sekolah dan kerja. Namun, akibat reaksi keras di tentangan warga, perubahan rancangan akhirnya dilakukan.

Sekarang, aturan hanya membatasi penggunaan HP hingga pukul 21.00 untuk anak-anak dan 22.00 untuk orang dewasa. Rancangan yang baru masih belum ketok palu dan sepertinya masih bisa berubah lagi tergantung reaksi warga Jepang terhadap aturan baru ini.

Awalnya, niat Pemerintah Toyoake membuat aturan ini sebenarnya baik. Mereka khawatir terhadap dampak negatif penggunaan ponsel berlebihan, terutama di kalangan anak-anak. Menurut survey di kota tersebut, pengaruh ponsel sudah parah karena menebabkan anak-anak enggan sekolah dan bahkan orang dewasa kurang tidur akibat main HP.

Walaupun datang dari niatan baik, implementasi aturan ini membuat runyam banyak hal. Di era digital sekarang, HP tidak hanya digunakan untuk hiburan. Mulai dari interaksi dengan komunitas, belajar dan bahkan mengembangkan hobi kreatif, bisa pakai HP. Berdasarkan survey terbaru yang dilaporkan The Guardian, 80% warga Toyoake menolak aturan seperti ini ditetapkan!

Bagi pekerja Indonesia yang sering bekerja dengan sistem shift, aturan penggunaan HP di Jepang yang dibatasi jam bisa menjadi hambatan aktivitas. Bayangkan setelah pulang lembur, waktu yang tersisa untuk video call dengan keluarga justru sudah melewati batas yang dianjurkan.

Jika kebijakan serupa diterapkan ke seluruh area Jepang, berbagai aspek hidup orang Jepang dan tenaga kerja Indonesia di sana akan berubah drastis. Walaupun masih berupa himbauan, orang-orang sudah tidak mau ada aturan seperti ini. Sebaiknya pemerintah Kota Toyoake mencari modifikasi lain soal aturan HP di kota mereka! 

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru