Rumor Soal Izin Sholat di Taman Jepang Makin Diperketat Muncul, Penyebabnya Apa Nih?
![]() |
| Tampilan kebiasaan sholat di taman Jepang yang sekarang agak susah perizinannya. Kredit Gambar: @zundamotisuki/X.com |
Ada rumor kalau Pemerintah Kota Ichikawa memohon penarikan
izin sholat di taman Jepang. Hal ini berhubungan dengan pengajuan Sholat Ied Idul Adha tanggal 27 Mei 2026 lalu. Pengajuan ini sudah jadi kebiasaan
komunitas dan pihak masjid di Kota Ichikawa, tetapi di bulan ini ada penolakan.
Berdasarkan berita dari Mainichi Shimbun, pihak masjid Kota
Ichikawa mengatakan ada perubahan aturan yang tiba-tiba Pihak masjid mengatakan bahwa sebelumnya
mereka selalu diizinkan menggunakan taman tersebut, sehingga para anggotanya
merasa bingung dengan perubahan kebijakan yang mendadak ini.
Masjid di Kota Ichikawa tersebut adalah Hira Masjid Gyotoku.
Lokasinya berada dekat Stasiun Gyotoku di jalur Tokyo Metro. Masjid ini
memiliki komunitas muslim yang sudah diakui Kota Ichikawa sejak lama.
Menurut pihak masjid, sejak didirikan pada tahun 1997,
mereka telah menggunakan sebagian area Taman Minamioki sebagai lokasi kegiatan
pertukaran budaya. Setiap tahun, mereka mengadakan salat dan membuka stan
makanan maupun kegiatan lain dalam rangka perayaan bulan puasa, Idul Fitri dan Idul
Adha.
Untuk izin penggunaan, pihak masjid selalu berdiskusi dengan
asosiasi lingkuman setempat dan berbagai pihak yang berhubungan. Banyak
komunitas Muslim di Jepang juga membaur seperti ini demi hidup harmonis dengan
warga sekitar.
Komunitas Hira Masjid Gyotoku juga rutin mengadakan kegiatan
bersama warga serta aksi bersih-bersih lingkungan. Jadi, dari segi integrasi,
pihak masjid tidak pernah punya masalah serius dengan warga Jepang di
sekitarnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak masjid mengajukan
permohonan penggunaan taman terkait perayaan Idul Adha pada 27 Mei. Namun, ada
kabar pemerintah kota meminta agar permohonan tersebut ditarik kembali. Inilah
yang menjadi cikal bakal penolakan izin sholat di taman Jepang!
Seorang perwakilan masjid mengatakan ada kabar bahwa alasan
yang digunakan adalah masalah dengan warga. Saat Taman Minamioki dipakai
sebagian untuk ibadah, warga jadi tidak bisa menggunakannya. Hal ini tentu
bertolak belakang dengan relasi masjid dengan warga sekitar yang baik-baik saja
sebelumnya.
Pihak masjid menegaskan bahwa mereka telah menghabiskan
sekitar 30 tahun membangun hubungan kerja sama dengan masyarakat sekitar.
Mereka juga menjelaskan bahwa karena banyak umat Muslim berkumpul saat Idul
Adha, jika taman tidak dapat digunakan maka ada risiko jamaah meluber hingga ke
jalan raya. Namun, pembicaraan antara kedua pihak berakhir tanpa mencapai
kesepakatan.
Menurut Divisi Pengelolaan Taman dan Ruang Hijau Kota
Ichikawa, terdapat aturan internal yang mengatur standar izin penggunaan taman.
Aturan tersebut melarang penggunaan taman untuk kegiatan yang bertujuan
mempromosikan pandangan atau gerakan politik, agama, maupun ideologi tertentu.
Maslaahnya, ibadah tidak masuk dalam semua kategori
tersebut. Istilahnya, tidak ada tujuan untuk mengajak orang non-muslim untuk
ikut agama atau gerakan yang diajukan pihak masjid. Dari segi ini, pihak masjid
yang mengajukan izin tidak seharusnya ditolak.
Walaupun begitu, ada kemungkinan hal ini berhubungan dengan
kondisi politik sekarang. Di Jepang sedang banyak gerakan anti asing dan Islam.
Kamu bisa cek masalah ini di sosial media. Bisa saja, pihak pemeritnah tidak
mau ada kegaduhan jika ibadah sholat besar seperti sebelumnya dilakukan.
Seorang perwakilan masjid meminta pengertian dari masyarakat
dengan mengatakan, memohon untuk diberi izin. Dirinya memastikan aturan dan
ketentuan yang diajukan akan dipenuhi, selama izin bisa dikeluarkan.
Mudah-mudahan kedepannya izin sholat di taman Jepang,
terutama di daerah Ichikawa ini bisa diberikan lagi. Gak semua daerah dalam
kondisi ini. Kalau daerah lain bisa harmonis, mengapa ada perubahan di daerah
ini ya?


