Jangan Salah Paham! Lowongan Pekerjaan di Jepang Untuk Orang Asing Bisa Beda dari Info di Internet

 

Info lowongan pekerjaan di Jepang untuk orang asing tidak akurat karena infonya condong ke orang Barat.
Kredit Gambar: Solen Feyissa/Unsplash

Kalau kamu mencari lowongan pekerjaan di Jepang lewat Google, kemungkinan besar yang muncul adalah software engineer, guru bahasa Inggris, programmer, atau pekerjaan kantoran lainnya. Sekilas, Jepang terlihat sedang membuka banyak kesempatan untuk tenaga profesional dari luar negeri.

Info tersebut benar kalau berdasarkan perspektif media barat. Namun, kalau melihat data resmi pemerintah Jepang, gambaran tersebut ternyata tidak sepenuhnya sama dengan kondisi di lapangan.

Kenapa Artikel di Internet Lebih Banyak Menampilkan Job White Collar?

Pekerjaan white collar yang umumnya diisi pekerja asing adalah IT.
Kredit Gambar: Patrick Amoy/Unsplash

Bagi yang belum paham, pekerjaan white collar adalah job yang modelnya kantoran dan memiliki potensi gaji besar. Contoh saja seperti manager, guru atau profesor dan bahkan staff developer IT. Lowongan ini memang ada di Jepang, tapi biasanya hanya diisi orang-orang Eropa dan Amerika.

Artikel yang mendominasi di internet biasanya berasal dari Barat dan memiliki bias informasi ini. Hasilnya, kalau kamu cari di Google tentang lowongan pekerjaan di Jepang yang banyak diisi orang asing, kamu akan temukan info job white collar di Jepang.

Karena targetnya adalah lulusan universitas dengan pengalaman kerja dan kemampuan bahasa asing yang baik, pekerjaan yang dibahas pun lebih banyak berada di bidang IT, pendidikan, hingga manajemen.

Data Pemerintah Jepang Justru Menunjukkan Hal Berbeda

Pekerjaan yang sesungguhnya banyak diisi pekerja asing di Jepang contohnya staff pabrik.
Kredit Gambar: ThisisEngineering/Unsplash

Nah, kenyataannya bagaimana? Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, jumlah pekerja asing terus meningkat setiap tahun. Menariknya, sebagian besar justru bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, pengolahan makanan, pertanian, perhotelan, hingga kaigo.

Artinya, job untuk pekerja asing di Jepang yang paling banyak tersedia saat ini masih berada di sektor lapangan atau job blue collar di Jepang, bukan pekerjaan kantoran seperti yang sering muncul di internet.

Bagi yang belum tahu, job blue collar adalah pekerjaan yang melibatkan keahlian khusus, turun lapangan dan sering disebut job kasar. Namun, bukan berarti pekerjaan ini jelek, hanya saja imagenya kurang trendy dibanding job kantoran.

Kenapa Orang Indonesia Lebih Banyak Masuk Sektor Blue Collar?

Mayoritas WNI berangkat melalui jalur magang atau Specified Skilled Worker (SSW). Jalur ini memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor yang sedang kekurangan pekerja.

Bukan berarti orang Indonesia tidak bisa bekerja sebagai engineer atau staf IT di Jepang. Peluang itu tetap ada, tetapi umumnya membutuhkan pendidikan tinggi, pengalaman kerja, dan kemampuan bahasa Jepang yang lebih tinggi.

Maka dari itu, sebelum memilih program kerja ke Jepang, pastikan kamu memahami kondisi pasar kerja yang sebenarnya. Dengan mengetahui fakta di lapangan, kamu bisa menyiapkan kemampuan yang sesuai dan memiliki ekspektasi yang lebih realistis saat membangun karier di Jepang.

Sekarang kamu paham situasi lowongan pekerjaan di Jepang yang sesungguhnya. Pastikan kamu jangan salah baca informasi di internet soal lowongan paling banyak untuk orang asing di Jepang!

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Pendaftaran Siswa Baru

banner

Artikel Terbaru