Label Makanan Jepang Pakai QR Code Sekarang? Ternyata Untuk Memudahkan Membaca!
![]() |
| Label makanan Jepang pakai QR Code akan permudah konsumen memeriksa info lengkap produk tersebut. Kredit Gambar: /Unsplash |
Kabarnya label makanan Jepang pakai QR code akan
diimplementasikan. Berita ini muncul dari Badan Urusan Konsumen Jepang yang
merasa label makanan di Jepang butuh upgrade.
Setiap makanan kemasan di pasaran Jepang akan ditempel QR
yang nantinya membuka info produk lengkap di website. Hal ini akan membantu
para konsumen mendapatkan informasi lebih valid soal produk.
Rencana-nya, pelaksanaan aturan ini akan dimulai dari
sekarang secara bertahap dan diimplementasikan paling cepat di akhir tahun
fiskal 2027.
Kenapa Sistem Label Makanan Jepang Akan Diganti?
Saat ini, makanan olahan di Jepang wajib mencantumkan banyak
informasi. Mulai dari bahan baku, zat aditif, sampai informasi nutrisi. Info
label ini sebenarnya sudah cukup lengkap, hanya saja saat kamu baca label
makanan Jepang tersebut, pasti kepala langsung pusing. Lah, kok bisa?
Hal ini berhubungan dengan tulisan yang kecil dan simbol
yang terkadan sulit dibaca. Akhirnya, banyak orang menyerah memahami label
makanan Jepang tersebut.
Orang Jepang aja pusing, apalagi pendatang dari luar yang
jajan makanan Jepang! Kalau kemasan ukuran besar sih masih okay, tapi kalau
kemasan ukuran makanan kecil? Label benar-benar tidak terbaca!
Keuntungan Menggunakan QR Code untuk Informasi Label
Makanan
Nah, QR code dianggap jadi solusi supaya kemasan tetap rapi
tanpa mengurangi informasi penting. Kedepannya sistem QR digital ini tidak hanya menampilkan
tulisan biasa. Konsumen nantinya bisa memperbesar ukuran teks, menerjemahkan
informasi ke bahasa asing, bahkan melihat video resep atau cara memasak.
Pihak baca label makanan Jepang akan bekerja sama dengan produsen
produk untuk menyediakan informasi yang tepat untuk dicantumkan pada website.
Sistem seperti ini akan menguntungkan produksen makanan
kerana lebih fleksibel. Misal jika ada perubahan bahan baku atau informasi
produk, mereka tidak perlu langsung mengganti seluruh kemasan fisik, cukup
update info di website saja!
Peraturan Label Makanan Jepang Pakai QR Code Masih Perlu
Disesuaikan!
Walaupun banyak yang setuju soal rencana Badan Urusan
Konsumen Jepang, ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Soalnya, standar
labeling makanan sudah ada aturan internasionalnya!
Contoh saja aturan dari organisasi internasional seperti
Codex Alimentarius Commission mengingatkan bahwa informasi penting tidak boleh
hanya tersedia secara digital. Jadi, beberapa informasi utama tetap wajib
dicetak langsung di kemasan.
Selain itu, Jepang juga sedang membahas aturan soal iklan di
halaman QR code agar konsumen tidak bingung membedakan informasi produk dan
promosi. Detail implementasi label makanan Jepang ini memang masih bayak yang perlu diperhatikan.
Kalau dilihat, langkah ini menunjukkan Jepang mulai serius
membawa teknologi digital ke sistem label makanan. Mudah-mudahan label makanan
Jepang pakai QR Code juga memudahkan para warga Indonesia di sana. Kalau berkat
QR Code ini, info label bisa di translate lebih mudah, pasti beli produk jadi
lebih aman!


