Kelangkaan Nafta di Jepang Menghilangkan Warna di Kemasan Makanan, Aneh Banget Jadinya!

 

Kelangkaan nafta di Jepang membuat kemasan jadi monochrome untuk beberapa produk.
Kredit Gambar: @yakurefu/X.com

Berita kelangkaan nafta di Jepang mulai memanas sekitar 13 Mei 2026 lalu. Hal ini meledak karena beberapa gambar kemasan makanan tanpa warna mulai menyebar di sosial media.

Bagi yang tidak tahu, nafta adalah bahan yang digunakan untuk memberi warna pada plastik ataupun cat. Bahan ini didapatkan dari sisa pengolahan minyak bumi pada umumnya. Jadi, saat perang Iran kemarin terjadi, masalah nafta yang jadi langka terasa pada industriJepang.

Kemasan yang tadinya warna-warni sekarang di dominasi warna monochrome alias hitam-putih. Kemasan makanan hitam putih di Jepang ini terjadi di berbagai produk dan membuat kondisi rak supermarket aneh.

Seakan-akan ada yang menghilang dari warna-warni produk Jepang saat kamu perhatikan. Berikut ada akun yang posting contoh tampilan makanan yang kemasannya berubah:

Kelangkaan nafta di Jepang masih jadi topik hangat sekarang. Masalahnya, Jepang memang punya cadangan BBM untuk industri, tapi bahan nafta yang merupakan sisa dari pengolahan minyak tidak dicadangkan.

Banyak netizen Jepang komentar soal kejadian ini di X.com. Mereka merasa industri kurang siap sepenuhnya soal dampak perang Iran beberapa waktu lalu. Fokus penanganan masalah hanya di bahan bakar, padahal minyak bumi digunakan untuk berbagai produksi lain.

Produksi lain minyak bumi contohnya aspal, bahan plastik dan nafta tentunya! Kebanyakan produk makanan kemasan di Jepang naik harga bukan karena biaya bahan isinya, tapi hanya karena masalah kemasan saja!

Masalah kemasan makanan di Jepang ini menjadi highlight contohnya pada postingan viral berikut ini:

Postingan ini mengomentari pernyataan media bahwa nafta harus di-subsidi agar industri termotivasi produksi lebih banyak. Nah, si akun @MGRaywaCarter, menganggap ini tidak benar. Ia merasa nafta adalah sisa dari produksi, jadi yang ditingkatkan bukan produksi nafta, tapi pengolahan minyak-nya saja.

Dalam postingan, ia juga menunjukan dua produk minuman yang kemasannya dibuat sederhana karena kelangkaan nafta. Pernyataan ini benar, karena subsidi tidak seharusnya diberikan pada produksi bahan hasil sisa seperti nafta.

Walaupun banyak buzz dan diskusi di sosial media soal kemasan makanan hitam putih di Jepang, sedikit orang yang protes. Mereka malah paham kalau kondisi ini dilakukan banyak pabrik makanan karena terpaksa. Mereka juga memaklumi jika hal ini berlangsung panjang.

Para netizen Jepang hanya berharap kelangkaan nafta ini tidak jadi alasan banyak produsen makanan kemasan untuk naikan harga. Tidak seharusnya kelangkaan nafta di Jepang jadi pendorong inflasi lagi untuk keperluan makanan dan snack masyarakat.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru