Jepang Kekurangan Pekerja untuk Layani Pendatang, Artinya Peluang Kerja Makin Terbuka!
![]() |
| Jumlah pendatang yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan pekerja di Jepang naik. Kredit Gambar: /Unsplash |
Jepang sedang menghadapi kebutuhan pekerja di Jepang yang
semakin besar, terutama di sektor penginapan. Di tengah jumlah wisatawan asing
yang terus meningkat, hotel dan fasilitas akomodasi justru kesulitan
mendapatkan cukup pekerja untuk melayani para tamu.
Kondisi ini menjadi persoalan penting karena Jepang ingin
terus mengembangkan pariwisata sebagai salah satu industri strategisnya.
Lebih dari 70 Persen Penginapan Kekurangan Pekerja
Data dalam Tourism White Paper Jepang menunjukkan bahwa 72,2
persen dari 522 fasilitas penginapan yang disurvei mengaku mengalami kekurangan
tenaga kerja.
Masalah tersebut bahkan lebih terasa pada fasilitas
berukuran menengah. Sebanyak 77,1 persen fasilitas dalam kelompok ini
melaporkan kekurangan pekerja.
Bayangkan ketika musim liburan datang. Jumlah tamu
meningkat, tetapi jumlah pekerja tidak ikut bertambah. Akibatnya, pekerja yang
sudah ada harus menangani beban pekerjaan yang lebih besar.
Sebanyak 79,3 persen fasilitas mengatakan kekurangan pekerja
saat musim ramai membuat beban kerja karyawan meningkat.
Wisatawan Asing Terus Berdatangan
Salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan tersebut adalah
jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang.
Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai rekor
42,68 juta orang. Pemerintah Jepang bahkan menargetkan jumlah wisatawan
internasional mencapai 60 juta orang per tahun pada 2030. Artinya, kebutuhan
terhadap pekerja yang mampu melayani tamu juga berpotensi semakin besar.
Mulai dari resepsionis, pelayanan restoran, kebersihan
kamar, hingga pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tamu menjadi bagian
penting dari pelayanan industri hospitality.
Jepang Mulai Membuka Ruang bagi Pekerja Asing
Menariknya, pekerja asing sudah menjadi salah satu solusi
yang digunakan untuk membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja tersebut. Namun,
pemerintah Jepang menilai langkah ini saja belum cukup.
Perbaikan kondisi kerja seperti peningkatan gaji, fasilitas
karyawan, lingkungan kerja yang lebih ramah bagi perempuan, hingga penggunaan
teknologi juga diperlukan agar industri dapat bertahan dalam jangka panjang.
Bagi WNI yang sedang mempertimbangkan peluang kerja di
Jepang, kondisi ini tentu menarik untuk diperhatikan.
Jepang bukan hanya membutuhkan lebih banyak wisatawan untuk
menggerakkan ekonomi. Jepang juga membutuhkan orang yang siap memberikan
pelayanan kepada mereka.
Jadi, jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk bekerja ke
Jepang, jangan hanya melihat satu jenis pekerjaan. Perkembangan pariwisata
menunjukkan bahwa kebutuhan pekerja di Jepang juga semakin berkaitan dengan
kemampuan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan pendatang.


