Gak Nyangka Krisis Parts PC di Jepang Buat Toko Komputer di Sana Memohon Sama Netizen!
![]() |
| Krisis parts PC di Jepang makin parah sampai-sampai berbagai parts jadul aja mau dibeli mahal! Kredit Gambar: Brian Wong/Flickr |
Krisis parts PC terlihat jelas di Jepang beberapa waktu terakhir. Krisis parts PC di Jepang dipicu oleh harga RAM yang melonjak dan pengalihan strategi bisnis banyak produsen parts PC. Sekarang perusahaan seperti Nvidia dan Micron sekarang fokus ke teknologi AI dan data center, jadi mereka meninggalkan target konsumen pemilik PC biasa.
Akibat
kejadian ini, PC baru dan komponen rakitan sulit didapat atau jadi
sangat mahal. Beberapa toko bahkan menunda pesanan PC rakitan karena stok RAM
dan SSD tidak stabil. Barang baru bukanlah satu-satunya yang susah dicari.
Parts second juga terkena masalah yang sama.
Saking parahnya kondisi barang second ini, di Jepang terjadi
krisis di salah satu toko terbesarnya. Pada akun sosial media X.com, Sofmap
Gaming (salah satu toko PC dan part bekas di Akihabara) membuat postingan ini:
ゲーミングPC、中古も本当に在庫なくて今これ
— ソフマップゲーミング (@sofmap_gaming) January 7, 2026
あの、お願いなので買い替えたらぜひ弊社にゲーミングPCを売ってください...
結構高く買い取っていますので...
ゲーミングのデスクでもノートでも、もちろんゲーミングじゃない普通のでもPCなら大体買い取っているので... pic.twitter.com/IinBuGgRV7
Postingan tersebut berisi permohonan ke netizen Jepang untuk
menjual PC mereka ke tempat mereka jika memang sudah tidak dipakai. Di kolom
komentar postingan tersebut, ada komentar juga bahwa mereka rela beli PC parts
jadul juga.
Toko elektronik besar di kawasan Akihabara lain juga mulai aktif
membeli PC bekas dari masyarakat. Bahkan PC lama pun dianggap bernilai karena
bisa langsung dijual kembali. Mereka rela dapat parts yang bermasalah dan
bahkan perlu refurbish.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu toko. Banyak toko
PC bekas dan part PC lain ikut merasakan tekanan stok karena permintaan PC
bekas meningkat tajam sebagai alternatif PC baru. Banyak poster dan material
pemasaran yang mengaku rela beli parts tipe apa saja.
PC berbasis DDR4 menjadi incaran yang paling laku, karena
masih layak pakai dan lebih terjangkau dibanding sistem DDR5. RAM tipe DDR5
adalah yang paling langka, tapi juga jadi target jika ada yang mau jual. Akibat
makin sulit didapatkan, hal inilah yang membuat P bekas “naik kelas” secara
ekonomi di mata pemilik toko d Jepang.
Dari sisi masyarakat Jepang, untung besar karena nilai PC
mereka yang bekas di nilai tinggi. Walaupun begitu tidak semua masyarakat
Jepang tertarik jual PC-nya. Biasanya yang dijual adalah PC cadangan, PC lama,
atau unit yang jarang dipakai. Kalau PC yang masih dipakai, mereka akan pikir
dua kali karena sekarang sedang susah cari parts PC.
Budaya Jepang yang cenderung tidak menimbun barang dan
kepercayaan tinggi pada toko fisik membuat proses jual beli barang bekas relatif
lancar. Hanya saja, pasar sekarang sedang dalam situasi krisis. Kalau jual PC
bekas, belum tentu uang yang didapat dari proses jual bisa untuk modal beli PC
baru karena harga makin mahal.
Kesimpulannya, pasar PC bekas di Jepang sedang “hidup” dan
bahkan condong krisis butuh banyak parts bekas. Apakah situasi pasarnya bisa jadi normal? Mari
tunggu update berita situasi krisis parts PC di Jepang!


