Kenaikan Harga di Jepang Pengaruhi Lebih Dari 2 Ribu Barang, Siapkah Kamu Hidup Lebih Hemat di Sana?

Kenaikan harga barang di Jepang terlihat di pasaran terutama pada makanan dan minuman.
Kredit Gambar: MChe Lee/Unsplash

Kabar kenaikan harga di Jepang buat warga sana jadi ketar-ketir! Sebanyak 2.105 produk dipastikan naik harga mulai Juli 2025 lalu. Barang tersebut meliputi makanan dan minuman yang populer dikonsumsi. Jumlahnya ini lima kali lipat lebih banyak dibanding tahun lalu! Setelah berhasil mengatasi kenaikan harga beras Jepang, tidak disangka masalah barang lain juga naik.

Berdasarkan survei dari Teikoku Databank mencatat bahwa lonjakan ini dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku, energi, distribusi, dan upah yang rata-rata naik sekitar 15 persen. Saat inflasi berefek ke berbagai aspek produksi, tentu harga mau tidak mau akan ikut naik.

Fenomena ini bukan cuma terjadi di bulan Juli saja. Kenaikan harga di Jepang sepanjang tahun sudah mencakup 18.697 produk, dan diprediksi akan menembus 20.000 produk sebelum akhir tahun 2025 ini. Bahkan, di bulan Agustus nanti, sebanyak 1.010 item lagi dijadwalkan mengalami lonjakan harga, terutama produk susu seperti yoghurt dan susu cair.

Kondisi Inflasi Terkini: Suhu Ekonomi Jepang Semakin Panas

Di sisi ekonomi makro, inflasi konsumen memang sedikit melambat, namun masih tergolong tinggi. Tingkat inflasi tahunan turun menjadi 3,3 persen pada Juni 2025 dari sebelumnya 3,5 persen di bulan Mei. Meski turun, angka ini masih jauh di atas target inflasi Bank of Japan sebesar 2 persen. Ini menambah kekhawatiran publik akan dampak berkelanjutan dari kenaikan harga di Jepang.

Inflasi yang tinggi ini memberikan tekanan besar terhadap daya beli masyarakat, terutama mereka yang memiliki penghasilan tetap. Banyak keluarga kini harus lebih cermat dalam mengatur anggaran belanja rumah tangga mereka.

Tenaga kerja Indonesia yang ada di sana juga harus mulai waspada. Jika tidak belajar cara hemat di Jepang, bisa habis gajinya untuk kebutuhan hidup sebelum bisa menabung atau kirim ke rumah. Jangan sampai hasil kerja malah tidak bisa dinikmati untuk kebutuhan keluarga dan masa depan!

Gaji Naik Tapi Tidak Mengejar Inflasi

Sayangnya, meskipun upah nominal naik sebesar 2,5 persen, termasuk bonus musim panas, upah riil atau daya beli masyarakat tetap turun sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Pemerintah Jepang telah mengusulkan kenaikan upah minimum sebesar 6 persen atau sekitar 63 yen per jam yang akan berlaku mulai Oktober 2025. Langkah ini diambil untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga di Jepang yang semakin terasa di berbagai sektor.

Sayangnya lagi, kenaikan upah terasa mendorong inflasi barang kebutuhan hidup di Jepang juga. Rencana kenaikan upah minimal Jepang sudah direncanakan sejak lama.

Bank of Japan Siap Bertindak

Bank of Japan saat ini masih mempertahankan suku bunga di level 0,5 persen. Namun, mereka menyampaikan pandangan yang lebih optimis terhadap pertumbuhan ekonomi dan mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini. Proyeksi inflasi juga dinaikkan menjadi 2,7 persen untuk tahun fiskal ini.

Kenaikan harga di Jepang ini kini menjadi perhatian nasional, karena bisa mendorong perubahan besar dalam kebijakan moneter dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Informasi Penting Bagi Kamu yang Mau Kerja di Jepang

Nah, sekarang penting untuk kamu yang akan bekerja ke Jepang untuk persiapkan diri. Biaya hidup kerja di Jepang memang makin tinggi, tapi bukan berarti kamu tidak bisa menabung dan mengirim uang ke rumah.

Selama tahu apa yang harus dilakukan, kamu tetap bisa sukses mendapatkan banyak hasil dari kerja di Jepang. Singkatnya, walau ribuan produk makanan naik harga secara serentak, pekerja asing di Jepang tetap banyak yang untung.

Gaji minimal yang naik bisa dinikmati di Jepang dan besaran yang dikirim dalam bentuk Rupiah ke rumah tetap menguntungkan. Hanya saja, untuk bisa kirim banyak uang ke keluarga, kamu harus rela hidup lebih hemat dan sederhana.

Besaran inflasi tetap tinggi meskipun ada penurunan tipis di waktu-waktu tertentu harus diperhatikan. Coba beli barang kebutuhan utama di saat ada diskon atau saat ada indikasi harga turun. Memang upah di Jepang secara umum belum mampu mengejar laju harga, tapi kamu tetap bisa hidup nyaman di sana.

Pemerintah dan Bank of Japan bersiap menyesuaikan kebijakan, jadi kamu bisa berharap juga perubahan lebih baik di masa depan. Jika ekonomi Jepang membaik, kamu yang kerja di sana akan dapat benefitnya.

Semoga berita kenaikan harga di Jepang ini bisa jadi persiapan tersendiri bagi kamu. Jangan terlalu takut karena efek naik harga ini tidak terlalu ekstrim. Selama kamu bisa seimbangkan budget, kamu bisa kerja dan hidup nyaman di Jepang!


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *