Matcha Jepang Kini Resmi Dilindungi, Kenapa Jepang Sampai Mendaftarkan Paten untuk Tehnya?
![]() |
| Matcha Jepang sudah didaftarkan paten khusus oleh pihak Jepang agar tidak ada yang memalsukan. Kredit Gambar: /Unsplash |
Matcha Jepang semakin populer di berbagai negara. Kini,
bubuk teh hijau khas Jepang tidak hanya digunakan untuk membuat teh, tetapi
juga menjadi bahan minuman, es krim, kue, hingga berbagai dessert modern. Namun
di balik popularitas tersebut, muncul masalah baru yang membuat pemerintah
Jepang harus segera bertindak.
Baru-baru ini, Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan Jepang (MAFF) resmi mendaftarkan Japanese Tea ke dalam sistem
Geographical Indication (GI) atau Indikasi Geografis. Langkah ini dilakukan
untuk melindungi reputasi teh Jepang dari produk tiruan yang semakin banyak
beredar di pasar internasional.
Bukan Sekadar Melindungi Nama Matcha
Selama ini, banyak produk di luar Jepang menggunakan nama
seperti "Japanese Matcha" atau bahkan "Uji Matcha", padahal
bahan bakunya tidak berasal dari Jepang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat
menurunkan kepercayaan konsumen sekaligus merugikan para petani teh di Jepang.
Karena itulah pemerintah mengambil langkah yang sering
disebut sebagai paten matcha Jepang. Meski sebenarnya menggunakan sistem
perlindungan GI, kebijakan ini memastikan hanya teh hijau yang benar-benar
ditanam dan diproses di Jepang yang berhak menggunakan nama "Japanese
Tea" beserta logo resmi GI.
Menariknya, perlindungan ini berlaku untuk seluruh wilayah
Jepang, bukan hanya daerah penghasil teh tertentu. Sebelumnya, perlindungan
serupa baru diberikan kepada Japanese Sake.
Menjaga Kepercayaan Dunia terhadap Teh Jepang
Keputusan ini juga didorong oleh meningkatnya ekspor teh
hijau Jepang. Pada 2025, nilai ekspor teh hijau Jepang mencapai sekitar 72,1
miliar yen, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Permintaan terbesar
datang dari matcha Jepang yang kini semakin digemari masyarakat dunia.
Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap orang yang membeli teh berlabel khusus Japanese Tea benar-benar memperoleh produk asli Jepang.
Dengan perlindungan ini, pemerintah memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk
menindak pelabelan palsu, meminta penghapusan produk tiruan di platform daring,
hingga bekerja sama dengan negara lain untuk menjaga kepercayaan Jepang
terhadap kualitas produk tehnya.
Selain Japanese Tea, pemerintah juga memberikan perlindungan
GI kepada Hamanako Unagi dari Prefektur Shizuoka dan Kaga Renkon dari Prefektur
Ishikawa. Kini, total ada 170 produk pangan Jepang yang telah memperoleh
perlindungan GI.
Langkah ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya fokus
meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga nama baik produknya di mata dunia.
Dengan begitu, saat seseorang membeli matcha Jepang, mereka bisa lebih yakin
bahwa produk yang dinikmati benar-benar berasal dari Jepang dan memiliki
kualitas yang sesuai dengan reputasinya.


