Kok Bisa Bangat Beda Mochi Indonesia dan Jepang, Apa yang Sebabkan Hal Ini?

Beda mochi Indonesia dan Jepang terletak pada fleksibilitas penggunaannya dalam kuliner.
Kredit Gambar: JP Sheard/Unsplash

Mochi sering dianggap sebagai makanan khas Jepang yang identik dengan rasa manis. Namun, tahukah kamu kalau konsep mochi di Jepang sebenarnya jauh lebih luas dibandingkan versi yang populer di Indonesia? Perbedaan ini bukan sekadar soal rasa, tapi juga budaya kuliner yang membentuknya sejak lama.

Mochi Asal Jepang Variasinya Gak Cuma Manis

Jika di Indonesia mochi identik dengan isian kacang atau cokelat, mochi asal Jepang justru memiliki banyak variasi. Ada mochi manis seperti daifuku atau sakura mochi, tetapi ada juga versi asin yang sering muncul dalam hidangan utama. 

Contohnya yang asing adalah Isobe Maki, yaitu mochi panggang yang dibalut rumput laut dan diberi kecap asin. Selain itu, ada juga Chikara Udon, semangkuk mi udon berkuah gurih yang disajikan bersama mochi sebagai toping.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa mochi di Jepang bukan hanya camilan, tetapi juga bagian dari makanan sehari-hari. Teksturnya yang kenyal membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai rasa, mulai dari manis, asin, hingga gurih.

Salah satu konten kreator orang Jepang yang lama di Indonesia sempat buat konten seputar perbedaan ini. Nih, videonya:

Daya Tarik Mochi Indonesia yang Lebih Manis

Walaupun beda, mochi di Indonesia tetap banyak yang suka sebagai hidangan manis gurih. Banyak daerah di Indonesia mengembangkan mochi sebagai kudapan manis yang praktis dan mudah dinikmati. Biasanya, mochi Indonesia hadir dalam bentuk kecil dengan taburan tepung dan isi kacang tanah, cokelat, atau varian modern lainnya.

Fokus pada rasa manis membuat mochi Indonesia lebih mudah diterima oleh lidah lokal. Selain itu, kemasan yang menarik dan inovasi rasa juga membuatnya populer sebagai oleh-oleh khas dari berbagai kota.

Mochi Indonesia ini cocok buat suguhan tamu atau acara-acara. Dibandingkan mochi Jepang yang bisa digunakan untuk banyak kuliner, mochi Indonesia disantap sebagai hidangan individu dan tidak dicampur makanan lain.

Mengapa Versinya Bisa Berbeda?

Perbedaan antara mochi Indonesia dan Jepang sebenarnya berakar pada budaya makan. Di Jepang, bahan dasar seperti beras ketan sudah lama digunakan dalam berbagai hidangan utama, sehingga mochi berkembang menjadi makanan yang fleksibel.

Sementara di Indonesia, mochi lebih cepat dikenal sebagai dessert atau jajanan, sehingga varian manis lebih dominan. Pengaruh penggunaan tepung beras sebagai makanan manis di Indonesia, juga mengambil peranan besar.

Faktor lain adalah kebiasaan kuliner masyarakat. Jepang memiliki tradisi memasukkan mochi dalam sup atau hidangan hangat, terutama saat musim dingin. Sebaliknya, di Indonesia tidak mengenal budaya penggunaan adonan ala mochi untuk banyak variasi, yang diketahui hanya hidangan manis saja!

Ingin Coba Mochi Otentik Langsung di Jepang?

Bagi kamu yang penasaran dengan pengalaman mencicipi mochi otentik, datang langsung ke Jepang tentu bisa jadi pilihan menarik. Hidangan mochi kalau yang asli tentu unik dan bahasan tentang mochi banyak yang aneh-aneh juga. Kalau mau rasakan serunya soal mochi, ya lebih baik berangkat ke Jepang!

Selain wisata kuliner, ada juga peluang tinggal lebih lama melalui program kerja magang seperti IM Japan. Dengan jalur ini, kamu bisa merasakan kehidupan sehari-hari di Jepang selama beberapa tahun sekaligus mengenal ragam kuliner lokal secara lebih dekat.

Pada akhirnya, beda mochi Indonesia dan Jepang bukan soal mana yang lebih enak, tetapi bagaimana budaya membentuk rasa dan cara menikmatinya. Mungkin setelah tahu perbedaannya, kamu jadi ingin mencoba versi gurih yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru