Gempa Besar di Kumamoto Jepang Picu Ledakan di AEON Mall, Ribuan Warga Mengungsi

 

Tampilan AEON Mall yang kena gempa besar di Kumamoto Jepang sampai meledak.
Kredit Gambar: @GearoidReidy/X.com

Gempa besar di Kumamoto Jepang kembali mengingatkan dunia bahwa negara tersebut masih hidup berdampingan dengan ancaman bencana alam. Meski dikenal memiliki teknologi bangunan tahan gempa yang canggih, guncangan berkekuatan magnitudo 7,1 pada Selasa, 28 Juli 2026 tetap menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu Jepang dengan pusat gempa berada di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Laut Ariake dan Yatsushiro. Namun beberapa saat kemudian, peringatan tersebut dicabut setelah kondisi dinyatakan aman.

Saat kejadian, banyak orang yang kaget kekuatan gempanya sekuat itu. Berikut ada video orang Jepang yang sedang di rumah saat gempa besar ini menyerang:

Di tengah situasi darurat, perhatian publik justru tertuju pada ledakan di AEON Mall Kumamoto Jepang. Bangunan pusat perbelanjaan yang baru kembali beroperasi beberapa waktu lalu mengalami keruntuhan sebagian setelah gempa.

Sekitar satu jam kemudian, ledakan besar menghancurkan sebagian struktur gedung. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Beruntung, sekitar 200 pengunjung telah dievakuasi setelah guncangan pertama terjadi. Namun sejumlah pekerja masih berada di dalam bangunan sehingga tim penyelamat harus bekerja sepanjang malam mencari korban yang terjebak.

Berikut ada video kejadian ledakan mall tersebut yang tertangkap CCTV jalan di dekat areanya:

Di sisi lain, gempa besar di Kumamoto Jepang juga menyebabkan jalan raya retak, jembatan mengalami kerusakan, listrik padam di puluhan ribu rumah, serta menghentikan sementara operasional Shinkansen dan Bandara Aso Kumamoto. Beberapa pabrik besar, termasuk perusahaan semikonduktor dan otomotif, turut menghentikan operasional untuk memastikan keselamatan pekerja dan memeriksa kondisi fasilitas.

Hingga laporan terbaru, korban gempa di Kumamoto terus diperbarui seiring proses pencarian dan evakuasi di area terdampak. Sedikitnya beberapa orang dilaporkan meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka-luka, sementara lebih dari 260 ribu warga diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Jepang juga mengerahkan Pasukan Bela Diri (JSDF) untuk membantu proses penyelamatan dan distribusi bantuan.

Meski kerusakan cukup luas, banyak rumah modern tetap berdiri kokoh. Hal ini menunjukkan efektivitas standar bangunan tahan gempa yang telah diterapkan Jepang sejak puluhan tahun lalu. Sebaliknya, bangunan tua yang belum diperkuat menjadi lokasi yang paling banyak mengalami kerusakan.

Untuk berita kondisi WNI yang ada di Kumamoto Jepang, pihak KBRI Tokyo sudah update soal ini. Berikut pengumuman resmi mereka di Instagram beberapa waktu lalu:

Semoga kondisi semua orang yang ada di Kumamoto Jepang aman. Sampai saat ini, proses pengamanan dan tingkat waspada masih tinggi di sana. Para petugas Jepang juga terus berusaha mengamankan lokasi sebaik mungkin.

Otoritas Jepang masih mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena potensi gempa susulan masih besar dan potensi longsor dalam beberapa hari ke depan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tetap menjadi kunci, bahkan di negara yang memiliki sistem mitigasi bencana terbaik di dunia. Gempa besar di Kumamoto Jepang sekali lagi membuktikan bahwa kesiapan menghadapi bencana sama pentingnya dengan teknologi yang dimiliki.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru

    Paling Banyak Dibaca