Apa Alasan Proses IM Japan Dibuat Panjang? Ternyata Ada Benefitnya Bagi Calon Magang Jepang!
![]() |
| Siswa LPK Saitama sudah dipersiapkan agar siap ikut proses IM Japan yang panjang. Kredit Gambar: Tim Dokumentasi LPK Saitama |
Masih banyak yang gak tahu kalau proses IM Japan bisa
mencapai 10 sampai 12 bulan. Ini-pun kalau lancar dari proses awal sampai
penerbangan Jepang. Kalau kamu ada masalah MCU ataupun administrasi passport
dan visa, bisa lebih lama lagi!
Masa panjang ini kenapa harus ada? Bukanya jalur swasta bisa
lebih cepat dari proses IM Japan untuk ke Jepang? Ternyata ini ada alasan
tersendiri dan alasan itu sangat menguntungkan bagi para calon magang Jepang!
Panjang Proses IM Japan
Durasi proses IM Japan memang tidak sebentar. Mulai dari
seleksi, pelatihan, sampai persiapan keberangkatan bisa memakan waktu hampir
satu tahun. Dalam satu tahu ini, kamu akan mengikuti dua tahapan pelatihan
yaitu Pelatihan Daerah dan Pelatihan Nasional.
Pelatihan tersebut mewajibkan kamu ikut asrama dan selama 24
jam harus patuh pada peraturan. Sudah jelas kalau dalam prosesnya, kamu gak
Cuma menunggu. Setiap tahap dirancang untuk mempersiapkan peserta agar
benar-benar siap menghadapi dunia kerja di Jepang.
Persiapan seperti ini perlu pembentukan kebiasaan dan
mindset. Perubahan seperti ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat tentunya.
Kalau prosesnya terlalu cepat, banyak hal penting justru tidak terbentuk dan
akhirnya para peserta magang tidak akan siap saat di Jepang.
Proses IM Japan Sangat Fokus Pada Pembentukan Fisik, Sikap
dan Mental
Selama mengikuti pelatihan calon magang Jepang, peserta
tidak hanya belajar bahasa. Mereka juga dilatih fisik, sikap, dan mental. Tiga
aspek tersebut akan ditanamkan selama proses IM Japan bersamaan dengan
peningkatan skill bahasa Jepang para peserta.
Latihan fisik membantu membangun daya tahan. Sikap dilatih
melalui disiplin dan aturan yang ketat. Mental juga ditempa supaya tidak mudah
menyerah. Nah, dari sinilah peserta mulai berubah. Bukan hanya lebih siap
kerja, tapi juga lebih kuat menghadapi tekanan.
Jadi, saat sudah sampai proses pemberangkatan, para peserta
sudah benar-benar siap hadapi Jepang. Baik dari segi bahasa, situasi kerja,
kondisi musim dan cuaca sampai juga beban mental jauh dari sanak keluarga.
Pembiasaan Hidup Mandiri dan Disiplin di Pelatihan IM
Japan
Salah satu tujuan utama dari proses IM Japan adalah mengubah
kebiasaan. Pola hidup yang sebelumnya santai mulai diarahkan menjadi lebih
disiplin. Menjalani magang Jepang adalah kombinasi kerja dan belajar, makanya
butuh cara hidup disiplin untuk mendukung kesehariannya.
Peserta dibiasakan bangun tepat waktu, menjaga kebersihan,
dan hidup mandiri. Hal-hal kecil ini mungkin terasa sederhana. Dalam pelatihan
calon magang Jepang, hal-hal kecil seperti ini akan berpengaruh saat di Jepang
nanti. Bayangkan magang di Jepang tapi tidak bisa hidup bersih, bisa kena denda
apato karena tidak merawat tempat tinggal dengan baik nantinya!
Perlu sekali lagi diingat, kalau kebiasaan seperti ini tidak
bisa dibentuk dalam waktu singkat. Butuh proses yang konsisten dan dorongan
agar para peserta magang mau berubah menjadi versi yang baik.
Menjadi Pemagang Jepang Berkualitas Bersama IM Japan!
Kalau dilihat dari keseluruhan proses, durasi panjang ini
justru jadi kelebihan. Peserta yang lolos biasanya sudah lebih siap secara
fisik dan mental. Mereka juga lebih tahan banting saat menghadapi kondisi kerja
di Jepang. Inilah yang membuat lulusan IM Japan sering dianggap lebih siap.
Makanya, jangan lihat panjangnya proses sebagai hambatan.
Justru dari sinilah kamu dibentuk jadi calon pekerja yang kuat dan siap
bersaing di Jepang. Kalau mau ikut proses IM Japan dan menjadi pemagang
berkualitas, yuk persiapkan diri kamu mulai dari sekarang!


