Aturan Baru JLPT di Jepang Melarang Wisatawan Ambil Tes Ini! Mengapa Dilarang?
![]() |
| Aturan baru JLPT di Jepang tidak bisa diambil oleh wisatawan untuk prioritaskan orang yang ada di Jepang! Kredit Gambar: /Unsplash |
Banyak
orang luar Jepang kaget karena ada aturan baru JLPT di Jepang yang mula berlaku
2026 ini. Isi perubahan ini menyatakan bahwa wisatawan tidak akan lagi bisa
ambil tes JLPT!
Awalnya,
banyak yang mengira semua WNA akan terkena dampaknya ikut dilarang. Ternyata,
perubahan ini hanya menarget pemegang visa tertentu yaitu yang berstatus
wisatawan dan pendatang jangka pendek.
Sebenarnya
apa yang menyebabkan perubahan ini? Apakah pekerja atau peserta magang masih
bisa ambil tes JLPT di Jepang seperti biasa? Apakah kontrak satu tahun kerja
Jepang termasuk jangka pendek? Mari bahas semua pertanyaan itu di sini!
Apa Isi Aturan Baru JLPT di Jepang?
![]() |
| Warga asing yang hanya berkunjung sebentar dilarang ambil test JLPT di Jepang. Kredit Gambar: /Unsplash |
Laporan
dari The Japan Times menyebutkan bahwa penyelenggara
JLPT berencana membatasi pendaftaran bagi peserta dengan visa turis. Keputusan
ini muncul setelah meningkatnya fenomena “JLPT tourism”, yaitu orang-orang yang
datang ke Jepang hanya untuk mengikuti ujian bahasa saja.
Selama
beberapa tahun terakhir, banyak peserta luar negeri memilih ikut tes langsung
di Jepang. Alasan mereka ikut tes di Jepang adalah kuota di negara asal cepat
habis. Namun praktik ini menimbulkan sejumlah masalah administrative. Contoh
saja alamat lokal yang tidak valid hingga kesulitan verifikasi identitas
peserta tes.
Melalui
perubahan aturan WNA di Jepang ini, panitia ingin memastikan slot ujian lebih
diprioritaskan bagi orang yang benar-benar tinggal di Jepang.
Siapa yang Tidak Bisa Ambil Tes JLPT di Jepang?
Untuk
memperjelas sipa yang dilarang tidak boleh ambil tes JLPT berikut list,
kategori berikut yang kena dampaknya:· Pemegang visa turis atau short-term stay
· Pengunjung sementara tanpa Residence Card
· Peserta yang datang khusus untuk ujian lalu kembali ke negara asal
Fokus
aturan ini untuk menjaga sistem pendaftaran tetap adil dan tertata. Pemerintah
ingin layanan ini lebih terfokus pada mereka yang tinggal di Jepang dan
membutuhkan bantuan tes JLPT!
Apakah Peserta Magang dan Pekerja Asing Terkena Dampak?
![]() |
| Hanya warga asing yang punya Residence Card Jepang saja yang masih boleh ambil tes JLPT di sana. Kredit Gambar: Wikipedia |
Peserta
magang, pelajar, maupun pekerja asing tidak termasuk dalam pembatasan tersebut.
Ternyata, mereka yang tinggal minimal dengan visa durasi satu tahun di Jepang
tetap okay ambil tes JLPT. Mereka tidak dihitung golongan yang tinggal jangka
pendek ternyata!
Pastikan kamu kenali mana jalur ke Jepang yang bisa dapat Residence Card kalau tertarik ambil JLPT di sana! Selama seseorang memiliki Residence Card dan status tinggal resmi, mereka tetap bisa mengambil JLPT di Jepang. Jadi, bila kamu termasuk di dalam list ini, kamu juga aman ambil tes JLPT:
· Peserta magang
· Pekerja Tokutei Ginou (SSW)
· Pemegang Student visa
· Pemilik visa engineer atau visa kerja lainnya yang jangka panjang
· Penyandang status dependent dan golongan long-term resident
Jadi,
aturan baru JLPT di Jepang yang pegang status residence. Nah, kalau dapat izin
resmi tinggal setahun lebih, umumnya kamu bisa dapat Residence Card, jadi aman.
Selama bukan turis, peluang untuk ikut ujian kamu tetap terbuka.
Mengapa Jepang Membuat Kebijakan Ini?
Nah,
mengapa tiba-tiba ada pemberlakuan perubahan aturan ini? Ternyata ada beberapa
alasan utama di balik kebijakannya, yaitu:
· Mengurangi penyalahgunaan slot ujian. Peserta resident sering kesulitan mendapatkan kursi karena banyaknya pendaftar dari luar negeri.
· Memperbaiki sistem administrasi. Panitia ingin memastikan data peserta valid dan mudah diverifikasi.
· Prioritas bagi WNA yang tinggal di Jepang.Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perubahan aturan WNA di Jepang yang semakin menekankan status tinggal resmi.
Dampaknya bagi Peserta Indonesia
Bagi WNI yang sedang magang atau bekerja di Jepang, aturan ini justru bisa membawa
keuntungan. Berkurangnya peserta turis artinya peluang untuk ambil tes JLPT di
Jepang kemungkinan akan lebih besar dan persaingan slot menjadi lebih stabil.
Kesimpulannya,
jangan langsung panik membaca berita soal aturan baru JLPT di Jepang. Larangan
tersebut hanya berlaku untuk wisatawan, bukan bagi peserta magang atau resident
yang tinggal secara legal. Justru bagi banyak trainee dan pekerja asing,
perubahan ini bisa menjadi kesempatan untuk lebih mudah mendapatkan jadwal
ujian di masa depan.
Jadi, emang gak salah aturan baru JLPT di Jepang ini berlaku! Mudah-mudahan kamu yang mau magang Jepang dan upgrade skill bahasa bisa lancar ikut tes JLPT-nya ya!





