Kecewa Lihat WNI Gak Bisa Jaga Perilaku di Jepang, Jadi Sorotan Netizen Jepang pada Akhirnya…
![]() |
| Lagi-lagi WNI gak bisa jaga perilaku di Jepang, masak main padel di kuburan sana? Kredit Gambar: @harukaawake/X.com |
Pastikan jaga perilaku di Jepang! Hal ini berhubungan dengan netizen Jepang sedang protes mengenai WNI. Protes ini terjadi akibat tersebarnya video kelakuan tidak menyenangkan WNI di sana. Nih, postingan WNI mainan padel di kuburan Jepang:
🇯🇵☪️ Two Indonesian Muslims decide to play padel at a Japanese cemetery.
— 鈴森はるか 『haruka suzumori』 🇯🇵 (@harukaawake) January 27, 2026
I don't think I even need to explain how unbelievably disrespectful this type of behavior is. pic.twitter.com/ZNcjjA7baq
Gimana gak marah orang sana
lihat kelakuan kayak ini? Postingan ini dapatkan banyak perhatian orang Jepang
yang mengecam dan bahkan mengejek pemikiran pelaku di video. Mereka merasa
kelakuan seperti ini gak pantas dipamerkan, apalagi sebagai pendatang.
Netizen Indonesia juga bayak
yang utarakan pendapat dan meminta maaf atas kelakuan pelaku tersebut. Banyak
yang kecewa dengan WNI di Jepang setelah lihat video tersebut. Di tahun
2025 lalu, WNI juga ditemukan ada yang kelakuannya gak bagus dan sempat memperburuk nama Indonesia di Jepang. Kenapa sekarang diulang lagi?
Kejadian viral masalah WNI di Jepang bisa terus terjadi
selama banyak yang gak jaga sikap. Kalau kamu niatnya kerja di negara orang, ya
jangan macam-macam deh. Buat konten yang positif-lah minimal, jangan pamer
kelakuan merusak kayak main di kuburan orang Jepang, gak sopan banget!
Jaga perilaku di Jepang gak susah kok! Cukup ikuti aturan
dan hormati kebiasaan orang sana. Orang Jepang pasti mau menerima kok kamu di
sana kalau kelakuan kamu memang baik.
Banyak netizen Indonesia yang sebelumnya mengejek imigran
asal Asia Selatan yang bermasalah di Jepang. Namun, kenyataannya, WNI sendiri
banyak yang buat masalah juga. Janganlah main-main, nanti kalau tingkat kecewa
dengan WNI di Jepang tinggi, yang rugi negara sendiri juga!
Bayangin kalau kedepannya Indonesia dibatasi kuota masuk ke Jepang akibat banyak penemuan perilaku negatif. Siapa yang mau tanggung jawab soal ini coba? Makannya, jaga perilaku di Jepang sebaik mungkin kalau mau lancar kerja di sana!


