Bekerja Pertanian di Jepang Katanya Harus Sering Pindah Lokasi, Apakah Hal Ini Benar?

Bekerja pertanian di Jepang harus pindah lokasi karena pengaruh musim dan aturan perusahaan.
Kredit Gambar: Michael Lebedew/Unsplash

Bagi yang tertarik bekerja pertanian di Jepang, kamu akan dengar kabar kalau tempat jobnya sering berpindah. Banyak yang bilang perpindahan ini karena posisi kerjanya mirip buruh tani yang harus garap lahan banyak perusahaan. Apakah ini benar?

Sekilas memang terdengar masuk akal. Namun faktanya, tidak semua orang yang bekerja pertanian di Jepang akan menjalani sistem seperti itu.

Ada pekerja yang memang berpindah lokasi, tetapi ada juga yang tetap bekerja di satu daerah selama masa kontraknya. Perbedaannya bukan ditentukan oleh program kerja yang diikuti, melainkan oleh sistem yang diterapkan masing-masing perusahaan pertanian Jepang.

Biar lebih paham, mari gali bersama aspek unik pekerjaan pertanian di Jepang ini!

Pertanian di Jepang Sangat Dipengaruhi Musim

Pekerjaan di sektor pertanian berbeda dengan pabrik yang cenderung memiliki aktivitas serupa sepanjang tahun.

Di Jepang, hampir semua pekerjaan pertanian mengikuti siklus tanaman. Setiap komoditas memiliki waktu tanam dan musim panen di Jepang yang berbeda. Ada stroberi, apel, anggur, kentang, bawang, hingga asparagus yang dipanen pada waktu yang tidak sama.

Itulah sebabnya kebutuhan tenaga kerja juga berubah mengikuti musim. Saat panen tiba, perusahaan biasanya membutuhkan lebih banyak pekerja dibandingkan saat masa perawatan tanaman.

Kenapa Ada Pekerja yang Dipindahkan ke Daerah Lain?

Nah, di sinilah banyak orang sering salah paham. Beberapa perusahaan pertanian Jepang memiliki lahan di lebih dari satu prefektur. Ketika panen di satu daerah selesai, pekerja bisa dipindahkan ke lahan lain yang baru memasuki musim panen.

Perpindahan ini bukan berarti pindah perusahaan. Kamu tetap bekerja untuk perusahaan yang sama, hanya lokasi kerjanya yang berubah agar pekerjaan tetap tersedia sepanjang tahun.

Tidak Semua Job Pertanian Mengharuskan Pindah Tempat

Meski begitu, banyak juga perusahaan yang hanya memiliki satu lokasi pertanian. Kalau bekerja di tempat seperti ini, biasanya kamu tetap tinggal di daerah yang sama sampai kontrak selesai. Yang berubah hanyalah jenis pekerjaannya.

Saat awal musim kamu bisa membantu menanam bibit, kemudian beralih ke penyiraman dan perawatan tanaman. Ketika panen tiba, pekerjaan berubah menjadi memanen, menyortir, hingga mengemas hasil pertanian. Jadi, berganti musim belum tentu berarti harus berganti kota.

Bagaimana Saat Musim Dingin?

Banyak calon pekerja mengira aktivitas pertanian akan berhenti ketika musim dingin datang. Padahal tidak selalu seperti itu. Sebagian perusahaan memiliki greenhouse sehingga tetap bisa menanam stroberi, tomat, atau paprika sepanjang tahun.

Ada juga perusahaan yang memindahkan pekerja ke daerah yang lebih hangat atau mengalihkan pekerjaan ke proses sortir, pengemasan, hingga perawatan fasilitas pertanian. Maka dari itu, bekerja pertanian di Jepang tetap bisa berlangsung meski musim terus berganti.

Apa Artinya Bagi Calon Pekerja dari Indonesia?

Kalau nanti kamu mendapatkan lowongan job pertanian, jangan langsung menganggap pasti harus berpindah-pindah daerah.

Coba cari tahu lebih dulu sistem kerja perusahaan yang akan menerimamu. Informasi seperti ini biasanya sudah dijelaskan saat proses penempatan atau tercantum di dalam kontrak kerja.

Semakin memahami cara kerja perusahaan sejak awal, semakin mudah juga kamu beradaptasi ketika sudah tiba di Jepang.

Memahami Kondisi Kerja Sejak Awal Akan Membuatmu Lebih Siap

Sektor pertanian masih menjadi salah satu bidang yang banyak membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia. Namun karakter pekerjaannya memang berbeda dengan sektor lain karena sangat dipengaruhi oleh musim.

Itulah mengapa penting memahami bagaimana sistem perusahaan pertanian Jepang sebelum berangkat. Dengan bekal informasi yang tepat, kamu tidak hanya lebih siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga bisa menjalani bekerja pertanian di Jepang dengan ekspektasi yang lebih realistis.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru