Kok Berani Pemilik Don Quijote Buka Toko Grosir Harga Miring di Tengah Masalah Inflasi di Jepang?

 

Ilustrasi belanja di toko grosir baru Jepang yang dibuka pemilik Don Quijote di tengah inflasi Jepang.
Kredit Gambar: /Flickr

Perusahaan induk Don Quijote, yaitu Pan Pacific International Holdings, sedang dapat sorotan. Mereka berani buka toko grosir yang prioritaskan harga miring di tengah masalah inflasi Jepang.

Toko grosir yang baru dibuka ini bernama Robin Hood dan berada di Prefektur Aichi. Konsep tokonya sederhana tapi besar mirip supermarket. Hal yang unik dari toko ini adalah harga yang tercantum pada barang yang dijual. Kebanyakan harga dipertahankan miring dengan tujuan membantu masyarakat di tengah inflasi Jepang.

Konsep Toko Grosir Murah dan Cepat untuk Kebutuhan Harian

Robin Hood dibuat berbeda dari Don Quijote yang terkenal dengan toko besar dan penuh barang berbagai kebutuhan. Di sini, konsepnya lebih sederhana untuk penuhi kebutuhan harian warga, bukan sekedar jadi toko serba ada.

Berikut video tampilan sekilas Robin Hood yang baru buka di Prefektur Aichi:

Toko baru ini dirancang agar pelanggan bisa belanja dalam waktu singkat. Sekitar 10 sampai 15 menit untuk makanan, dan tidak lebih dari 20 menit untuk barang lainnya.

Para pengunjung diharapkan mudah menemukan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, jadi tidak lagi perlu lama memilih. Contohnya, onigiri dijual mulai dari sekitar 85 yen (umumnya 100-300 yen tergantung jenisnya) dan paket sosis dengan harga yang relatif murah dari pasaran umumnya.

Strategi Baru untuk Menarik Pembeli

Dibanding toko grosir murah di Jepang lainnya, konsep Robin Hood dianggap unik karena menggabungkan aspek belanja cepat juga. Bagi warga yang butuh belanja bahan makanan cepat, toko grosir ini menyediakan banyak opsi dengan harga miring.

Walaupun fokusnya makanan, sekitar 40% area toko tetap diisi produk non-makanan seperti hiburan dan kecantikan. Nah, ini bukan tanpa alasan. Produk non-makanan punya margin keuntungan lebih tinggi. Keuntungan dari sini digunakan untuk menekan harga makanan agar tetap murah.

Berikut video tour keliling Robin Hood yang bisa kamu lihat untuk cek produk yang dijual:

Di tengah masalah inflasi Jepang yang merembet naik, penyediaan harga murah ini menjadi penyelamat. Semoga strategi ini tidak hanya membawa banyak customer tapi juga jadi trend para pelaku usaha lainnya!

Siap Bersaing di Pasar Supermarket Jepang

Walaupun berupa toko grosir, perannya yang memenuhi kebutuhan harian membuat Robin Hood akan bersaing langsung dengan supermarket besar seperti Aeon dan Life. Namun, dengan konsep murah dan cepat, mereka berharap bisa menarik lebih banyak pelanggan.

Ke depannya, Pan Pacific menargetkan ekspansi hingga ratusan toko. Bahkan, mereka memperkirakan bisnis ini bisa menghasilkan penjualan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Makanya, langkah ini bukan sekadar buka toko baru. Namun juga strategi untuk bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang berubah.

Kalau tersedia banyak toko murah seperti ini, masalah inflasi Jepang tidak akan menjadi beban masyarakat. Para WNI yang mau kerja di Jepang juga tidak lagi bingung soal biaya hidup. Mudah-mudahan pengeluaran saat kerja di Jepang bisa dikelola baik berkat adanya layanan seperti Robin Hood ini!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru