Pelajari 10 Etika Belanja di Jepang Sebelum Kamu Magang di Sana!

 

Kalau tahu etika belanja di Jepang, kamu akan dipandang lebih sopan sama orang sana!
Kredit Gambar: /Flickr

Setiap negara pasti memiliki tata cara berbeda dalam belanja. Maka dari itu, hitungannya wajib belajar etika belanja di Jepang bagi yang mau magang ke sana. Berikut adalah 11 tata cara belanja di Jepang yang paling penting kamu ingat !

Tidak Boleh Mengenakan Sepatu di Ruang Pas

Aturan pertama yang harus kamu ingat adalah penggunaan ruang pas. Jika beli pakaian dan ingin coba, pastikan lepas alas kaki saat masuk ke ruangannya.

Jaga kebersihan ruangan juga karena tempatnya akan digunakan konsumen lain. Hindari meninggalkan barang seperti label ataupun sampah di ruang pas.

Jangan Asal Meninggalkan Barang yang Tidak Jadi Kamu Beli

Saat beli barang dan merasa  tidak puas, kembalikan langsung barang itu ke petugas. Hal ini berlaku untuk banyak barang. Mulai dari barang peralatan rumah tangga, baju fashion atau makanan, tidak boleh kamu tinggalkan sembarangan.

Aturan ini juga berlaku di mana saja. Baik di toko besar, toko kecil dan bahkan konbini. Jadi, pastikan tidak membuat berantakan barang yang kamu kembalikan barang yang tidak jadi kamu beli.

Menitipkan pada petugas lebih baik daripada mengembalikan sendiri. Alasannya, kamu belum tentu bisa merapikan tempat menaruh barang seperti semula. Kebiasaan dan budaya belanja orang Jepang selalu mengandalkan petugas jika ada masalah pengembalian barang seperti ini.

Tidak Boleh Brutal Nyoba Sampel Makanan

Orang Indonesia jika diberi sampel pasti ambil agak banyak, mumpung gratis katanya. Namun, hal ini berbeda dengan di Jepang. Sampel di sana selalu ada aturan tidak tertulis yaitu satu orang satu.

Sampel yang ditawarkan terkadang tidak ada petugasnya di Jepang. Kamu harus tahan diri dan ambil satu saja jika ingin coba. Jangan sampai kamu dicap tidak sopan karena makan banyak barang sampel.

Selalu Bertanya dan Minta Izin ke Petugas Sebelum Menyentuh Barang Display

Saat ingin melihat barang display lebih dekat atau memegangnya, pastikan bilang dulu sama petugas di toko. Minta izin apakah kamu diperbolehkan menyentuh atau melihat lebih dekat.

Beberapa toko melarang hal ini dan beberapa lain memperbolehkannya. Akibat perbedaan ini, kamu tidak boleh asal dan wajib tanya dulu.

Tempat yang ramai wisatawan biasanya lebih bebas memperbolehkan wisatawan sentuh barang display. Tetap tetap saja, tempat wisata belanja di Jepang tidak bisa disamakan. Harus tanya-tanya dulu daripada kena marah nantinya!

Lebih Hati-Hati Pegang Buah-Buahan Saat Memilih Mana yang Akan Dibeli

Buah di Jepang adalah barang mahal. Jadi, lebih hati-hati saat menyentuh buah tersebut. Jika menekan terlalu kencang, buah bisa cacat dan kamu bisa disalahkan nantinya.

Khusus etika belanja di Jepang untuk buah adalah melihat dari sampel yang disediakan. Biasanya ada petugas yang mempersilahkan kamu icip-icip buah yang sudah dikupas untuk sampel.

Masukan Barang-Barang Sendiri ke Tas Belanja Saat Sudah Bayar di Kasir

Pelayanan kasir di Jepang lebih efisien dan cepat. Hal ini dikarenakan petugas kasir hanya fokus scan barang yang diberi dan menerima pembayaran. Untuk memasukan barang belanjaan ke kantong, itu tugas pembeli sendiri.

Hanya beberapa toko yang melayani memasukan barang ke kantong pembeli. Biasanya tokonya lebih high-end dan menawarkan layanan ekstra. Untuk swalayan biasa, kamu harus biasakan masukan barang sendiri.

Tidak Boleh Makan dan Minum Saat Belanja di Swalayan

Di tempat perbelanjaan swalayan Jepang, kamu dilarang makan atau minum sambil jalan. Semisal ada yang tawarkan sampel hidangan, tidak boleh kamu bawa dan harus langsung kamu makan.

Sekalipun beli makanan siap makan di dalam swalayan, pastikan hanya buka maknannya di luar tempat belanja.

Sebagai tips jika haus atau lapar, lebih baik langsung beli di Vending Machine saja. Beli lewat alat itu lebih bebas untuk makan dan minum.

Satu lagi tips belanja di Jepang untuk makan dan minum adalah lakukan dekat Konbini. Di sini biasanya adal tempat sampah yang mudah akses. Jadi kamu bisa makan dan minum tanpa bingung harus buang sampahnya ke mana.

Tidak Ada Budaya Menawar di Jepang

Berbeda dengan Indonesia, kamu tidak boleh menawar harga di sana. Harga di sana selalu pas dan jika memaksa menyewa, kamu akan dianggap miskin dan minta-minta. Pastikan berlaku seperti belanja di swalayan dan langsung bayar barang yang kamu inginkan.

Selalu Membayar dengan Pada Tempat Cash yang Tersedia

Budaya bayar di Jepang masih tradisional. Kamu diharapkan selalu bawa uang cash jika belanja di sini. Nah, saat bayar menggunakan cash, kamu harus pakai wadah khusus yang disediakan juga.

Tempat cash ini biasanya berupa kotak terbuka mirip nampan saji tapi kecil. Bahan kotak biasanya plastik dan memiliki banyak warna. Posisinya selalu ada di dekat alat kasir dan kamu pasti kenal setelah melihatnya langsung.

Di Jepang, tidak ada istilah uang pindah tangan secara langsung. Jadi, saat kamu dapat kembalian pun, harus tunggu sampai si penjual taruh di tempat cash tersebut.

Semoga bahasan etika belanja di Jepang tersebut membantu kamu yang magang di sana. Jaga baik-baik perilaku agar lebih mudah beradaptasi di sana. Jangan sampai kamu kena masalah karena tidak belajar dulu tata cara perilaku di Jepang yang baik!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru