Postingan Twitter Viral Menguak Kondisi Part Time Konbini di Jepang, Apa Nih yang Bikin Rame?

 

Kontras pekerja part time konbini di Jepang dan Korea Selatan jadi viral di Twitter.
Kredit Gambar: /Flickr dan @pzlui/X.com

Pada 23 Mei 2026 lalu, ada postingan yang meledak soal part time konbini di Jepang. Postingan ini berasal dari Twitter dan melibatkan netizen Jepang dan Korea Selatan. Penyebab utama postingan tersebut meledak adalah beda budaya kerja part time antar kedua negara Asia Timur ini.

Berikut adalah postingannya:

Dalam postingan tersebut seorang netizen Jepang komentar foto orang part time di konbini Korea Selatan yang sempat belajar sendiri dan duduk. Hal ini membuatnya iri karena di Jepang, individu yang part time konbini harus fokus kerja, tidak diberi tempat duduk dan tidak dapat waktu bebas walaupun toko sepi.

Sebaliknya, kalau di Korea Selatan, part time konbini ada tempat duduk. Para pelaku part time juga bebas mengelola waktu selama kerjaan beres. Jadi, kalau toko sepi dan sudah tertata, pelaku part time di Korea Selatan bisa nyambi belajar sesuai foto di postingan tersebut.

Dari komentar tersebut, banyak netizen Korea Selatan yang menjelaskan kalau situasi kerja mereka memang seperti itu. Mereka menambahkan kalau part time di Korea Selatan bisa jadi efisien bagi anak kuliahan karena bisa cari pengalaman kerja, dapat cuan plus waktu belajar sekaligus.

Dari interaksi ini, postinga viral di Twitter tambah meledak. Banyak yang quote postingan asli tadi dan menambahkan beda situasi kerja di Jepang dan Korea Selatan untuk sektor konbini.

Berikut adalah contoh respon-nya:

Di atas adalah respon dari akun netizen Korea Selatan yang bingung soal situasi Jepang. Dirinya tanya apa yang dilakukan pelaku part time jika tidak ada customer dan pekerjaan beres, apakah harus berdiri terus melamun sambil tunggu orang datang?

Pertanyaan ini di respon dapat perhatian 38 juta orang dan tentunya netizen Jepang respon. Rata-rata mereka menjawab kalau pekerjaan beres dan tidak customer, pelaku part time akan rotasi kerjaan untuk double check. Contoh saja, menyapu lagi walaupun beberapa jam sebelumnya sudah disapu. Hal ini karena budaya tidak boleh ambil jam kerja untuk kebutuhan pribadi kalau kerja di konbini Jepang.

Melihat respon ini, banyak yang kasihan dengan kondisi kerja di Jepang. Walaupu begitu, banyak yang puji juga soal etos kerja di Jepang yang mementingkan jam produktif. Hanya saja, diskusi ini menguak kalau orang Jepang juga ingin seimbang antara etos kerja dan efisien pemanfaatan waktu.

Sebagai pelaku part time, pihak Jepang ingin juga belajar sambil kerja. Hanya saja, aturan sekarang menghalangi hal tersebut. Apakah karena topik viral ini, aturan kerja part time konbini Jepang akan ada perubahan? Atau part time konbini di Jepang masih sama saja kedepannya? Hanya pihak Jepang yang tahu soal ini…

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru

    Paling Banyak Dibaca