Perlu Gak Sih Hanko untuk WNI di Jepang? Ternyata Sangat Membantu Kalau Punya!
![]() |
| Pertanyaan perlu gak sih hanko untuk WNI di Jepang, jawabannya semuanya tergantung kebutuhan! Kredit Gambar: Wikipeda |
Pernah gak kamu lihat orang Jepang membawa cap kecil merah
untuk urus dokumen? Nah, benda itu namanya hanko atau 印鑑 (inkan).
Kalau hanko untuk WNI di Jepang perlu gak ya?
Di Jepang, penggunaan hanko masih cukup umum sampai
sekarang. Banyak urusan administrasi yang memakai cap ini dibanding tanda
tangan biasa. Karena fungsi hanko di Jepang yang bisa digunakan sebagai
pengganti tanda tangan, gak ada salahnya kalau kamu juga punya!
Walaupun gak wajib punya, sudah banyak WNI membuktikan
kemudahan urusan dokumen sederhana hanya dengan hanko! Untuk pemagang asing,
banyak dokumen resmi masih bisa menggunakan tanda tangan biasa. Namun, dalam
kehidupan sehari-hari, hanko tetap cukup berguna.
Bagi yang belum tahu, hanko biasanya berbentuk silinder
kecil dan dibuat dari bahan seperti kayu, plastik, tanduk, atau titanium. Nama
pemilik akan diukir di bagian bawah cap menggunakan huruf kanji, katakana, atau
romaji. Untuk orang asing, nama biasanya dibuat dalam katakana.
Ukurannya juga kecil, jadi mudah dibawa ke mana-mana. Untuk
urusan berbagai dokumen seperti urus nota beli barang, surat terima paket dan
urusan dokumen sederhana lain, praktis rasanya kalau pakai hanko.
Kamu harus tahun hanko untuk WNI di Jepang ada beberapa jenis. Di Jepang, hanko tidak semuanya sama karena fungsi dan penggunaanya membuat tiap jenis hanko perlu dipahami.
Jenis pertama adalah hanko sederhana atau hanko biasa. Hanko
biasa dipakai untuk hal sederhana seperti menerima paket, absensi kerja, atau
administrasi asrama. Jenis ini sering disebut mitome-in.
![]() |
| Tampilan jenis hanko yang formal, mahal dan banyak digunakan oleh seniman sebagai penanda karyanya! Kredit Gambar: Jim O'Neil/Flickr |
Jenis kedua adalah hanko terdaftar atau jitsuin yang digunakan untuk urusan penting seperti kontrak rumah, pinjaman, atau dokumen resmi tertentu. Jenis hanko ini memiliki nilai hukum kuat seperti menggunakan materai di Indonesia.
Nah, untuk peserta magang, biasanya cukup memakai hanko
biasa saja. Gak perlu urus pendaftaran hanko sampai ke tahapan serius. Kalau
butuh urus surat dan dokumen serius seperti untuk imigrasi, kamu cukup pakai
tanda tangan saja.
Walaupun Jepang sudah modern, budaya penggunaan hanko masih
bertahan. Banyak perusahaan, apartemen, dan layanan administrasi masih terbiasa
memakai cap dibanding tanda tangan manual.
Makanya, punya hanko bisa membantu kamu lebih cepat
beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di Jepang.
Kamu bisa beli hanko ataupun membuatnya. Kalau ingin
membuatnya, kamu cukup datang ke toko khusus bernama 印鑑屋
(inkan-ya). Di sana tersedia banyak pilihan hanko dengan harga yang cukup
murah. Bahkan beberapa toko bisa membuatnya dalam waktu singkat.
Di Jepang juga ada alat otomatis bikin hanko mandiri. Berikut ada bahasan video pendeknya:
Kalau beli, kamu bisa datang ke toko yang sama dan tinggal
pilih produk hanko siap pakai. Untuk urusan WNI, mau bikin yang simpel ataupun
langsung beli, itu bebas tergantung kamu. Karena gak ribet untuk pakai hanko,
banyak pemagang akhirnya tetap membuat hanko sendiri saat tinggal di Jepang.
Soalnya, benda kecil ini ternyata cukup sering dipakai dalam
kehidupan sehari-hari di sana. Gimana, sudah jelas soal hanko untuk WNI di
Jepang? Kalau kamu sudah di Jepang, silahkan kamu tentukan sendiri akan beli
hanko atau tidak!



