Aturan Baru Beli Kartu Pokemon di Jepang Melibatkan Teknologi Sistem Pengenal Wajah, Ketat Banget!

 

Aturan baru beli kartu Pokemon di Jepang mencegah scalpers borong banyak kartu.
Kredit Gambar: Thimo Pedersen/Unsplash

Aturan baru beli kartu Pokemon di Jepang mulai menarik perhatian para fans Pokemon TCG di seluruh dunia. Mulai akhir Juli 2026, beberapa Pokemon Card Store resmi di Jepang mewajibkan pengunjung menggunakan sistem pengenal wajah sebelum masuk toko dan membeli kartu.

Sekilas aturan ini terdengar berlebihan. Namun kalau melihat kondisi pasar kartu Pokemon di Jepang dalam beberapa tahun terakhir, langkah tersebut ternyata punya alasan yang cukup kuat. Penyebab utamanya adalah ulah para scalpers yang membuat fans asli semakin sulit mendapatkan kartu Pokemon dengan harga normal.

Siapa Itu Scalpers dan Kenapa Jadi Masalah?

Kalau masih asing dengan istilah scalpers, mereka adalah orang yang membeli barang populer dalam jumlah banyak hanya untuk dijual kembali dengan harga jauh lebih mahal.

Fenomena ini sudah lama menjadi masalah di dunia Pokemon TCG. Saat seri kartu baru dirilis, banyak scalpers rela mengantre sejak pagi, membeli sebanyak mungkin stok, lalu menjualnya kembali melalui marketplace dengan harga berlipat.

Kadang saat beli produk Pokemon TCG, mereka berperilaku kasar hanya demi bisa beli semua barangnya. Nih, contoh perilaku scalpers yang sering buat onar::

Akibatnya, fans yang benar-benar ingin mengoleksi atau memainkan kartu Pokemon sering kehabisan stok. Inilah yang memicu masalah scalpers di toko Pokemon Jepang hingga akhirnya The Pokémon Company mengambil langkah yang lebih tegas.

Begini Cara Kerja Aturan Barunya

Mulai pembukaan Pokemon Card Store baru di Jepang, setiap pengunjung usia sekolah dasar ke atas harus menyetujui penggunaan sistem pengenal wajah.

Sebelum masuk toko, wajah pengunjung akan dipindai untuk memastikan setiap orang hanya mendapatkan satu tiket masuk dan satu kesempatan berbelanja setiap hari. Jika sistem mendeteksi orang yang sama mencoba masuk atau mengambil tiket lebih dari sekali, akses akan langsung ditolak. Anak prasekolah tidak diwajibkan mengikuti pemindaian, tetapi tetap harus didampingi orang dewasa.

Menariknya, petugas juga dapat memeriksa rombongan yang dicurigai mencoba mengakali aturan dengan menggunakan orang lain untuk membeli kartu.

Tujuannya Agar Fans Asli Lebih Mudah Mendapat Kartu

Aturan baru beli kartu Pokemon di Jepang sebenarnya bukan dibuat untuk mempersulit pembeli. Tujuan utamanya adalah menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi para fans.

Sebelumnya, The Pokémon Company juga sudah mencoba berbagai cara, mulai dari pembatasan pembelian hingga verifikasi identitas untuk transaksi tertentu. Namun praktik scalping masih terus terjadi sehingga sistem pengenal wajah dinilai menjadi solusi tambahan untuk mencegah penyalahgunaan.

Hobi yang Semakin Populer Membutuhkan Aturan Baru

Popularitas Pokemon TCG terus meningkat dan kini tidak hanya digemari anak-anak, tetapi juga kolektor dewasa serta investor. Nilai beberapa kartu langka bahkan bisa mencapai jutaan yen sehingga banyak orang tergoda membeli hanya untuk dijual kembali.

Karena itu, aturan baru beli kartu Pokemon di Jepang menjadi bukti bahwa menjaga hobi tetap sehat ternyata tidak hanya soal mencetak kartu lebih banyak, tetapi juga memastikan setiap fans memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya tanpa harus kalah cepat dari para scalpers.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru