Guide Cara Makan Sushi di Jepang Biar Gak Kelihatan Katrok, Yuk Belajar dari Sekarang!

Cara makan sushi di Jepang ternyata bisa beda tergantung tempat kamu beli makanannya!
Kredit Gambar: Michael Kahn/Unsplash

Buat kamu yang sedang belajar di LPK dan bersiap berangkat ke Jepang, penting banget untuk memahami budaya dasar, termasuk cara makan sushi. Jangan sampai sudah sampai di sana malah jadi pusat perhatian gara-gara salah etika saat makan.

Perlu kamu tahu, cara makan sushi di Jepang bisa berbeda-beda tergantung di mana kamu menikmatinya. Secara umum ada tiga situasi yang paling sering ditemui, yaitu ketika kamu makan di restoran sushi di Jepang yang menghadirkan chef langsung di depan pelanggan, ketika menikmati sushi di restoran dengan ban berjalan, dan ketika membeli sushi siap saji di supermarket atau konbini untuk dibawa pulang.

Kalau kamu makan di restoran sushi di Jepang yang menempatkan chef tepat di depanmu, suasananya akan terasa lebih formal. Biasanya kamu akan memesan set menu atau omakase, bukan memilih sushi satuan. Aturannya pun cukup ketat.

Berikut adalah tampilan restoran high end dengan cara makan sushi yang lebih ketat!
Kredit Gambar: Fabio Sasso/Unsplash

Kamu tidak boleh sembarangan menambahkan shoyu atau wasabi. Cobalah dulu sushi yang disajikan tanpa tambahan apa pun agar bisa merasakan rasa asli dari bahan segar. Baru setelah dipersilakan, kamu boleh menambahkan bumbu sesuai arahan. Dengan mengikuti tata cara makan sushi seperti ini, kamu juga sedang menghormati keterampilan chef yang menyajikan hidangan langsung di hadapanmu.

Selain itu, ada beberapa etika penting yang sebaiknya kamu pahami. Sushi boleh dimakan menggunakan sumpit, tetapi makan dengan tangan juga tidak dianggap salah, terutama untuk nigiri. Saat mencelupkan sushi ke dalam shoyu, usahakan bagian ikan yang terkena shoyu, bukan bagian nasi, agar nasi tidak hancur.

Wasabi biasanya sudah diberikan oleh chef di antara nasi dan ikan, jadi jangan langsung menaruh wasabi terlalu banyak di atas sushi kecuali kamu memang diizinkan menambahkannya. Jika ingin mencampur wasabi ke dalam shoyu, sebaiknya dilakukan secara halus dan tidak berlebihan. 

Jangan pernah menggoyang-goyangkan sushi terlalu lama di dalam kecap, cukup celupkan sedikit lalu langsung dimakan dalam sekali suapan. Itu adalah bentuk apresiasi terhadap kualitas bahan segar yang digunakan.

Kalau mau ilustrasi yang lebih soal berbagai hal yang tidak boleh dilakukan saat makan sushi, nih ada video singkat yang bisa kamu perhatikan:

Berbeda halnya dengan kaiten sushi atau restoran sushi di Jepang yang menggunakan ban berjalan. Suasana di sini jauh lebih santai dan harganya lebih terjangkau. Kamu bisa mengambil piring sushi yang lewat di meja atau memesan lewat tablet. Setelah makan, kamu juga cuma masukan piring ke alat pembersih otomatisnya, bener-bener bebas!

Cara makan sushi di tempat ini lebih fleksibel. Mau menggunakan tangan atau sumpit, menambahkan banyak shoyu, atau mencampurkan sedikit wasabi, semuanya diperbolehkan. Karena lebih bebas, restoran jenis ini sering jadi pilihan favorit bagi pendatang baru yang ingin mencoba sushi tanpa tekanan etika yang terlalu ketat.

Cara makan sushi di Jepang bisa bebas kalau kamu beli yang dari supermarket atau konbini.
Kredit Gambar: Gema Saputera/Unsplash

Selain restoran sushi di Jepang, pilihan lain adalah membeli sushi di supermarket atau konbini. Cara makan sushi dari toko ini lebih fleksibel lagi. Setelah membayar di kasir, biasanya kamu akan ditawari sumpit sekali pakai. Sushi bisa langsung dimakan di taman, dibawa pulang ke kosan, atau bahkan dikombinasikan dengan makanan lain seperti kimchi dan keripik senbei. Tidak ada aturan khusus, sehingga kamu bisa benar-benar menikmati sushi sesuai selera.

Jadi, cara makan sushi di Jepang sebenarnya simpel saja. Semua tergantung di mana kamu menikmatinya. Kalau kamu sudah tahu aturan dasarnya sejak sekarang, kamu akan lebih percaya diri ketika benar-benar berada di Jepang nanti. Belajar sejak awal akan membantu kamu cepat beradaptasi, terutama jika tujuanmu ke Negeri Sakura adalah untuk bekerja. Semangat terus, dan semoga perjalananmu ke Jepang berjalan lancar!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru