Guide Cara Makan Sushi di Jepang Biar Gak Kelihatan Katrok, Yuk Belajar dari Sekarang!
![]() |
| Cara makan sushi di Jepang ternyata bisa beda tergantung tempat kamu beli makanannya! Kredit Gambar: /Unsplash |
Perlu kamu tahu, cara makan sushi di Jepang bisa
berbeda-beda tergantung di mana kamu menikmatinya. Secara umum ada tiga situasi
yang paling sering ditemui, yaitu ketika kamu makan di restoran sushi di Jepang
yang menghadirkan chef langsung di depan pelanggan, ketika menikmati sushi di
restoran dengan ban berjalan, dan ketika membeli sushi siap saji di supermarket
atau konbini untuk dibawa pulang.
Kalau kamu makan di restoran sushi di Jepang yang
menempatkan chef tepat di depanmu, suasananya akan terasa lebih formal.
Biasanya kamu akan memesan set menu atau omakase, bukan memilih sushi satuan.
Aturannya pun cukup ketat.
![]() |
| Berikut adalah tampilan restoran high end dengan cara makan sushi yang lebih ketat! Kredit Gambar: /Unsplash |
Kamu tidak boleh sembarangan menambahkan shoyu atau wasabi.
Cobalah dulu sushi yang disajikan tanpa tambahan apa pun agar bisa merasakan
rasa asli dari bahan segar. Baru setelah dipersilakan, kamu boleh menambahkan
bumbu sesuai arahan. Dengan mengikuti tata cara makan sushi seperti ini, kamu
juga sedang menghormati keterampilan chef yang menyajikan hidangan langsung di
hadapanmu.
Selain itu, ada beberapa etika penting yang sebaiknya kamu
pahami. Sushi boleh dimakan menggunakan sumpit, tetapi makan dengan tangan juga
tidak dianggap salah, terutama untuk nigiri. Saat mencelupkan sushi ke dalam
shoyu, usahakan bagian ikan yang terkena shoyu, bukan bagian nasi, agar nasi
tidak hancur.
Wasabi biasanya sudah diberikan oleh chef di antara nasi dan ikan, jadi jangan langsung menaruh wasabi terlalu banyak di atas sushi kecuali kamu memang diizinkan menambahkannya. Jika ingin mencampur wasabi ke dalam shoyu, sebaiknya dilakukan secara halus dan tidak berlebihan.
Jangan pernah menggoyang-goyangkan sushi terlalu lama di
dalam kecap, cukup celupkan sedikit lalu langsung dimakan dalam sekali suapan.
Itu adalah bentuk apresiasi terhadap kualitas bahan segar yang digunakan.
Kalau mau ilustrasi yang lebih soal berbagai hal yang tidak boleh dilakukan saat makan sushi, nih ada video singkat yang bisa kamu perhatikan:
Berbeda halnya dengan kaiten sushi atau restoran sushi di
Jepang yang menggunakan ban berjalan. Suasana di sini jauh lebih santai dan
harganya lebih terjangkau. Kamu bisa mengambil piring sushi yang lewat di meja
atau memesan lewat tablet. Setelah makan, kamu juga cuma masukan piring ke alat pembersih otomatisnya, bener-bener bebas!
Cara makan sushi di tempat ini lebih fleksibel. Mau
menggunakan tangan atau sumpit, menambahkan banyak shoyu, atau mencampurkan
sedikit wasabi, semuanya diperbolehkan. Karena lebih bebas, restoran jenis ini
sering jadi pilihan favorit bagi pendatang baru yang ingin mencoba sushi tanpa
tekanan etika yang terlalu ketat.
![]() |
| Cara makan sushi di Jepang bisa bebas kalau kamu beli yang dari supermarket atau konbini. Kredit Gambar: /Unsplash |
Selain restoran sushi di Jepang, pilihan lain adalah membeli sushi di supermarket atau konbini. Cara makan sushi dari toko ini lebih fleksibel lagi. Setelah membayar di kasir, biasanya kamu akan ditawari sumpit sekali pakai. Sushi bisa langsung dimakan di taman, dibawa pulang ke kosan, atau bahkan dikombinasikan dengan makanan lain seperti kimchi dan keripik senbei. Tidak ada aturan khusus, sehingga kamu bisa benar-benar menikmati sushi sesuai selera.
Jadi, cara makan sushi di Jepang sebenarnya simpel saja. Semua tergantung di mana kamu menikmatinya. Kalau kamu sudah tahu aturan dasarnya sejak sekarang, kamu akan lebih percaya diri ketika benar-benar berada di Jepang nanti. Belajar sejak awal akan membantu kamu cepat beradaptasi, terutama jika tujuanmu ke Negeri Sakura adalah untuk bekerja. Semangat terus, dan semoga perjalananmu ke Jepang berjalan lancar!




