Jangan Salah Paham! Lowongan Pekerjaan di Jepang Untuk Orang Asing Bisa Beda dari Info di Internet
![]() |
| Info lowongan pekerjaan di Jepang untuk orang asing tidak akurat karena infonya condong ke orang Barat. Kredit Gambar: /Unsplash |
Kalau kamu mencari lowongan pekerjaan di Jepang lewat
Google, kemungkinan besar yang muncul adalah software engineer, guru bahasa
Inggris, programmer, atau pekerjaan kantoran lainnya. Sekilas, Jepang terlihat
sedang membuka banyak kesempatan untuk tenaga profesional dari luar negeri.
Info tersebut benar kalau berdasarkan perspektif media
barat. Namun, kalau melihat data resmi pemerintah Jepang, gambaran tersebut
ternyata tidak sepenuhnya sama dengan kondisi di lapangan.
Kenapa Artikel di Internet Lebih Banyak Menampilkan Job
White Collar?
![]() |
| Pekerjaan white collar yang umumnya diisi pekerja asing adalah IT. Kredit Gambar: /Unsplash |
Artikel yang mendominasi di internet biasanya berasal dari
Barat dan memiliki bias informasi ini. Hasilnya, kalau kamu cari di Google
tentang lowongan pekerjaan di Jepang yang banyak diisi orang asing, kamu akan
temukan info job white collar di Jepang.
Karena targetnya adalah lulusan universitas dengan
pengalaman kerja dan kemampuan bahasa asing yang baik, pekerjaan yang dibahas
pun lebih banyak berada di bidang IT, pendidikan, hingga manajemen.
Data Pemerintah Jepang Justru Menunjukkan Hal Berbeda
![]() |
| Pekerjaan yang sesungguhnya banyak diisi pekerja asing di Jepang contohnya staff pabrik. Kredit Gambar: /Unsplash |
Nah, kenyataannya bagaimana? Menurut Kementerian Kesehatan,
Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jumlah pekerja asing terus meningkat
setiap tahun. Menariknya, sebagian besar justru bekerja di sektor manufaktur,
konstruksi, pengolahan makanan, pertanian, perhotelan, hingga kaigo.
Artinya, job untuk pekerja asing di Jepang yang paling
banyak tersedia saat ini masih berada di sektor lapangan atau job blue collar
di Jepang, bukan pekerjaan kantoran seperti yang sering muncul di internet.
Bagi yang belum tahu, job blue collar adalah pekerjaan yang
melibatkan keahlian khusus, turun lapangan dan sering disebut job kasar. Namun,
bukan berarti pekerjaan ini jelek, hanya saja imagenya kurang trendy dibanding
job kantoran.
Kenapa Orang Indonesia Lebih Banyak Masuk Sektor Blue
Collar?
Mayoritas WNI berangkat melalui jalur magang atau Specified Skilled Worker (SSW). Jalur ini memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan
tenaga kerja di sektor yang sedang kekurangan pekerja.
Bukan berarti orang Indonesia tidak bisa bekerja sebagai
engineer atau staf IT di Jepang. Peluang itu tetap ada, tetapi umumnya
membutuhkan pendidikan tinggi, pengalaman kerja, dan kemampuan bahasa Jepang
yang lebih tinggi.
Maka dari itu, sebelum memilih program kerja ke Jepang,
pastikan kamu memahami kondisi pasar kerja yang sebenarnya. Dengan mengetahui
fakta di lapangan, kamu bisa menyiapkan kemampuan yang sesuai dan memiliki
ekspektasi yang lebih realistis saat membangun karier di Jepang.
Sekarang kamu paham situasi lowongan pekerjaan di Jepang
yang sesungguhnya. Pastikan kamu jangan salah baca informasi di internet soal
lowongan paling banyak untuk orang asing di Jepang!




