Apa Sih Budaya Shodo di Jepang Itu? Harus Kamu Coba Kalau Mau Lancar Tulis Kanji!
![]() |
| Budaya shodo di Jepang adalah penulisan kanji dengan bentuk kaligrafi. Kredit Gambar: Wikipedia |
Di Jepang ada istilah budaya shodō (書道) atau kaligrafi Jepang. Budaya ini bukan sekadar seni menulis kanji biasa, tapi sebagai latihan tangan, pemahaman kanji dan menempa batin.
Di Jepang, shodō dipahami sebagai filosofi hidup yang bisa
membantu seseorang dari segi bahasa, seni dan juga kekuatan mental.
Tiga Aspek Penting Dalam Budaya Shodo
![]() |
| Dalam praktek budaya shodo, ada 3 aspek penting yaitu mental, bahasa dan seni yang kombinasinya menciptakan karya tulisan bernilai artistik. Kredit Gambar: Wikipedia |
Dalam
shodo, ada 3 aspek penting yang bisa dipiliha berdasarkan mental, bahasa dan
seni. Contoh saja saat membuat goresan kuas, kamu harus presisi dan
tidak boleh ragu. Dalam proses menulis kanji, kamu harus punya mental berani
saat menyusun setiap aspek huruf kanji tersebut. Dari sinilah, aspek mental dan
tidak takut gagal bisa menggambarkan proses shodo.
Aspek berikut adalah pemahaman bahasa. Kamu harus tahu
secara ilmu bahasa dan tulisan Jepang, cara menulis kanji yang benar. Dari
proses pemilihan goresan sampai bentuk kanji yang benar harus kamu ketahui.
Selanjutnya, shodo memiliki aspek seni karena setiap goresan
kuas bisa memberikan keindahan tersediri. Astetik kaligrafi adalah ekspresi
setiap orang. Setiap individu akan memiliki ciri khas tulisan sendiri saat membuat
kaligrafi Jepang yang unik ini. Dari segi seni, astetik yang bisa kamu berikan
dari keunikan diri pada tiap goresan menjadi lebih bernilai!
Bisa dibilang juga, bahwa setiap goresan kuas mencerminkan
kondisi hati penulisnya pada saat itu dan bisa menjadi seni ekspresi diri.
Karena itulah, shodo sering dianggap sebagai “tulisan yang bernyawa”.
Jadi tidak heran jika budaya ini sering jadi pameran tersendiri dalam event. Contoh saja saat pemilihan Kanji of the Year, pasti teknik menulisnya pakai shodo!
Proses Membuat Shodo
Dalam praktiknya, shodo menggunakan empat alat utama yang disebut bunbō shihō atau kuas (fude), tinta (sumi), batu tinta (suzuri), dan kertas Jepang (washi). Hanya dengan alat sederhana tersebut, kamu sudah bisa hasilkan karya sendiri khas Jepang ini.
Untuk menggunakan alat ini dengan benar, kamu harus memiliki
ketelitian dan ketenangan. Sekali kuas menyentuh kertas, hampir tidak ada ruang
untuk koreksi. Karena itu, shodo mengajarkan keberanian mengambil keputusan dan
menerima hasil apa adanya.
Berikut contoh video orang membuat shodo:
Kalau kamu mau latihan, coba dulu membuat shodo dengan alat
biasa. Bisa dari kertas kanvas, kuas kaligrafi tebal dan cat minyak. Membuat
shodo gak perlu alat tradisional kalau baru latihan menulis kanji sederhana.
Selanjutnya, tentukan kanji yang ingin kamu buat dan mulai
hafalkan urutan goresannya. Selanjutnya tinggal praktek sampai bisa. Mudah
bukan prosesnya? Hal yang sulit adalah proses kamu belajar hingga bisa bikin
shodo yang bagus!
Manfaat Belajar Shodo
Di dunia pendidikan Jepang, budaya shodo masih diajarkan di
sekolah dasar. Anak-anak belajar menulis kanji dengan kuas untuk melatih
konsentrasi, kesabaran, dan rasa estetika. Tujuannya bukan semata menghasilkan
tulisan indah, tetapi membentuk sikap mental: fokus, tenang, dan disiplin.
Nilai-nilai ini dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.
Di lembaga belajar bahasa Jepang, shodo bisa dijadikan media
belajar kanji yang menyenangkan. Daripada sekedar mengulang hurufnya di buku,
shodo bisa membuat proses menghafal kanji berkesan. Setiap goresan mendorong
mental berani dan tidak takut salah. Selain itu, menghasilkan karya kaligrafi
Jepang indah bisa menjadi pengalaman unik. Pengalaman tersebut akan terngiang
dan memudahkan kamu hafalkan kanji yang kamu jadikan shodo.
Bagaimana? Menarik bukan budaya shodo? Bagi kamu yang sedang
belajar bahasa dan budaya Jepang, pastikan coba sendiri proses membuat karya
seni tulisan ini!



