Mulai 31 Maret 2026 Bus Malam di Tokyo Akan Berhenti, Apa Penyebabnya?
![]() |
| Beberapa bus malam di Tokyo akan berhenti operasi mulai tanggal 31 Maret 2026 besok. Kredit Gambar: /Unsplash |
Sudah
diumumkan dari pihak pemerintahan lokal bahwa bus malam di Tokyo, khususnya
Toei Bus Network akan berubah. Perubahan ini termasuk mematikan bebereapa jalur
bus tengah malam yang sebelumnya bisa melayani sampai 12 malam.
Banyak
orang tentu tahu kalau layanan kendaraan umum di Jepang sangat bagus, tetapi
kondisi ini tidak bisa dipertahankan sekarang. Alasan utamanya adalah biaya
operasi dan juga kekurangan tenaga kerja.
Kamu bisa
cek biaya taksi dan kereta di Jepang yang naik demi mempertahankan kualitas.
Kalau Bus, mereka terjebak tidak bisa naikan harga banyak. Selain itu, armada
bus banyak yang berkurang karena Jepang kekurangan supir bus.
Pemerintah Tokyo melalui Biro Transportasi berkata bahwa layanan
bus malam Toei akan dihentikan sepenuhnya mulai 31 Maret 2026. Mereka juga
terus terang menerangkan tantangan mencari tenaga kerja supir demi
mempertahankan operasi bus malam tersebut!
Layanan yang dihentikan adalah jam operasi bus malam Tokyo setelah
pukul 23.00 dengan tarif lebih mahal (¥420 dibanding normal ¥210), dan ini
berlaku pada enam rute terakhir yang masih menyediakan layanan malam.
Total rute yang dimatikan ada enam yaitu:
Rute 02 dari Oji Station untuk arah Toshima Gochome Danchi
·
Rute 03 dari Nishi-Kasai Station menuju
Minami-Kasai
·
Rute 07 antara Shinagawa Station’s Konan Exit
dan Yashio Park Town
·
Rute 11 dari Oji Station untuk menunju Shinden
Nichome
·
Rute 12 antara Funabori Station dengan
Shin-Koiwa Station
·
Rute 13 dari Tokyo Station’s Marunouchi South
keluar ke Ariake Itchome
Enam rute tersebut mencakup akses strategis stasiun seperti Oji, Nishi-Kasai, Shinagawa,
Funabori, hingga Tokyo Station. Semuanya memberikan akses mudah menuju beberapa
area permukiman di Tokyo. Sayangnya, rute-rute tersebut harus tutup akhir bulan
ini!
Pemberitaan ini sempat dapat perhatian dari Netizen
Indonesia setelah dilaporkan oleh akun Japanese Station. Berikut postingannya:
Netizen Indonesia banyak yang komen kalau supir di Indoensia
sebenarnya bisa isi lowongan tersebut. Hanya saja, sedikit sopir di Indonesia
yang dapat kesempatan belajar bahasa Jepang dan dapat SSW supir.
Kebutuhan kerja supir di Jepang sangat tinggi. Bagi kalian
yang mau dapat gaji supir besar, lebih baik jangan dilewatkan. Jadi supir di
Jepang bisa mulai dari magang dulu dengan jalur IM Japan contohnya!
Kalau bisa magang ke sana, mendapatkan SIM bus dan SSW sopirpasti lebih mudah. Dari sinilah, jalur kerja jadi sopir bus Jepang menjadi
lebih terbuka. Orang Indonesia sudah ada yang jadi supir bus Jepang lho, jadi
kenapa gak menysul?
Mari bantu pihak Jepang biar bisa mengaktifkan kembali jalur
transportasi malamnya. Penghapusan layanan ini akan sangat berdampak bagi
pekerja malam atau orang yang tinggal jauh dari stasiun kereta, sehingga mereka
harus mencari alternatif transportasi lain seperti bersepeda.
Kalau sudah ada dukungan tenaga kerja supir WNI yang banyak
masuk, bus malam di Tokyo pasti bisa melayani lagi. WNI yang dapat job kerja
jadi supir bus di kota besar juga dapat pemasukan tinggi. Ini jadi opsi win-win
solution!


