Gak Nyangka Krisis Parts PC di Jepang Buat Toko Komputer di Sana Memohon Sama Netizen!

Krisis parts PC di Jepang makin parah sampai-sampai berbagai parts jadul aja mau dibeli mahal!
Kredit Gambar: /Flickr

Krisis parts PC terlihat jelas di Jepang beberapa waktu terakhir. Krisis parts PC di Jepang dipicu oleh harga RAM yang melonjak dan pengalihan strategi bisnis banyak produsen parts PC. Sekarang perusahaan seperti Nvidia dan Micron sekarang fokus ke teknologi AI dan data center, jadi mereka meninggalkan target konsumen pemilik PC biasa.

Akibat kejadian ini, PC baru dan komponen rakitan sulit didapat atau jadi sangat mahal. Beberapa toko bahkan menunda pesanan PC rakitan karena stok RAM dan SSD tidak stabil. Barang baru bukanlah satu-satunya yang susah dicari. Parts second juga terkena masalah yang sama.

Saking parahnya kondisi barang second ini, di Jepang terjadi krisis di salah satu toko terbesarnya. Pada akun sosial media X.com, Sofmap Gaming (salah satu toko PC dan part bekas di Akihabara) membuat postingan ini:

Postingan tersebut berisi permohonan ke netizen Jepang untuk menjual PC mereka ke tempat mereka jika memang sudah tidak dipakai. Di kolom komentar postingan tersebut, ada komentar juga bahwa mereka rela beli PC parts jadul juga.

Toko elektronik besar di kawasan Akihabara lain juga mulai aktif membeli PC bekas dari masyarakat. Bahkan PC lama pun dianggap bernilai karena bisa langsung dijual kembali. Mereka rela dapat parts yang bermasalah dan bahkan perlu refurbish.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu toko. Banyak toko PC bekas dan part PC lain ikut merasakan tekanan stok karena permintaan PC bekas meningkat tajam sebagai alternatif PC baru. Banyak poster dan material pemasaran yang mengaku rela beli parts tipe apa saja.

PC berbasis DDR4 menjadi incaran yang paling laku, karena masih layak pakai dan lebih terjangkau dibanding sistem DDR5. RAM tipe DDR5 adalah yang paling langka, tapi juga jadi target jika ada yang mau jual. Akibat makin sulit didapatkan, hal inilah yang membuat P bekas “naik kelas” secara ekonomi di mata pemilik toko d Jepang.

Dari sisi masyarakat Jepang, untung besar karena nilai PC mereka yang bekas di nilai tinggi. Walaupun begitu tidak semua masyarakat Jepang tertarik jual PC-nya. Biasanya yang dijual adalah PC cadangan, PC lama, atau unit yang jarang dipakai. Kalau PC yang masih dipakai, mereka akan pikir dua kali karena sekarang sedang susah cari parts PC.

Budaya Jepang yang cenderung tidak menimbun barang dan kepercayaan tinggi pada toko fisik membuat proses jual beli barang bekas relatif lancar. Hanya saja, pasar sekarang sedang dalam situasi krisis. Kalau jual PC bekas, belum tentu uang yang didapat dari proses jual bisa untuk modal beli PC baru karena harga makin mahal.

Kesimpulannya, pasar PC bekas di Jepang sedang “hidup” dan bahkan condong krisis butuh banyak parts bekas.  Apakah situasi pasarnya bisa jadi normal? Mari tunggu update berita situasi krisis parts PC di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru