Pada Awal Juni 2026, Badai Jangmi di Jepang Menyerang! Serem Banget Ngelihatnya…
![]() |
| Badai Jangmi di Jepang menyebabkan banyak tempat banjir. Kredit Gambar: @Gt8VUlzRG7buafO/X.com |
Prediksi badai Jangmi di Jepang sudah lama diumumkan, tapi
tidak ada yang menyangka kalau efeknya akan separah ini. Saat banyak orang
mulai aktivitas memasuki musim panas di Juni 2026, eh malah badai tropis Jangmi
mengamuk di luar kendali.
Hasilnya, hujan ekstrim, angin kencang, banjir dan bahkan
longsor terjadi di banyak daerah Jepang. Tentunya dari bencana ini, banyak
orang Jepang yang terdampak dan bahkan menjadi korban.
Pergerakan Badai Jangmi di Jepang
Awalnya, Jangmi melewati Okinawa pada 1 Juni sebelum
bergerak ke arah utara. Setelah itu, badai mendarat di Prefektur Wakayama dan
terus bergerak menuju wilayah Kinki, Chubu, hingga Kanto yang mencakup kawasan
Tokyo.
Walaupun sekarang statusnya sudah melemah dari topan menjadi
badai tropis, dampaknya ternyata masih sangat besar. Hal ini terbukti dari
banyaknya peringatan waspada bencana di Jepang yang keluar dari pemerintah.
Nih, contohnya ada peringatan dari KBRI Tokyo yang diposting
pada Instagram:
Parahnya bencana juga terlihat dari pengumuman evakuasi dan
arahan pihak yang bertanggung jawab. Beberapa desa bahkan dievakuasi karena ada
potensi banjir dan longsor di area dekat situ.
Gangguan Terbesar Datang dari Hujan Ekstrem yang Dibawa
Badai Jangmi
Pada 3 Juni 2026, pusat badai berada di wilayah Honshu
bagian tengah dengan kecepatan angin badai Jangmi di Jepang sekitar 25 meter
per detik. Selain itu tekanan pusat mencapai sekitar 980 hPa. Namun, perhatian
utama otoritas Jepang bukan lagi soal angin, melainkan hujan deras yang menyerang.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) bahkan memperingatkan
kemungkinan terjadinya bencana yang mengancam jiwa akibat banjir sungai,
longsor, gelombang tinggi, dan banjir perkotaan. Beberapa daerah seperti
Wakayama, Mie, Shizuoka, Aichi, Kanagawa, hingga Tokyo menjadi wilayah yang
mendapat perhatian khusus.
Berikut ada liputan seputar curah hujannya di media YouTube Jepang:
Di sejumlah lokasi, curah hujan dilaporkan mencapai sekitar
500 mm hanya dalam waktu 24 jam. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah
hingga sekitar 200 mm lagi dalam beberapa hari berikutnya.
Korban Luka dan Puluhan Ribu Rumah Kehilangan Listrik
Akibat Badai
Dampak badai sudah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah
Jepang. Laporan terbaru menunjukkan sedikitnya 16 orang mengalami luka-luka
akibat angin kencang, benda yang terbawa badai, dan berbagai kecelakaan terkait
cuaca ekstrem.
Kabar baiknya, hingga 3 Juni 2026 belum ada laporan resmi
mengenai korban jiwa secara nasional. Namun, gangguan terhadap kehidupan
sehari-hari cukup besar berkat masalah cuaca ekstrim Jepang ini.
Berikut ada liputan contoh kondisi hujan dan angin yang menghantam Jepang:
Hampir 60.000 rumah tangga dilaporkan mengalami pemadaman listrik.
Sebelumnya, sekitar 48.000 rumah di Okinawa dan Kagoshima juga sempat
kehilangan pasokan listrik saat Jangmi bergerak ke arah utara.
Angin dengan kecepatan lebih dari 35 meter per detik
menyebabkan kerusakan jaringan listrik dan infrastruktur di sejumlah daerah.
Badai Juga Sebabkan Transportasi Jepang Lumpuh
Kalau biasanya Jepang terkenal dengan transportasi yang
tepat waktu, kali ini situasinya berbeda. Hampir 900 penerbangan domestik dan
internasional terpaksa dibatalkan akibat badai Jangmi di Jepang.
Bandara Naha di Okinawa bahkan sempat menghentikan seluruh
aktivitas penerbangan saat kondisi cuaca berada di titik terburuk.
Di sektor perkeretaapian, beberapa layanan Shinkansen di
wilayah Kyushu dan Jepang bagian barat mengalami pembatalan serta penundaan
perjalanan.
Sementara itu, sejumlah jalur kereta di Tokyo juga
dihentikan sementara karena risiko banjir dan hujan deras. Akibatnya, kemacetan
lalu lintas di berbagai kota besar ikut meningkat.
Badai Ganggu Kegiatan Produksi Industri
Dampak Badai Jangmi ternyata tidak hanya dirasakan
masyarakat umum. Sektor industri Jepang juga terkena imbasnya. Toyota Motor
Corporation menghentikan operasi di 13 pabrik domestiknya sebagai langkah
pencegahan terhadap risiko badai.
Sementara itu, Suzuki Motor Corporation menghentikan
aktivitas di seluruh lima pabriknya di Prefektur Shizuoka pada pagi hari 3
Juni. Gangguan ini diperkirakan dapat memengaruhi produksi kendaraan dan rantai
pasok industri otomotif Jepang dalam jangka pendek.
Jepang Masih Dalam Status Waspada Tinggi
Meski kekuatan angin mulai melemah, ancaman bencana belum berakhir. Ratusan ribu warga Jepang di delapan prefektur masih berada dalam status evakuasi atau siaga evakuasi. Tentu banyak yang was-was dengan situasi ini, tapi sebagian besar percaya kalau badai ini akan berlalu dengan aman selama ikuti arahan evakuasi tersebut.
Pemerintah Jepang terus mengimbau masyarakat agar segera mengungsi apabila menerima peringatan resmi dari otoritas setempat. Curah hujan yang tinggi bisa menghasilkan banyak tempat menjadi berbahaya untuk dilewati. Pastikan kamu amankan diri dengan baik!
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa Jepang memang rawan
dengan bencana badai. Ancaman badai tidak selalu datang dari angin yang
menghancurkan. Kadang justru hujan ekstrem dan efeknya setelah badai lewat yang
menjadi bahaya terbesar. Banjir dan longsor adalah contoh lainnya.
Karena itu, meskipun badai Jangmi di Jepang mulai melemah, masyarakat masih dihimbau menghadapi risiko banjir dan longsor yang bisa berlangsung beberapa hari ke depan. Kamu yang mau datang ke Jepang, juga harus belajar soal evakuasi dan langkah hati-hati ini ya!


