Pelajari 10 Etika Belanja di Jepang Sebelum Kamu Magang di Sana!
![]() |
| Kalau tahu etika belanja di Jepang, kamu akan dipandang lebih sopan sama orang sana! Kredit Gambar: Jennifer Kramer/Flickr |
Setiap
negara pasti memiliki tata cara berbeda dalam belanja. Maka dari itu,
hitungannya wajib belajar etika belanja di Jepang bagi yang mau magang ke sana.
Berikut adalah 11 tata cara belanja di Jepang yang paling penting kamu ingat !
Tidak Boleh Mengenakan Sepatu di Ruang Pas
Aturan
pertama yang harus kamu ingat adalah penggunaan ruang pas. Jika beli pakaian
dan ingin coba, pastikan lepas alas kaki saat masuk ke ruangannya.
Jaga
kebersihan ruangan juga karena tempatnya akan digunakan konsumen lain. Hindari
meninggalkan barang seperti label ataupun sampah di ruang pas.
Jangan Asal Meninggalkan Barang yang Tidak Jadi Kamu Beli
Saat beli
barang dan merasa tidak puas, kembalikan
langsung barang itu ke petugas. Hal ini berlaku untuk banyak barang. Mulai dari
barang peralatan rumah tangga, baju fashion atau makanan, tidak boleh kamu
tinggalkan sembarangan.
Aturan ini juga berlaku di mana saja. Baik di toko besar, toko kecil dan bahkan konbini. Jadi, pastikan tidak membuat berantakan barang yang kamu kembalikan barang yang tidak jadi kamu beli.
Menitipkan
pada petugas lebih baik daripada mengembalikan sendiri. Alasannya, kamu belum
tentu bisa merapikan tempat menaruh barang seperti semula. Kebiasaan dan budaya belanja orang Jepang selalu mengandalkan
petugas jika ada masalah pengembalian barang seperti ini.
Tidak Boleh Brutal Nyoba Sampel Makanan
Orang
Indonesia jika diberi sampel pasti ambil agak banyak, mumpung gratis katanya.
Namun, hal ini berbeda dengan di Jepang. Sampel di sana selalu ada aturan tidak
tertulis yaitu satu orang satu.
Sampel yang
ditawarkan terkadang tidak ada petugasnya di Jepang. Kamu harus tahan diri dan
ambil satu saja jika ingin coba. Jangan sampai kamu dicap tidak sopan karena
makan banyak barang sampel.
Selalu Bertanya dan Minta Izin ke Petugas Sebelum
Menyentuh Barang Display
Saat ingin
melihat barang display lebih dekat atau memegangnya, pastikan bilang dulu sama
petugas di toko. Minta izin apakah kamu diperbolehkan menyentuh atau melihat
lebih dekat.
Beberapa
toko melarang hal ini dan beberapa lain memperbolehkannya. Akibat perbedaan
ini, kamu tidak boleh asal dan wajib tanya dulu.
Tempat yang
ramai wisatawan biasanya lebih bebas memperbolehkan wisatawan sentuh barang
display. Tetap tetap saja, tempat wisata
belanja di Jepang tidak bisa disamakan. Harus tanya-tanya dulu daripada kena
marah nantinya!
Lebih Hati-Hati Pegang Buah-Buahan Saat Memilih Mana yang
Akan Dibeli
Buah di
Jepang adalah barang mahal. Jadi, lebih hati-hati saat menyentuh buah tersebut.
Jika menekan terlalu kencang, buah bisa cacat dan kamu bisa disalahkan
nantinya.
Khusus etika belanja di Jepang untuk buah adalah
melihat dari sampel yang disediakan. Biasanya ada petugas yang mempersilahkan
kamu icip-icip buah yang sudah dikupas untuk sampel.
Masukan Barang-Barang Sendiri ke Tas Belanja Saat Sudah
Bayar di Kasir
Pelayanan
kasir di Jepang lebih efisien dan cepat. Hal ini dikarenakan petugas kasir
hanya fokus scan barang yang diberi dan menerima pembayaran. Untuk memasukan
barang belanjaan ke kantong, itu tugas pembeli sendiri.
Hanya
beberapa toko yang melayani memasukan barang ke kantong pembeli. Biasanya
tokonya lebih high-end dan menawarkan layanan ekstra. Untuk swalayan biasa,
kamu harus biasakan masukan barang sendiri.
Tidak Boleh Makan dan Minum Saat Belanja di Swalayan
Di tempat
perbelanjaan swalayan Jepang, kamu dilarang makan atau minum sambil jalan.
Semisal ada yang tawarkan sampel hidangan, tidak boleh kamu bawa dan harus
langsung kamu makan.
Sekalipun
beli makanan siap makan di dalam swalayan, pastikan hanya buka maknannya di
luar tempat belanja.
Sebagai
tips jika haus atau lapar, lebih baik langsung beli di Vending Machine saja.
Beli lewat alat itu lebih bebas untuk makan dan minum.
Satu lagi tips belanja
di Jepang untuk makan dan minum adalah lakukan dekat Konbini. Di sini biasanya
adal tempat sampah yang mudah akses. Jadi kamu bisa makan dan minum tanpa
bingung harus buang sampahnya ke mana.
Tidak Ada Budaya Menawar di Jepang
Berbeda dengan
Indonesia, kamu tidak boleh menawar harga di sana. Harga di sana selalu pas dan
jika memaksa menyewa, kamu akan dianggap miskin dan minta-minta. Pastikan
berlaku seperti belanja di swalayan dan langsung bayar barang yang kamu
inginkan.
Selalu Membayar dengan Pada Tempat
Cash yang Tersedia
Budaya bayar di Jepang
masih tradisional. Kamu diharapkan selalu bawa uang cash jika belanja di sini.
Nah, saat bayar menggunakan cash, kamu harus pakai wadah khusus yang disediakan
juga.
Tempat cash ini
biasanya berupa kotak terbuka mirip nampan saji tapi kecil. Bahan kotak
biasanya plastik dan memiliki banyak warna. Posisinya selalu ada di dekat alat
kasir dan kamu pasti kenal setelah melihatnya langsung.
Di Jepang, tidak ada
istilah uang pindah tangan secara langsung. Jadi, saat kamu dapat kembalian
pun, harus tunggu sampai si penjual taruh di tempat cash tersebut.
Semoga bahasan etika belanja di Jepang tersebut membantu kamu yang magang di sana. Jaga baik-baik perilaku agar lebih mudah beradaptasi di sana. Jangan sampai kamu kena masalah karena tidak belajar dulu tata cara perilaku di Jepang yang baik!


