Pengendalian Populasi Beruang di Hokkaido Akan Dimulai Akhir Maret 2026, Pemburu Beruang Bakal Sibuk Nih!
![]() |
| Pengendalian populasi beruang di Hokkaido diharapkan membawa kondisi aman di area tersebut. Kredit Gambar: Wikipedia |
Mulai 30
Maret 2026, operasi pengendalian populasi beruang di Hokkaido akan berjalan.
Jepang utara memang rawan dengan serangan beruang, maka dari itu kegiatan
pengendalian populasi akan dibuat rutin pada daerah ini.
Inisiatif ini bertujuan membuat beruang waspada terhadap manusia, mencegahnya memasuki wilayah permukiman, dan mengurangi
jumlahnya. Sebisa mungkin beruang cokelat Jepang yang tinggal di Hokkaido jadi
takut manusia dengan operasi ini. Kalau takut dan menjauhi pemukiman,
diharapkan serangan beruang akan berkurang secara otomatis.
Operasi ini dilakukan pada akhir Maret, ketika
beruang keluar dari hibernasi dan jejak kakinya di salju memudahkan pencarian
dan penangkapan. Program ini telah diterapkan oleh beberapa prefektur termasuk
Hokkaido dan Akita. Semua daerah tersebut memiliki masalah serangan beruang di
Jepang yang terkenal beberapa waktu lalu.
Program ini pertama kalinya dilaksanakan pada
Kota Fukushima, Hokkaido selatan. Lokasi ini menjadi tempat pengendalian
populasi beruang karena dulu sempat ada korban di sini. Pada kota ini tercatat seorang
pekerja pengantar koran tewas dalam serangan beruang pada Juli 2025. Kota itu
juga menerima sejumlah laporan penampakan beruang cokelat di kawasan permukiman
pada tahun lalu.
Pengendalian populasi beruang di Hokkaido akan
terus berjalan sampai awal April 2026. Direncanakan sampai kondisi musim semi
datang ke Hokkaido, barulah kegiatan ini akan diberhentikan sementara. Perlu
diperhatikan bahwa berburu beruang di Jepang berbeda dengan kegiatan kontrol
populasi ini.
Kegiatan perburuan ini dilakukan dalam sebuah
tim. Sebuah tim mencakup anggota asosiasi pemburu lokal dan seorang operator
wahana nirawak bekerja di daerah pegunungan kota tersebut. Setiap tim akan ditugasi
mencari tanda-tanda keberadaan beruang di darat dan dari udara. Jika menemukan
target, tim dipersilahkan melakukan eksekusi sesuai kebutuhan.
Michishita Shiro, kepala asosiasi setempat,
mengatakan beruang dulunya berhibernasi jauh di pegunungan. Namun, beberapa
tahun terakhir terutama baru-baru ini, para beruang melakukannya di dekat
permukiman manusia. Hal ini tentu berbahaya. Makanya, dirinya mengatakan
orang-orang harus melupakan asumsi lama bahwa beruang hibernasi jauh dari
pemukiman. Tingkah laku beruang yang baru tergolong berbahaya sekarang dan
harus segera ditindak.
Semoga kegiatan pengendalian populasi beruang di Hokkaido ini bisa berjalan baik. Jika bisa mengurangi kasus beruang masuk
area pemukiman, ini artinya program berhasil mengamankan populasi manusia dari
beruang di Hokkaido.


