Popularitas Kuliner Itameshi di Jepang Makin Menjamur, Sebenarnya Apa Sih Kuliner Ini?
![]() |
| Contoh kuliner itameshi di Jepang yaitu pizza dengan toping mayo kentang. Kredit Gambar: Wikipedia |
Kenali kuliner itameshi di Jepang! Bagi yang tidak tahu
kuliner itameshi adalah gabungan antara konsep kuliner Jepang dan Italia. Trend
ini menunjukan tradisi kuliner yang kental dari kedua negara dengan sentuhan
trend makanan modern yaitu fusion cuisine.
Hasilnya
bagaimana? Makanan gabungan Italia Jepang ini laku keras, terutama di negara
Jepang. Konsep ini dianggap original dan memang menarik banyak perhatian. Contoh
hidangannya adalah variasi chicken parm ala Jepang yang menggabungkan teknik
dan bahan dari kedua budaya kuliner tersebut.
Jepang memang gak asing dengan kebiasaan mencampur budaya seperti ini. Kalau kamu datang ke Jepang, pasti bertemu hidangan fusion dari negara lain. Kuliner Indonesia aja ada yang dibuat ala lidah orang Jepang!
Walau
terlihat seperti tren baru, itameshi sebenarnya sudah ada sejak 1920-an di
Jepang. Namun popularitasnya kembali meningkat pada dekade 2020-an dan mulai
menarik perhatian restoran di luar Jepang. Nih, ada bahasan video soal ide-ide awal menggabungkan hidangan Jepang dan Italia yang menjadi cikal bakal itameshi:
Beberapa
restoran di Amerika sebenarnya sudah memperkenalkan konsep ini sebelumnya, misalnya
restoran Kimika di New York yang terkenal dengan menu seperti uni spaghetti.
Kini semakin banyak restoran baru yang mengikuti tren ini.
Menurut
chef Wanchai “Tom” Intawong, itameshi bukan sekadar mencampur bahan Jepang dan
Italia. Intinya adalah menggabungkan filosofi kuliner kedua budaya, terutama
dalam menghargai musim, teknik memasak, dan kualitas bahan.
Salah satu
kesamaan penting antara masakan Jepang dan Italia adalah umami, rasa gurih yang
kuat. Banyak bahan dari kedua dapur yang bisa bertemu dengan unik. Contoh saja seperti tomat, parmesan, jamur, miso, dan
rumput laut dapat digabung menjadi masakan dengan kandungan umami tinggi. Saat dicoba kombinasinya, ternyata memang cocok bahan tersebut diolah jadi hidangan fusion Jepang dan Italia.
Chef Brad
Kilgore menjadikan konsep umami sebagai dasar saat menciptakan menu itameshi di
restorannya. Ia sering mengganti bahan khas Italia dengan bahan Jepang, seperti
shiso menggantikan basil atau miso dalam saus.
Contoh menu
kreatif yang muncul dari pendekatan ini antara lain salad Caesar dengan yuzu
kosho atau meatball wagyu dengan saus miso marinara. Berikut ada video konten creator mencoba resep salad Caesar dengan yuzu kosho tersebut:
Perbedaan proesenya tipis dengan produksi salad Caesar biasa, tapi cita rasanya tentu lebih unik. Chef itameshi saat ini harus mengubah persepsi orang yang mengira perpaduan Jepang-Italia hanya sekadar eksperimen aneh.
Restoran
seperti Junah di Salt Lake City juga memperkenalkan itameshi kepada pelanggan
baru. Menu seperti mentaiko pasta mempertahankan struktur pasta Italia tetapi
menghadirkan rasa khas Jepang.
Walau terdengar
eksperimental, banyak pelanggan justru menemukan itameshi sebagai makanan yang
seimbang dan mudah dinikmati. Hidangan ini bisa terasa elegan sekaligus nyaman
seperti comfort food.
Contoh
kreativitas itameshi adalah arancini yang dibentuk seperti onigiri dan diisi
burrata serta ikura. Hidangan ini menunjukkan bagaimana dua tradisi kuliner
dapat digabungkan secara kreatif tanpa kehilangan identitas masing-masing.
Kalau kamu mau menikmati hidangan itameshi, kamu pasti puas kalau coba di Jepang. Kreasi chef Jepang dan dedikasi pasion ke masakan sangat besar di sini. Yuk, coba ke Jepang untuk coba hidangan unik kuliner itameshi!


