Kabarnya Jepang Butuh Pekerja Asing Lebih Banyak Dari Indonesia, Ini Bener Gak Sih?

Jepang butuh pekerja asing karena pekerja yang tidak muda lagi, bisa di cek kondisinya seperti di gambar!
Kredit Gambar: Wikipedia

Jepang butuh pekerja asing makin banyak, lho! Kabar ini sempat menyebar banyak di sosial media dan memang didukung banyak berita lain yang senada. Bagi yang tidak tahu, Jepang saat ini menghadapi krisis tenaga kerja serius akibat populasi menua dan menurunnya jumlah usia produktif. Kondisi ini mendorong pemerintah Jepang untuk tetap membuka pintu bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia, meskipun di saat yang sama muncul kekhawatiran sosial di dalam negeri.

Nih, contoh pemberitaan media soal akan adanya peningkatan kesempatan kerja ke Jepang untuk warga Indonesia:

@kompascom

Jepang membuka peluang bagi 40.000 tenaga kerja asal Indonesia di berbagai sektor. Tawaran gahi berkisar Rp 25 juta hingga Rp 55 juta per bulan. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, tenaga kerja Indonesia dihargai tinggi karena keramahtamahannya. “Bahkan kita dianggap nomor satu di antara bangsa-bangsa yang lain sebagai tenaga kerja yang hadir di Jepang,” ujarnya, Kamis (2/10/2025). Penulis: Sania Mashabi, Mahar Prastiwi Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne Produser: Reza Kurnia Darmawan ~R #Kerja #Indonesia #Jepang #Global ##voice

♬ suara asli - Kompas.com

Dalam pemberitaan media Indonesia, sering muncul klaim bahwa Jepang akan menyerap hingga sekitar 1,23 juta pekerja asing hingga tahun 2029. Angka ini memang datang dari Jepang, tetapi perlu dipahami konteksnya!

Jumlah tersebut adalah proyeksi total kebutuhan pekerja asing Jepang secara kumulatif dari berbagai skema dan berbagai negara, bukan kuota khusus untuk satu negara seperti Indonesia. Jadi, kebutuhan tenaga kerja Jepang naik, tapi bukan berarti kuotanya langsung naik sebanyak itu untuk warga Indonesia.

Negara-negara lain tetap dapat tawaran dari kenaikan besaran pekerja yang dibutuhan Jepang tersebut. Tambahan kuota pekerja Indonesia di Jepang yang sesungguhnya belum ada info pasti. Jadi, jangan langsung percaya ada angka-angka yang dibicarakan khusus kuota keberangkatan pekerja Indonesia ke Jepang!

Pekerja Indonesia memang banyak diharapkan masuk ke Jepang, tapi bukan undangan khusus ya!
Kredit Gambar: Better Work Programme/Flickr

Sementara itu, ada pula berita internasional yang menyebut Jepang akan membatasi penerimaan pekerja asing di program baru sebanyak sekitar 426.000 orang untuk 2027. Angka ini sering disalahartikan sebagai penurunan atau pengetatan ekstrem. Padahal, angka 426.000 tersebut adalah batas awal (cap) untuk dua tahun pertama program baru pasca reformasi, bukan batas total seluruh pekerja asing di Jepang.

Seperti yang kamu tahu, aturan kerja ke Jepang tahun 2027 akan berubah pakai Ikusei Shuro. Nah, quota awal program baru itu dibatasi dulu 426.000 orang. Jadi, bukan pembatasan kencang karena program lama jalur kerja ke Jepang masih berjalan.

Konten ini juga membenarkan kabar yang sama:

@atfinas_andrian “Jepang masih butuh pekerja asing… tapi kenapa malah dibatasi? 🤔🇯🇵” Yang mau kerja ke Jepang, masih yakin? ⬇️ Tulis pendapatmu di komentar #kenshuseijapan🇮🇩🇯🇵🎌 #jhisuseiindonesia🇮🇩🎌 #ikuseishuurou🇮🇩🇯🇵 #kerjadijepang #xyzbcafypã‚· ♬ suara asli - Atfinas_andrian - atfinas_andrian

Penting juga ditegaskan bahwa Jepang tidak menaikkan kuota khusus untuk Indonesia saja. Pekerja asing yang dibutuhkan Jepang berasal dari berbagai negara seperti Vietnam, Filipina, China, Myanmar, Indonesia, dan negara lain, tergantung sektor dan jalur visa yang tersedia.

Walaupun tidak secara khusus hanya menawarkan ke Indonesia, Jepang memang sedang berusaha mendekati pemerintah kita untuk kirim lebih banyak tenaga kerja. Kamu bisa cek di media Jepang atau Indonesia kalau ada penguatan nama dan reputasi pekerja Indonesia yang mengikuti program resmi. Contoh program resmi ini adalah IM Japan yang didukung KEMNAKER serta program G-to-G kaigo yang didukung BP2MI.

Dari dua program tersebut, kamu bisa dapat kejelasan soal peluang kerja di Jepang. Baik program IM Japan maupun G-to-G kaigo memang makin banyak mencari peserta. Dari sini bisa diukur bahwa Jepang memang mengincar lebih banyak pekerja Indonesia.

Namun, jangan disimpulkan hal ini sebagai orang Jepang khusus mencari orang Indonesia. Kenyataannya, Jepang mencari pekerja di berbagai negara partner lain mereka. Indonesia hanya salah satu partner dekat yang juga dicari.

Sekarang Jepang memang butuh pekerja lebih banyak, tapi mereka tidak sembarangan buka pintu untuk Indonesia. Jepang membuka peluang kerja, sambil membatasi dan mengatur jumlah masuk per program dan per periode degan peraturan baru 2027. Kebijakan ini mencerminkan kebutuhan ekonomi, bukan perubahan sikap sosial secara emosional.

Sekarang kamu tahu kalau Jepang memang butuh pekerja dari Indonesia, tapi hanya pekerja yang berkualitas dan dari jalur resmi. Tidak semua orang Jepang menginginkan pekerja Indonesia! Orang Jepang hanya memilih pekerja Indonesia yang bisa adaptasi, berkualitas baik dan menggunakan jalur resmi yang bisa dipertanggung jawabkan!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru